Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Lumbir, pengurus PAC Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, Pergunu, LP Ma’arif, Pagar Nusa, hingga Ishlanu. Kehadiran para tokoh, pengurus, dan kader lintas elemen itu menjadikan kegiatan bukan sekadar seremoni pasca-Idulfitri, melainkan forum silaturahmi yang sarat makna organisatoris, spiritual, dan emosional. Dalam suasana yang hangat namun tetap khidmat, para peserta mengikuti rangkaian acara dengan penuh antusias sejak awal hingga akhir.
Penyelenggaraan kegiatan ini disebut sebagai bagian dari program kerja organisasi sekaligus wahana memperkuat jalinan silaturrahmi antarlembaga dan badan otonom NU di wilayah Kecamatan Lumbir. Di tengah tantangan sosial dan dinamika organisasi yang terus berkembang, forum semacam ini dipandang penting untuk menyatukan visi, memperkokoh sinergi, serta membangun semangat kolektif dalam menggerakkan organisasi keagamaan yang berakar kuat di tengah masyarakat.
Masjid Nur Aini Lumbir dipilih sebagai lokasi pelaksanaan bukan tanpa alasan. Tempat ini memiliki nilai historis dan emosional tersendiri bagi perjalanan gerakan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Lumbir. Panitia menilai, memilih lokasi yang sarat nilai perjuangan akan mengingatkan kembali para kader dan pengurus terhadap jejak pengabdian para pendahulu yang telah merintis, membesarkan, dan menjaga denyut organisasi NU di wilayah tersebut.
Rangkaian acara berlangsung runtut, rapi, dan meriah. Susunan kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan panitia, ikrar silaturrahmi, penyampaian informasi kelembagaan, hingga mauidhoh hasanah yang menjadi puncak acara. Nuansa kebersamaan terasa kuat ketika para peserta tidak hanya hadir sebagai representasi organisasi masing-masing, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar Nahdliyin yang memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat jam’iyah dan menghidupkan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah di tengah masyarakat.
Baca juga:
- Di Balik Hangatnya Silaturahmi Idulfitri, Guru Kemranjen Perkuat Keikhlasan, Persaudaraan, dan Soliditas Perjuangan Pendidikan
- Hangatkan Sayawal 1447 H, Silaturahmi Korwilcam Dindik Lumbir Jadi Ajang Maaf, Reuni, dan Penguatan Komitmen Pendidikan
Ketua panitia, Sahabat Sunanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan halalbihalal ini bukan hanya ajang berkumpul setelah bulan Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga momentum untuk menguatkan kembali ruh perjuangan organisasi. Ia menilai, silaturrahmi yang terjalin dengan baik akan menjadi energi penting untuk melanjutkan kerja-kerja keumatan dan kebangsaan yang selama ini telah dijalankan oleh NU beserta seluruh badan otonomnya di Kecamatan Lumbir.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh jajaran pengurus dan kader dalam kegiatan halalbihalal ini. Masjid Nur Aini kami pilih sebagai tempat acara karena kami ingin mengingat kembali perjuangan organisasi di Kecamatan Lumbir, agar semangat para pendahulu terus hidup dalam langkah kita hari ini,” ujar Sunanto.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa panitia tidak sekadar menata acara secara teknis, tetapi juga menyiapkan ruang batin dan simbolik bagi para peserta untuk merefleksikan perjalanan organisasi. Halalbihalal dalam konteks ini bukan hanya tradisi tahunan, melainkan titik temu antara sejarah, pengabdian, dan cita-cita bersama yang ingin terus dijaga keberlanjutannya.
Ia juga menekankan bahwa dalam menjalankan roda organisasi, tentu tidak lepas dari kekurangan, perbedaan pandangan, maupun dinamika internal yang kadang menghadirkan gesekan kecil. Karena itu, halalbihalal menjadi ruang yang sangat relevan untuk saling membuka hati, menguatkan niat baik, dan membangun semangat kolaborasi yang lebih matang di masa mendatang.
“Atas nama organisasi dan pribadi, kami menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh pengurus dan kader. Semoga setelah Ramadan ini kita semua semakin semangat, semakin kompak, dan semakin siap berkolaborasi untuk membesarkan jam’iyah Nahdlatul Ulama di Kecamatan Lumbir,” tutur Nyai Kurotal Aini.
