PEKUNCEN, INFO BANYUMAS – Gema takbir berlalu meninggalkan jejak spiritual yang mendalam bagi keluarga besar pendidikan di wilayah Kecamatan Pekuncen. Pada Selasa (31/3/2026), yang bertepatan dengan 11 Syawal 1447 Hijriah, Korwilcam Dindik Pekuncen menyelenggarakan agenda akbar Halalbihalal yang dipusatkan di SD Negeri Banjaranyar. Perhelatan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kehangatan ini tidak sekadar menjadi ajang seremoni pasca-Lebaran, namun ditegaskan sebagai momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan serta mengukuhkan semangat kebersamaan di antara para guru dan tenaga kependidikan se-Kecamatan Pekuncen demi menyongsong tantangan pendidikan di masa depan.
Pelaksanaan kegiatan tersebut diawali dengan atmosfer religius yang kental, di mana para hadirin disuguhi penampilan musik gambus dari Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) sebagai pra-acara. Suasana semakin syahdu saat lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Surat Ali Imron ayat 103–105 dikumandangkan, yang secara tekstual menyerukan pentingnya menjaga tali persaudaraan dan larangan untuk bercerai-berai. Kehadiran seluruh elemen pendidikan, mulai dari jajaran birokrasi dinas hingga guru-guru di tingkat dasar, menunjukkan adanya kesatuan visi dalam membangun ekosistem pendidikan yang harmonis di wilayah ini.
Manajemen pengorganisasian acara tersebut juga menjadi sorotan karena murni digerakkan oleh semangat swadaya. Sumber pendanaan yang melandasi terselenggaranya kegiatan ini berasal dari dana gotong royong anggota Korwilcam Dindik Pekuncen, yang diperkuat dengan dukungan donatur tetap dari KGKP dan SPPG. Hal ini mencerminkan bahwa rasa memiliki dan solidaritas antar-pendidik di Pekuncen berada pada level yang sangat tinggi. Selain sebagai wadah silaturahmi, forum tersebut juga menjadi panggung apresiasi bagi para pejuang pendidikan, ditandai dengan penyerahan penghargaan dedikasi kepada Siti Aliyah, S.Pd. dari SDN 2 Pekuncen dan Slamet Purwanto, S.Pd. dari SDN Cikawung 2.
Tidak hanya aspek formal, sisi emosional juga mewarnai jalannya pertemuan tersebut. Penampilan lagu "Rapuh" oleh Toner Revandra, siswa berprestasi dari SDN Banjaranyar, sempat membawa suasana menjadi haru sebelum akhirnya masuk ke prosesi ikrar silaturahmi. Dalam ikrar tersebut, representasi guru dan pimpinan secara terbuka saling melepaskan ego dengan memohon maaf atas segala kekhilafan selama berinteraksi dalam kedinasan. Prosesi saling memaafkan ini menjadi simbolisasi pembersihan diri (katarsis) kolektif, sehingga diharapkan tidak ada lagi ganjalan psikologis dalam kolaborasi kerja di lingkungan sekolah maupun korwil ke depannya.
Ketua Panitia Pelaksana, Anton Sauji, M.Pd., menekankan bahwa keberhasilan acara ini merupakan buah dari kerja keras kolektif seluruh pihak yang terlibat. Beliau memandang momen ini sebagai titik balik untuk memperkuat barisan pendidik di Pekuncen.
"Kegiatan ini merupakan momen spesial bagi saya, sekaligus menjadi ajang mempererat solidaritas. Semoga melalui kegiatan ini, kita semua menjadi golongan orang-orang yang menang dan semakin solid dalam menjalankan tugas sebagai pendidik," ujar Anton Sauji dalam laporannya di hadapan tamu undangan.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amrin Ma’ruf, S.Sos., M.Si., memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan arahan strategis terkait kebijakan pendidikan terkini. Beliau menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menuntaskan berbagai problematika pendidikan di lapangan.
"Mari kita berkolaborasi dalam meningkatkan layanan pendidikan, termasuk penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pembentukan tim khusus di tingkat kecamatan. Penting juga bagi kita untuk melakukan edukasi gizi melalui program MBG serta penguatan karakter peserta didik," tegas Amrin Ma’ruf dalam sambutannya yang disambut antusias oleh para peserta.
Sebagai pilar utama dalam peningkatan kualitas wilayah, Camat Pekuncen yang diwakili oleh Dany Budiarto, S.STP., juga menitipkan pesan mendalam. Baginya, hubungan baik antar-stakeholder adalah kunci utama dalam memajukan daerah.
"Kegiatan ini sangat penting sebagai sarana mempererat hubungan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Pekuncen," ungkap Dany Budiarto singkat namun sarat makna.
Sebagai puncak acara, pengajian inti disampaikan oleh Drs. Kyai Achmad Kifni yang memberikan nutrisi spiritual mengenai tujuh kunci kelestarian kebahagiaan hidup. Beliau mengingatkan bahwa rasa syukur harus termanifestasi dalam tiga dimensi: hati, lisan, dan perbuatan nyata.
"Kita harus pandai bersyukur, tekun beribadah, serta gemar bersilaturahmi. Namun, berhati-hatilah terhadap hal-hal yang dapat merusak ukhuwah kita, seperti fitnah, iri hati, dan prasangka buruk yang hanya akan mendatangkan kerugian," pesan Kyai Achmad Kifni di tengah ceramahnya yang menyejukkan.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari tersebut ditutup dengan tradisi bersalam-salaman secara estafet. Pemandangan jajaran guru yang saling berjabat tangan dengan senyum tulus menjadi penutup yang sempurna bagi agenda Halalbihalal tahun ini. Dengan berakhirnya rangkaian acara di SD Negeri Banjaranyar, Korwilcam Dindik Pekuncen kini menatap fase baru setelah libur panjang. Semangat persatuan yang telah dipupuk melalui doa dan maaf ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak utama bagi peningkatan mutu pendidikan dan pengabdian guru-guru di Kecamatan Pekuncen bagi kemajuan Kabupaten Banyumas secara umum.


Posting Komentar