Langkah Kecil, Dampak Besar: SDN 1 Ciarus Gencarkan Aksi Lawan Cacing Demi Generasi Sehat




WANGON - Upaya menjaga kesehatan peserta didik terus dilakukan secara berkelanjutan oleh SD Negeri 1 Ciarus melalui kegiatan pemberian obat cacing bagi seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini melibatkan kolaborasi antara pihak sekolah dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Wangon 1 sebagai bentuk nyata pengendalian infeksi cacing sejak dini.


Program ini menjadi langkah strategis dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal. Infeksi cacing yang kerap tidak disadari dapat berdampak pada kesehatan, daya tahan tubuh, hingga konsentrasi belajar siswa. Oleh karena itu, intervensi melalui pemberian obat cacing secara berkala dinilai penting untuk menekan angka infeksi di lingkungan sekolah.


“Pemberian obat cacing ini dilakukan secara berkala sebagai upaya pencegahan dan pengendalian infeksi cacing pada anak-anak,” ujar Alin Nur Ubay, salah satu tim kesehatan dari Puskesmas Wangon 1.


Kegiatan berlangsung tertib dengan pendampingan dari tenaga kesehatan dan guru. Siswa tampak antusias mengikuti proses pemberian obat, yang diawali dengan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri serta pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.


Selain sebagai tindakan preventif, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh. Kesadaran sejak dini diharapkan mampu membentuk kebiasaan hidup bersih yang berkelanjutan.


“Tidak hanya pola hidup sehat yang selalu kita gaungkan, tetapi upaya menekan keberadaan cacing dalam tubuh juga harus dilakukan secara signifikan,” ungkap Eko Pradit, guru PJOK SDN 1 Ciarus.


Peran guru dalam kegiatan ini sangat penting, tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penguat edukasi kepada siswa. Sinergi antara tenaga kesehatan dan pendidik menjadi kunci keberhasilan dalam pelaksanaan program kesehatan di sekolah.


Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penanganan kesehatan siswa tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.


“Tanpa pengawasan dari pihak yang berkompeten dan kolaborasi yang baik, penanggulangan infeksi cacing tidak akan berjalan maksimal,” tutur Aulia Ramadana, salah satu guru kelas SDN 1 Ciarus.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan angka infeksi cacing di kalangan siswa dapat ditekan secara signifikan. Selain itu, siswa juga diharapkan memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan.


Program pemberian obat cacing ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap kesehatan peserta didik merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membentuk generasi yang sehat, kuat, dan siap menghadapi masa depan.


Kontributor: Iqbal

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama