Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.30 WIB itu dihadiri oleh keluarga besar Gugus Tunas Bangsa, terdiri dari kepala sekolah, guru, serta tenaga kependidikan di wilayah Korwilcam Dindik Wangon. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap kepemimpinan lama, tetapi juga sebagai wujud dukungan terhadap estafet kepemimpinan yang baru.
“Momentum seperti ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk terus memajukan dunia pendidikan,” ungkap salah satu peserta yang hadir, menggambarkan suasana penuh makna dalam kegiatan tersebut.
Secara keseluruhan, rangkaian acara berjalan tertib dan penuh kekeluargaan. Dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari para tokoh, hingga prosesi inti lepas sambut yang sarat dengan nuansa emosional. Momen ini menjadi simbol berakhirnya satu periode kepemimpinan sekaligus dimulainya babak baru bagi Gugus Tunas Bangsa.
“Setiap peralihan kepemimpinan adalah kesempatan untuk memperkuat langkah dan memperbarui semangat, tanpa melupakan fondasi yang telah dibangun sebelumnya,” ujar panitia dalam pengantar acara, menegaskan pentingnya kesinambungan dalam organisasi.
Ketua Gugus Tunas Bangsa periode lama, Endang Turningsih, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh anggota gugus. Ia menilai keberhasilan yang telah dicapai selama ini tidak lepas dari kerja sama yang solid dan komitmen bersama seluruh pihak.
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh anggota Gugus Tunas Bangsa yang telah bekerja sama menjaga kondusivitas dan memajukan gugus ini dengan sebaik-baiknya,” tuturnya dengan penuh haru.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan yang telah terjalin selama ini menjadi modal penting bagi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, kekuatan utama Gugus Tunas Bangsa terletak pada rasa saling memiliki dan semangat gotong royong yang terus dijaga.
“Semoga kebersamaan ini tetap terjaga, dan apa yang telah kita bangun bersama dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan oleh kepemimpinan berikutnya,” imbuh Endang, menutup pernyataannya dengan penuh harapan.
Sementara itu, ketua gugus periode baru, Musti Hayati, S.Pd., menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis serta membawa inovasi baru demi kemajuan gugus. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan roda organisasi.
“Saya siap melanjutkan program yang sudah ada dan mengajak seluruh anggota untuk bekerja sama, karena kita tidak bisa bekerja sendiri dalam memajukan Gugus Tunas Bangsa,” tegasnya penuh optimisme.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga kekompakan serta meningkatkan kualitas kerja sama antar sekolah dalam gugus. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan ke depan menuntut sinergi yang lebih kuat dan adaptif terhadap perubahan.
“Dengan kebersamaan, komunikasi yang baik, dan semangat saling mendukung, saya yakin kita mampu membawa Gugus Tunas Bangsa menjadi lebih maju dan berdaya saing,” lanjut Musti, menegaskan arah kepemimpinannya.
Kegiatan lepas sambut ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga sarana memperkuat ikatan emosional antar anggota gugus. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat jelas saat para peserta saling berjabat tangan, berbagi cerita, serta mengenang perjalanan bersama selama periode kepemimpinan sebelumnya.
“Ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga momen mempererat persaudaraan dan memperkuat komitmen kita sebagai insan pendidikan,” ungkap salah satu guru yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Gugus Tunas Bangsa Korwilcam Dindik Wangon semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai wadah kolaborasi pendidikan. Estafet kepemimpinan yang berlangsung penuh makna ini menjadi awal baru untuk terus menghadirkan inovasi, menjaga kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Wangon.
Kontributor: Iqbal
Posting Komentar