Ikrar tersebut disambut dengan penuh khidmat oleh seluruh hadirin. Pesan yang disampaikan mencerminkan semangat dasar organisasi, yakni kebersamaan, kerendahan hati, dan kesediaan untuk terus belajar serta memperbaiki diri demi kepentingan yang lebih besar. Bagi banyak peserta, momen tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi bukan semata pada struktur, melainkan pada kelapangan hati para penggeraknya.
Ikrar silaturrahmi berikutnya disampaikan oleh Ketua MWC NU Lumbir, Kyai Basirun. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kekompakan organisasi harus terus dirawat sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan dan pengaruh positif Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. Menurutnya, halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan forum strategis untuk memperkuat semangat kebersamaan dan menyatukan kembali energi perjuangan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Kyai Basirun menilai bahwa tantangan organisasi ke depan tidak ringan. Oleh sebab itu, seluruh unsur NU di Kecamatan Lumbir perlu menjaga komunikasi, memperkuat koordinasi, dan mengedepankan semangat kolektif dalam setiap langkah pengabdian. Ia juga mengingatkan bahwa berorganisasi di NU bukan hanya soal menjalankan program, tetapi juga menjaga warisan perjuangan ulama dan menebarkan manfaat yang nyata bagi umat.
“Kami memohon maaf atas segala kekurangan dalam menjalankan roda organisasi. Kekompakan adalah tonggak utama yang harus terus kita jaga. Maka melalui halalbihalal ini, mari kita satukan kembali semangat kita dalam berhidmat di jam’iyah Nahdlatul Ulama,” kata Kyai Basirun.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan informasi terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk MTs Ma’arif NU Lumbir dan MI Ma’arif Nur Aini Lumbir. Penyampaian informasi tersebut menunjukkan bahwa forum silaturrahmi ini juga dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi pendidikan, mengingat lembaga pendidikan merupakan salah satu pilar utama gerakan NU dalam membangun generasi.
Ia mengingatkan bahwa orang-orang yang berkhidmah di NU perlu menjaga niat agar tetap lurus, tidak mudah lelah dalam melayani, serta senantiasa mengedepankan adab dalam berinteraksi antarsesama pengurus dan kader. Menurutnya, organisasi akan tumbuh kuat apabila dihidupkan oleh orang-orang yang tidak hanya cakap bekerja, tetapi juga tulus menjaga hati dan niat.
“Berorganisasi itu bukan sekadar berkumpul atau menyusun program, tetapi tujuannya adalah mencari keberkahan. Jika niat kita lurus, insyaallah setiap langkah, rapat, dan pengabdian kita akan menjadi bagian dari ibadah,” ungkap KH Komarudin Sayid di hadapan para peserta.
Pesan tersebut menjadi penutup yang kuat bagi keseluruhan rangkaian acara. Dalam konteks organisasi keagamaan, keberkahan memang menjadi nilai yang tak tergantikan. Hal itulah yang tampaknya hendak ditegaskan kembali dalam kegiatan Silaturrahmi dan Halalbihalal MWC NU Lumbir tahun ini: bahwa organisasi akan tetap hidup, kuat, dan memberi manfaat selama dibangun di atas niat yang baik, ukhuwah yang terjaga, dan semangat pengabdian yang tulus.
Melalui kegiatan ini, MWC NU Lumbir tidak hanya berhasil menghadirkan forum kebersamaan pasca-Idulfitri, tetapi juga meneguhkan kembali arah perjuangan organisasi di tingkat kecamatan. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, para pengurus dan kader diingatkan bahwa tugas membangun umat, merawat tradisi, serta menjaga jam’iyah tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kekompakan, komunikasi, dan semangat berkhidmah yang terus menyala.
Halalbihalal di Masjid Nur Aini itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menjelma sebagai ruang temu hati, ruang evaluasi, ruang penguatan visi, sekaligus ruang untuk menyatukan kembali langkah-langkah pengabdian. Dari forum itu, harapan besar tumbuh: agar NU di Kecamatan Lumbir semakin solid, semakin produktif, dan semakin membawa keberkahan bagi masyarakat luas.
Kontributor: Wahyu Cahyoko
Editor: Suripto

.jpeg)

Posting Komentar