Sejak pagi hari, suasana di lingkungan sekolah tampak lebih kondusif dibandingkan hari-hari biasa. Para siswa hadir lebih awal dengan kesiapan yang matang, mengenakan seragam rapi, serta membawa perlengkapan ujian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Guru dan panitia pun terlihat sigap memastikan seluruh teknis pelaksanaan berjalan sesuai prosedur. Mulai dari penataan ruang ujian, pembagian nomor peserta, hingga distribusi naskah soal dilakukan secara sistematis dan terkoordinasi.
Pelaksanaan hari pertama TKAD ini menjadi momentum awal yang krusial dalam menentukan kelancaran kegiatan asesmen secara keseluruhan. Oleh karena itu, pihak sekolah memberikan perhatian khusus terhadap setiap detail pelaksanaan, terutama terkait dengan ketertiban administrasi dan kedisiplinan peserta. Sistem pengawasan silang antar sekolah yang diterapkan di wilayah Korwilcam Dindik Lumbir juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga objektivitas dan integritas ujian.
Dalam praktiknya, pengawas ujian berasal dari sekolah lain di lingkungan korwil, sehingga menciptakan suasana yang lebih netral dan profesional. Hal ini sekaligus menjadi upaya konkret untuk meminimalisir potensi kecurangan serta memastikan bahwa hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kemampuan siswa secara nyata. Pengawas tidak hanya bertugas mengawasi jalannya ujian, tetapi juga memastikan bahwa seluruh aturan dipatuhi oleh peserta.
Kepala SD Negeri 1 Besuki, Nurkhayati Fatimah, selaku penanggung jawab kegiatan, menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama TKAD berjalan sesuai dengan harapan. Ia menuturkan bahwa seluruh pihak telah bekerja sama dengan baik demi menciptakan suasana ujian yang kondusif dan berintegritas.
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama TKAD berjalan dengan lancar dan tertib. Kami sangat menekankan pentingnya kejujuran dan kedisiplinan dalam kegiatan ini. Harapannya, siswa tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses yang jujur dan bertanggung jawab,” ujar Nurkhayati Fatimah.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan siswa dalam menghadapi ujian menjadi salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran selama ini. Menurutnya, TKAD bukan hanya sekadar ujian, tetapi juga refleksi dari perjalanan belajar siswa selama enam tahun di sekolah dasar.
Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa seluruh tahapan pada hari pertama telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku. Distribusi naskah soal dilakukan tepat waktu pada pagi hari, dan seluruh peserta dapat memulai ujian secara serentak tanpa kendala berarti. Selain itu, pengumpulan lembar jawaban juga berjalan dengan tertib dan langsung diproses sesuai alur yang telah ditentukan.
Salah satu pengawas TKAD, Rusdiono, S.Pd., mengungkapkan bahwa suasana ujian pada hari pertama berlangsung cukup kondusif. Ia melihat bahwa para siswa mengikuti ujian dengan serius dan mematuhi seluruh tata tertib yang telah ditetapkan.
“Secara umum pelaksanaan hari pertama TKAD berjalan dengan baik. Siswa terlihat disiplin dan fokus dalam mengerjakan soal. Pengawasan silang juga membantu menciptakan suasana yang lebih objektif, sehingga ujian dapat berlangsung dengan jujur dan profesional,” ungkap Rusdiono.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan hari pertama ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan oleh pihak sekolah serta koordinasi yang baik antara panitia dan pengawas. Ia berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan hingga hari kedua pelaksanaan TKAD.
Dari sisi peserta didik, kesungguhan dalam mengikuti ujian juga terlihat jelas. Salah satu siswa kelas VI, Noverly Putri Suhandi, mengaku telah mempersiapkan diri dengan belajar secara rutin sebelum pelaksanaan TKAD. Ia menyampaikan bahwa meskipun sempat merasa gugup, dirinya tetap berusaha mengerjakan soal dengan maksimal.
“Hari ini saya mengikuti ujian Pendidikan Pancasila. Awalnya merasa tegang, tetapi setelah mulai mengerjakan soal jadi lebih tenang. Saya berusaha menjawab dengan jujur dan semampu saya,” tutur Noverly.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa selain kesiapan akademik, kesiapan mental juga menjadi faktor penting bagi siswa dalam menghadapi ujian. Dukungan dari guru dan lingkungan sekolah turut berperan dalam membantu siswa merasa lebih percaya diri.
Pelaksanaan hari pertama TKAD ini tidak hanya menjadi ajang pengukuran kemampuan akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab diuji secara langsung dalam situasi nyata. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga pembentukan sikap dan perilaku.
Secara keseluruhan, hari pertama TKAD di SD Negeri 1 Besuki dapat dikatakan sukses dan berjalan tanpa hambatan berarti. Kondisi ini menjadi modal positif untuk pelaksanaan hari kedua yang akan mengujikan mata pelajaran IPAS. Dengan kesiapan yang terus dijaga dan semangat yang tetap tinggi, diharapkan seluruh rangkaian TKAD dapat berlangsung dengan lancar hingga selesai.
Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen sekolah dalam menyelenggarakan asesmen yang berkualitas dan berintegritas. Lebih dari sekadar ujian, TKAD menjadi bagian dari proses pendidikan yang membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Kontributor: Nurkhayati Fatimah
Editor: Suripto

Posting Komentar