Serbu Hama, Selamatkan Panen: Gerdal OPT Tikus di Desa Cingebul Libatkan Sekolah hingga Petani


Cingebul, Info Banyumas. Upaya menekan serangan hama tikus yang kian mengancam produktivitas pertanian kembali digelorakan melalui Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (Gerdal OPT) di Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, Selasa (28/4/2026). Kegiatan yang dipusatkan di SD Negeri 4 Cingebul ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah desa, Balai Penyuluh Pertanian (BPP),  unsur POLRI dan TNI, kelompok tani (Gapoktan), Linmas, serta dunia pendidikan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, wali siswa, dan peserta didik.


Sejak pagi hari, ratusan peserta berkumpul di lingkungan sekolah untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan penyuluhan dan edukasi. Suasana tampak hidup dengan antusiasme peserta, khususnya para siswa yang mengikuti kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual. Setelah sesi pembukaan dan edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan, yakni menuju area persawahan warga untuk melakukan pengendalian hama tikus secara langsung.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai aksi pengendalian, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya hama tikus terhadap pertanian dan kesehatan lingkungan, serta cara pencegahan dan penanganan yang tepat. Melalui pendekatan ini, diharapkan masyarakat memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung ketahanan pangan.


Secara tidak langsung, kegiatan ini menjadi bentuk respons terhadap kondisi pertanian di Desa Cingebul yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani. Serangan hama tikus yang terus meningkat dinilai berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan. Oleh karena itu, diperlukan gerakan terpadu yang melibatkan seluruh elemen masyarakat agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan berkelanjutan.




Kepala Desa Cingebul, Sugeng Riyadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjawab persoalan yang dihadapi petani. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan Gerdal OPT. Selain itu, ia juga mengapresiasi partisipasi dunia pendidikan yang turut ambil bagian dalam kegiatan ini.


Setelah sesi edukasi, peserta bergerak menuju area persawahan dengan didampingi oleh petugas OPT. Di lokasi tersebut, peserta bersama-sama melakukan penangkapan tikus dengan metode yang telah dijelaskan sebelumnya. Kegiatan berlangsung tertib dan penuh semangat gotong royong, mencerminkan kekompakan masyarakat dalam menghadapi permasalahan bersama.


Bagi siswa, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Mereka tidak hanya menerima materi di dalam kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana permasalahan di lingkungan sekitar dapat diatasi melalui kerja sama. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini.


Dalam pernyataan langsungnya, Kepala Desa Cingebul, Sugeng Riyadi, menekankan pentingnya kebersamaan dalam pengendalian hama. “Kegiatan ini sangat penting karena Desa Cingebul mayoritas warganya adalah petani. Hama tikus menjadi salah satu ancaman terbesar bagi hasil panen. Oleh karena itu, pengendalian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus bersama-sama seperti yang kita lakukan hari ini,” ungkapnya.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin. “Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga populasi hama dapat ditekan dan hasil pertanian masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.



Sementara itu, Ibu Dian Adhasari dari BPP menegaskan urgensi pengendalian hama tikus secara serius. “Tikus perlu dikendalikan secara serius karena hama ini dapat merusak berbagai jenis tanaman pertanian, terutama padi dan jagung. Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat menurunkan kualitas dan jumlah hasil panen serta merugikan petani,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan bahwa pengendalian hama harus dilakukan secara terpadu. Menurutnya, kegiatan Gerdal OPT merupakan salah satu bentuk nyata dari upaya tersebut karena melibatkan berbagai pihak dalam satu gerakan bersama.


Di sisi lain, Ketua Laboratorium OPT menjelaskan metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut. “Untuk mencegah serangan hama penyakit, kami menggunakan mercon tikus sebagai salah satu metode pengendalian. Di dalam mercon terdapat belerang yang dimasukkan ke dalam lubang tikus melalui proses pengemposan,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa penggunaan metode tersebut harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan pengendalian hama.


Kepala SDN 4 Cingebul, Suripto, turut menyampaikan pandangannya mengenai manfaat kegiatan ini bagi siswa. “Kegiatan ini memberikan edukasi dan pemahaman kepada peserta didik sejak dini tentang hama atau pengganggu tanaman, khususnya tikus. Selain itu, keterlibatan langsung anak-anak menjadikan pengalaman belajar yang berkesan dan bermakna,” tuturnya.



Ia juga menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan konsep pembelajaran yang mengaitkan teori dengan praktik. Dengan demikian, siswa dapat memahami secara langsung manfaat ilmu yang dipelajari di sekolah dalam kehidupan sehari-hari.


Secara keseluruhan, kegiatan Gerdal OPT tikus di Desa Cingebul berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan menjadi kekuatan utama dalam keberhasilan kegiatan ini.


Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan keseimbangan lingkungan. Dengan semangat gotong royong yang terus dijaga, masyarakat Desa Cingebul optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.


Melalui gerakan ini, tersirat pesan kuat bahwa menjaga pertanian bukan hanya tugas petani semata, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang solid dan kesadaran yang tinggi, ancaman hama dapat ditekan, dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat.


Kontributor: Dian Pratiwi

Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama