Vlog Zakat Jadi Panggung Prestasi: SDN 1 Besuki Lumbir Sabet Juara 2 Tingkat Banyumas


Lumbir, Info Banyumas. Kreativitas siswa sekolah dasar dalam mengemas nilai-nilai keagamaan kembali menunjukkan hasil membanggakan. SDN 1 Besuki, Kecamatan Lumbir, berhasil meraih juara 2 dalam ajang Lomba Vlog Duta Zakat tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Banyumas yang diselenggarakan pada 2 hingga 16 Maret 2026. Kompetisi ini digagas oleh Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Banyumas sebagai upaya menanamkan nilai kepedulian sosial melalui media digital.


Ajang lomba tersebut diikuti oleh peserta dari jenjang SD hingga SMP se-Kabupaten Banyumas. Melalui tema zakat, para peserta ditantang untuk menghadirkan konten vlog yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menyentuh sisi kemanusiaan serta membangun kesadaran akan pentingnya berbagi kepada sesama. Dalam konteks tersebut, SDN 1 Besuki tampil menonjol dengan konsep video yang sederhana namun sarat makna.


Dalam kegiatan tersebut, pihak penyelenggara menyampaikan bahwa lomba vlog ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada siswa. Dengan memanfaatkan teknologi digital, siswa tidak hanya memahami konsep zakat secara teoritis, tetapi juga mampu mengomunikasikannya secara kreatif kepada masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan karakter, khususnya dalam menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta kemampuan berkomunikasi.


SDN 1 Besuki mengirimkan tim terbaiknya yang terdiri dari Nafisah Nur Fadilah, Sahdan Khairul Ikhsan, Cindy Aulia, dan Afnan Atma Sadewa sebagai pemeran utama dalam video yang dilombakan. Keempat siswa tersebut berhasil menampilkan performa yang meyakinkan melalui alur cerita yang menggambarkan pentingnya zakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang komunikatif dan visual yang menarik, video yang mereka hasilkan mampu memberikan kesan mendalam bagi para juri.


Proses pembuatan video dilakukan melalui kolaborasi antara siswa dan guru pembimbing. Dalam proses tersebut, siswa tidak hanya berperan sebagai pemeran, tetapi juga dilibatkan dalam pengembangan ide, penyusunan alur cerita, hingga proses pengambilan gambar. Hal ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna karena siswa secara langsung terlibat dalam proses kreatif yang menuntut kerja sama dan tanggung jawab.


Kepala SDN 1 Besuki, Nurkhayati Fatimah, S.Pd.SD, menjelaskan bahwa keberhasilan meraih juara 2 dalam ajang tersebut merupakan hasil dari sinergi yang baik antara siswa dan guru. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang inovatif, di mana siswa diberikan ruang untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal.


Menurutnya, melalui kegiatan ini siswa tidak hanya belajar tentang zakat sebagai kewajiban dalam agama Islam, tetapi juga memahami makna yang lebih dalam tentang kepedulian terhadap sesama. Ia menambahkan bahwa pengalaman mengikuti lomba ini akan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan.


Sementara itu, guru SDN 1 Besuki yang sekaligus menjadi pembuat video, Azwar Ilham Pamungkas, S.Pd., mengungkapkan bahwa proses produksi vlog dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan dan komunikatif. Ia menyampaikan bahwa siswa diberikan kebebasan untuk mengekspresikan ide-ide mereka sehingga hasil karya yang dihasilkan terasa lebih hidup dan autentik.



Ia juga menjelaskan bahwa dalam proses tersebut terdapat berbagai tantangan, terutama dalam menyederhanakan konsep zakat agar mudah dipahami oleh anak-anak. Namun, melalui bimbingan yang intensif, siswa mampu menyampaikan pesan tersebut dengan baik dan menarik.


Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil lomba, tetapi juga pada proses pembelajaran yang dilalui siswa. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam setiap tahapan produksi video mampu meningkatkan rasa percaya diri, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.


Di sisi lain, salah satu peserta, Nafisah Nur Fadilah, mengaku sangat senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti lomba vlog memberikan banyak pelajaran baru, terutama dalam hal keberanian tampil di depan kamera dan bekerja sama dengan teman.


Ia menuturkan bahwa awalnya merasa gugup saat harus tampil di depan kamera, namun dengan dukungan dari guru dan teman-teman, rasa percaya dirinya semakin meningkat. Ia juga merasa bangga karena dapat berkontribusi dalam menyampaikan pesan kebaikan melalui video yang dibuat bersama tim.


Pelaksanaan lomba vlog duta zakat ini dinilai sebagai langkah inovatif dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Dengan memanfaatkan media digital, siswa diajak untuk lebih aktif dan kreatif dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan. Hal ini sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman yang mengharuskan siswa memiliki kemampuan literasi digital yang baik.


Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menumbuhkan kesadaran sosial sejak dini. Melalui pemahaman tentang zakat, siswa diharapkan dapat memiliki kepedulian terhadap sesama serta mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.


Dalam pernyataannya, Nurkhayati Fatimah menyampaikan, “Kami sangat bersyukur atas capaian ini. Anak-anak telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyampaikan pesan zakat melalui media yang kreatif. Ini bukan hanya tentang juara, tetapi tentang proses belajar yang mereka jalani.”


Azwar Ilham Pamungkas menambahkan, “Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi siswa. Mereka belajar banyak hal, mulai dari bekerja sama, berpikir kreatif, hingga berani tampil. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berkarya.”


Sementara itu, Nafisah Nur Fadilah mengungkapkan, “Saya senang sekali bisa ikut lomba ini. Awalnya takut, tapi akhirnya jadi lebih percaya diri. Terima kasih kepada guru dan teman-teman yang sudah mendukung.”


Dengan raihan prestasi ini, SDN 1 Besuki Lumbir tidak hanya berhasil mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dengan kreativitas digital mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter siswa. Ke depan, diharapkan semakin banyak kegiatan serupa yang dapat menjadi wadah bagi siswa untuk terus berkembang dan berprestasi.


Kontributor: Nurkhayati Fatimah
Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama