Gema Takbir di Balai Desa Kalisalak: Silaturahmi Akbar Insan Pendidikan Kebasen Menguatkan Iman, Meneguhkan Pengabdian




KEBASEN - Ratusan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan se-Korwilcam Dindik Kebasen menghadiri kegiatan pengajian dan silaturahmi yang digelar di Balai Desa Kalisalak pada Rabu (1/4/2026), dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan sebagai momentum memperkuat iman serta sinergi pendidikan pasca-Ramadan.


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Gugus Tengah atau Gugus Ki Hajar Dewantara ini dihadiri berbagai unsur, mulai dari kepala sekolah jenjang SD, PAUD, dan TK, guru, tenaga kependidikan, hingga tamu undangan seperti Camat Kebasen, jajaran Forkompimcam, pengurus Dharma Wanita, serta Kepala Desa Kalisalak. Kehadiran lintas unsur ini memperlihatkan kuatnya kolaborasi dalam membangun pendidikan di wilayah Kebasen.


“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Mari kita niatkan setiap langkah sebagai ibadah dan terus menjaga silaturahmi sebagai jalan menuju keberkahan,” ungkap Parsum selaku Ketua Panitia dalam sambutannya.


Pra acara diawali dengan penampilan Grup Rebana dari SD Negeri Sawangan yang menghadirkan nuansa religius, dilanjutkan lagu Islami oleh siswa SD Negeri Bentul, serta deklamasi dari murid TK Pertiwi Kalisalak. Rangkaian ini menjadi pembuka yang menggugah semangat spiritual para peserta sejak awal kegiatan.


Suasana semakin hidup berkat pembawaan acara oleh dua MC yang interaktif, yang menyelipkan yel-yel, pantun, hingga kutipan motivasi Islami. Hal ini mampu mencairkan suasana sekaligus menjaga kekhidmatan kegiatan yang berlangsung hingga siang hari.


“Ikrar silaturahmi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling memaafkan dengan tulus dan menjaga ukhuwah,” tutur Budi Hartoyo selaku perwakilan pembaca ikrar silaturahmi dengan penuh penghayatan.


Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah oleh siswa SD Negeri 3 Kalisalak yang menambah suasana religius. Momen ini membawa peserta pada perenungan mendalam tentang makna Ramadan dan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.


Dalam sambutannya, Koordinator Korwilcam menyampaikan pesan reflektif melalui puisi yang sarat makna tentang permohonan maaf, harapan, dan doa. Ia juga menekankan pentingnya delapan transformasi budaya kerja nasional sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik.


“Kita harus menjadi guru yang adaptif terhadap perubahan, tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak untuk kemajuan pendidikan,” tegas Mulyadi Suryono dalam arahannya.


Sambutan Camat Kebasen juga menegaskan pentingnya penguatan karakter dalam dunia pendidikan serta kesiapan seluruh pihak untuk bersinergi. Ia mengajak para guru untuk tetap ikhlas dalam membimbing peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.


Puncak acara diisi tausiyah oleh Lamun Efendi Ibrahim yang menekankan pentingnya menjaga ukhuwah, memperkuat iman, serta menjadikan profesi guru sebagai ladang ibadah. “Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pembentuk karakter generasi bangsa. Luruskan niat, kuatkan hati, dan jaga kebersamaan,” pesannya yang disambut haru oleh para peserta sebelum acara ditutup dengan doa dan saling berjabat tangan sebagai simbol kembali ke fitrah.


Kontributor: TAFT

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama