Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lumbir, Kasi PGTK Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, perwakilan PGRI Kabupaten Banyumas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadikan silaturahmi kali ini tidak sekadar sebagai tradisi seremonial pasca-Lebaran, melainkan juga forum yang menghadirkan suasana akrab sekaligus reflektif bagi seluruh insan pendidikan di wilayah tersebut.
Sejak awal acara, nuansa persaudaraan terasa begitu kuat. Para peserta datang dengan semangat kebersamaan, saling menyapa, berjabat tangan, dan berbincang dalam suasana yang lebih cair dibandingkan agenda kedinasan pada umumnya. Di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab masing-masing, pertemuan seperti ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali relasi antarmanusia yang selama ini mungkin hanya bertemu dalam konteks pekerjaan. Di sinilah makna silaturahmi benar-benar terasa: bukan sekadar bertatap muka, melainkan merawat hubungan, membuka hati, dan menguatkan kembali ikatan kebersamaan.
Ketua panitia penyelenggara, Supono, S.Pd.I., dalam sambutan pembukanya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan, seraya berharap silaturahmi itu dapat membawa keberkahan dan memperkuat kekompakan seluruh keluarga besar pendidikan di Lumbir.
Ucapan serupa mengalir dalam ikrar silaturahmi yang disampaikan oleh Tasirin, S.Pd., selaku perwakilan kepala sekolah dan GTK Korwilcam Dindik Lumbir. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya saling memaafkan sebagai inti dari semangat Idulfitri. Menurutnya, ada relasi antarmanusia yang tidak bisa diabaikan begitu saja, karena dalam ajaran agama, urusan antarsesama tidak akan selesai hanya dengan ibadah personal apabila masih ada kesalahan yang belum saling dimaafkan.
“Kami menyampaikan salam hormat kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Ada dosa yang tidak bisa dimaafkan oleh Allah jika kita sesama manusia belum saling memaafkan. Karena itu, pada kesempatan ini kami memohon maaf kepada semuanya, dan semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari seluruh perjalanan ibadah yang telah kita jalani selama bulan Ramadan,” ujar Tasirin.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu penegas bahwa kegiatan silaturahmi ini memang dibangun di atas kesadaran spiritual sekaligus sosial. Ramadan telah berlalu, namun nilai-nilai yang dibawa bulan suci itu diharapkan tidak ikut selesai. Justru, melalui momen Idulfitri, seluruh insan pendidikan diajak untuk melanjutkan semangat perbaikan diri, memperbaiki hubungan, dan menjaga kebersihan hati dalam kehidupan sehari-hari.
“Atas nama keluarga besar Korwilcam Dindik Lumbir maupun secara pribadi, saya memohon maaf atas segala kesalahan, kekhilafan, dan kekurangan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja,” ungkap Arifin.
Lebih jauh, kegiatan ini juga memperlihatkan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan dan unsur pemerintahan di Kecamatan Lumbir. Camat Lumbir, Wardoyo, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa pihak kecamatan juga memandang momen silaturahmi ini sebagai ruang penting untuk memperkuat hubungan dengan para pendidik dan tenaga kependidikan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Secara pribadi dan kedinasan, kami dari Kecamatan Lumbir mengucapkan permohonan maaf kepada semuanya. Bagaimanapun juga, tentu masih banyak kekurangan kami dalam memfasilitasi, membina, dan melayani masyarakat Lumbir,” ujar Wardoyo.
Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya semangat rendah hati dan keterbukaan dari unsur pemerintahan kepada masyarakat pendidikan. Dalam konteks hubungan kelembagaan, hal seperti ini penting karena menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang erat antara sekolah, pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat.
Dari unsur organisasi profesi, Prio Wibowo, Wakil Sekjen perwakilan PGRI Kabupaten Banyumas, juga menyampaikan salam dan permohonan maaf dari jajaran PGRI Kabupaten Banyumas. Ia menjelaskan bahwa ketua PGRI kabupaten berhalangan hadir karena pada pagi hari yang sama terdapat beberapa agenda serupa di tempat lain. Meski demikian, kehadiran perwakilan PGRI di Lumbir menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap semangat kebersamaan para guru di wilayah tersebut.
“Atas nama PGRI Kabupaten Banyumas, kami memohon maaf karena ketua kami belum bisa hadir di Lumbir hari ini. Pagi ini ada empat agenda yang harus dihadiri sehingga kami membagi diri. Alhamdulillah, selama Ramadan PGRI Kabupaten Banyumas juga telah melaksanakan berbagai kegiatan, salah satunya ngaji bareng PGRI yang di Lumbir dilaksanakan di Masjid Baitussalam Desa Besuki,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu sambutan yang cukup menarik perhatian datang dari Yusep Kurniawan, Kasi PGTK Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Dalam suasana akrab, ia menyebut acara silaturahmi di Lumbir terasa seperti ajang reuni, mengingat dirinya pernah cukup lama bertugas di wilayah tersebut. Kehadiran Yusep menghadirkan nuansa emosional tersendiri, sekaligus membawa informasi penting terkait arah kebijakan pendidikan ke depan.
“Acara ini seperti ajang reuni bagi saya, karena dulu saya cukup lama di Lumbir. Tahun 2026 ini ada rekrutmen CPNS, dan yang menjadi fokus Dinas Pendidikan saat ini adalah mengoptimalkan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu,” ujar Yusep.
Informasi tersebut tentu menjadi perhatian bagi banyak pihak, terutama tenaga pendidik dan kependidikan yang selama ini menanti kepastian penguatan formasi dan penataan kepegawaian. Di tengah suasana silaturahmi yang santai, penyampaian informasi kedinasan seperti itu justru terasa relevan dan bermanfaat karena mempertemukan nuansa kekeluargaan dengan kebutuhan informasi yang aktual.
Puncak penguatan spiritual dalam kegiatan ini disampaikan oleh Musmuallim, S.Pd.I., M.Pd.I., dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yang hadir sebagai pemateri. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak menjadikan berakhirnya Ramadan sebagai akhir dari semangat ibadah dan perbaikan diri. Menurutnya, setelah sebulan penuh dilatih menahan diri, memperbanyak amal, dan membersihkan hati, tantangan berikutnya adalah menjaga agar semangat itu tetap hidup setelah Ramadan berlalu.
“Mari kita perbaiki dan tingkatkan amal-amal yang belum terselesaikan di bulan Ramadan,” ujarnya mengawali materi.
Ia kemudian menggarisbawahi tiga pesan penting yang perlu dijaga dalam kehidupan seorang Muslim. Pertama, jangan sampai menduakan Allah. Kedua, berbakti kepada orang tua. Ketiga, berbuat baik kepada rekan sejawat. Khusus pada poin ketiga, Musmuallim menekankan bahwa Idulfitri merupakan momen terbaik untuk menyelesaikan persoalan antarsesama agar tidak menjadi penghalang amal di akhirat.
“Untuk poin ketiga, dalam Idulfitri ini mari kita selesaikan masalah dan jangan ada dosa di antara kita. Jangan sampai ada yang mencegat amal-amal kita di akhirat. Kalau ada yang perlu diselesaikan, selesaikan hari ini di acara ini,” tegasnya.
Pesan tersebut disambut dengan perhatian serius oleh para peserta. Tidak sedikit yang mengangguk, tersenyum, bahkan tampak larut dalam suasana reflektif. Tausiyah itu seolah menjadi penutup yang menyempurnakan makna acara: bahwa silaturahmi bukan hanya soal hadir dan bersalaman, tetapi juga tentang keberanian membuka hati, merendahkan ego, dan memulai kembali hubungan yang lebih baik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan suasana penuh kehangatan melalui sesi saling bersalaman antarpeserta. Momen itu menjadi simbol nyata dari semangat Idulfitri yang ingin dihidupkan dalam lingkungan pendidikan Lumbir. Dalam jabatan tangan yang sederhana, tersimpan pesan besar tentang persaudaraan, penghormatan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Melalui kegiatan Silaturahmi Korwilcam Dindik Lumbir ini, dunia pendidikan di Kecamatan Lumbir kembali menunjukkan bahwa membangun kualitas pendidikan tidak hanya berbicara soal program, kurikulum, atau kebijakan teknis. Lebih dari itu, pendidikan yang kuat juga lahir dari hubungan yang sehat, komunikasi yang hangat, dan semangat kebersamaan yang terus dirawat. Dari ruang silaturahmi seperti inilah, energi kolektif untuk melangkah bersama bisa terus tumbuh dan menguat.


Posting Komentar