Sejak pagi, peserta telah berkumpul dengan mengenakan busana muslim rapi dan atribut bernuansa Islami. Barisan siswa berjalan tertib menyusuri jalan-jalan desa, diiringi lantunan selawat dan tabuhan drumband yang menambah kemeriahan suasana. Warga setempat tampak antusias menyaksikan pawai yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna spiritual.
“Kegiatan ini kami harapkan terus berkelanjutan setiap tahun, terlebih sebagai bagian dari syiar Ramadhan di lingkungan masyarakat. Anak-anak perlu dibiasakan menyambut bulan suci dengan cara yang positif dan penuh kegembiraan,” ujar Kepala SDN 1 Ciarus, Irwan Nudin, S.Pd.
Pawai Ta’aruf tidak sekadar menjadi ajang arak-arakan. Usai berkeliling desa, seluruh peserta melaksanakan salat Dhuha berjamaah dan melantunkan Asmaul Husna bersama-sama. Momentum tersebut menghadirkan suasana khusyuk, menanamkan nilai ketakwaan sekaligus memperkuat kebersamaan antarlembaga pendidikan di Desa Randegan.
“Melalui pawai ta’aruf ini, anak-anak kami ajak memahami bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama. Harapannya, nilai-nilai itu tidak berhenti pada seremoni hari ini, tetapi benar-benar tertanam dalam sikap keseharian mereka,” tambah Irwan.
Kolaborasi antara SDN 1 Ciarus dan RA Diponegoro 191 Ciarus terlihat solid. Persiapan dilakukan jauh-jauh hari, mulai dari latihan barisan, hafalan Asmaul Husna, hingga koordinasi teknis pawai. Keterlibatan wali murid juga menjadi warna tersendiri yang memperkuat semangat kebersamaan dalam kegiatan tersebut.
“Untuk memeriahkan kegiatan ini, kami berlatih cukup intens. Bahkan yang menabuh drumband adalah wali murid, sehingga terasa kebersamaan antara sekolah dan orang tua. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa Ramadhan disambut dengan penuh suka cita,” ungkap Ibu Yani, guru RA Diponegoro 191 Ciarus.
Selain menanamkan nilai religius, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran sosial. Di akhir rangkaian acara, peserta membagikan nasi kotak kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan praktik nyata berbagi. Senyum warga yang menerima bingkisan sederhana itu menjadi potret indah makna kebersamaan menjelang Ramadhan.
“Meski cuaca cukup panas dan anak-anak terlihat lelah setelah berjalan jauh, semangat mereka luar biasa. Kami tetap antusias melaksanakan ta’aruf Ramadhan tahun ini karena ini bagian dari pendidikan karakter yang tidak ternilai,” tutur Bapak Iqbal, guru SDN 1 Ciarus.
Kegiatan Pawai Ta’aruf tersebut sekaligus menjadi wujud sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menyambut bulan suci. Nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, kepedulian, dan keberanian tampil di depan umum tumbuh secara alami melalui proses kebersamaan yang dijalani sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
Dengan semangat yang menggema di sepanjang jalan Desa Randegan, Pawai Ta’aruf Ramadhan 1447 Hijriah menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga tentang membangun karakter dan spiritualitas. Syiar yang dikumandangkan anak-anak hari itu seakan menegaskan bahwa Ramadhan disambut bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan aksi nyata dan hati yang penuh kegembiraan.
Kontributor: Aulia Ramadana
Posting Komentar