Gerakan RAPIH SDN 2 Kutaliman: Menyemai Karakter Peduli Lingkungan dari Hal Sederhana


Kedungbanteng, Info Banyumas. Upaya menanamkan karakter peduli lingkungan sejak usia dini terus dilakukan SD Negeri 2 Kutaliman, Korwilcam Dindik Kedungbanteng, melalui program unggulan RAPIH (Rabu Peduli Kebersihan) yang dilaksanakan rutin setiap hari Rabu. Kegiatan yang digelar pada Kamis, 2 April 2026 tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana pembiasaan sederhana di lingkungan sekolah mampu membentuk tanggung jawab, kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian siswa terhadap kebersihan sejak dini.


Sejak pagi, suasana sekolah tampak lebih hidup dari biasanya. Para siswa datang dengan membawa perlengkapan kebersihan dari rumah, mulai dari sapu, kemoceng, lap, hingga alat kebersihan sederhana lainnya. Di bawah bimbingan guru dan tenaga kependidikan, mereka bersama-sama membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, taman, serta berbagai sudut lingkungan sekolah yang biasa mereka gunakan untuk belajar dan bermain.


Program RAPIH tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan membersihkan lingkungan sekolah, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan karakter yang dilakukan secara langsung dan konsisten. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Dari kegiatan sederhana seperti menyapu, memungut sampah, dan merapikan taman, anak-anak belajar menghargai lingkungan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah mereka.


Kepala SD Negeri 2 Kutaliman, Atik Lusiani, S.Pd.SD, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membentuk kebiasaan baik yang diharapkan terus terbawa hingga anak-anak tumbuh dewasa. Menurutnya, pendidikan karakter akan lebih bermakna jika tidak berhenti pada teori, tetapi dipraktikkan dalam kegiatan nyata yang dilakukan berulang-ulang.


“Melalui kegiatan RAPIH ini, kami ingin menanamkan nilai tanggung jawab dan kepedulian kepada anak-anak. Kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Jika dibiasakan sejak kecil, maka akan terbawa hingga dewasa,” ujar Atik Lusiani.



Ia juga menambahkan bahwa sebagai sekolah yang berorientasi pada pendidikan lingkungan, SD Negeri 2 Kutaliman berupaya menjadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, sekolah yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa maupun guru.


“Sekolah yang bersih akan membuat anak-anak lebih nyaman belajar. Selain itu, kegiatan seperti ini juga melatih gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial di antara mereka,” tambahnya.


Semangat siswa tampak begitu menonjol selama kegiatan berlangsung. Mereka bekerja sama dalam kelompok-kelompok kecil untuk membersihkan area yang telah dibagi. Ada yang menyapu ruang kelas, mengelap meja dan jendela, membersihkan halaman, hingga merapikan taman sekolah. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan aktivitas fisik, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup tertib dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.


Para guru juga memanfaatkan momen tersebut untuk memberikan edukasi sederhana kepada siswa tentang pentingnya membuang sampah pada tempatnya, menjaga tanaman, serta merawat fasilitas sekolah. Dengan demikian, kegiatan RAPIH menjadi pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.


Di sisi lain, pembiasaan seperti ini dinilai sangat efektif dalam membangun karakter anak usia sekolah dasar. Anak-anak tidak hanya mendengar anjuran untuk hidup bersih, tetapi langsung terlibat dalam praktiknya. Dari pengalaman langsung itulah nilai tanggung jawab, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap lingkungan akan tumbuh secara alami.



Salah satu siswa, Narendra, mengaku senang mengikuti kegiatan RAPIH karena membuat suasana sekolah menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Ia merasa bangga ketika melihat hasil kerja bersama teman-temannya setelah lingkungan sekolah tampak bersih dan rapi.


“Saya senang sekali ikut RAPIH. Sekolah jadi bersih, kami juga bisa kerja sama dengan teman-teman. Rasanya bangga melihat kelas kami jadi rapi dan nyaman untuk belajar,” ungkap Narendra dengan wajah ceria.


Program RAPIH pun mendapat apresiasi karena dinilai sebagai bentuk nyata pendidikan karakter yang sederhana namun konsisten. Di tengah tantangan pendidikan saat ini, pembiasaan seperti ini menjadi penting karena membentuk siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kesadaran lingkungan.


Bagi SD Negeri 2 Kutaliman, keberhasilan program ini bukan semata diukur dari seberapa bersih halaman sekolah pada hari itu, melainkan dari sejauh mana siswa mulai tumbuh menjadi pribadi yang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Dari tangan-tangan kecil yang memegang sapu dan lap, sekolah sedang menanamkan nilai besar tentang tanggung jawab dan kecintaan terhadap lingkungan.


Melalui Gerakan RAPIH, SD Negeri 2 Kutaliman menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus diwujudkan dalam program besar yang rumit. Kadang, langkah kecil yang dilakukan secara rutin justru memberi dampak yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Dari sekolah yang bersih dan tertata, lahir harapan akan tumbuhnya generasi yang lebih peduli, disiplin, sehat, dan bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungannya.


Kontributor: Simas Korwilcam Dindik Kedungbanteng

Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama