Setetes Darah, Sejuta Harapan: Donor Darah Sukarela di Dermaji Perkuat Semangat Kemanusiaan


Dermaji, Info Banyumas. Semangat kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan kembali tumbuh dari tingkat desa. Kegiatan Donor Darah Sukarela yang digelar di Balaidesa Dermaji atau Pendopo Darmokusumo, Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, pada Rabu, 8 April 2026, berlangsung lancar dan penuh antusiasme warga. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WIB itu menjadi bukti bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah semakin meningkat, sekaligus menunjukkan bahwa aksi sederhana seperti mendonorkan darah dapat membawa manfaat besar bagi sesama.


Pelaksanaan kegiatan ini dikoordinasikan oleh KDDS Desa Dermaji bersama Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Banyumas. Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 32 orang hadir untuk mengikuti proses donor darah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 orang dinyatakan berhasil mendonorkan darahnya, sementara 5 orang lainnya belum dapat mendonor karena alasan medis tertentu setelah melalui tahapan pemeriksaan kesehatan awal. Meski tidak seluruh peserta dapat lolos, tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa kesadaran kolektif untuk membantu sesama melalui donor darah telah tumbuh menjadi budaya sosial yang positif di tengah masyarakat Desa Dermaji.


Kegiatan donor darah sukarela ini tidak hanya bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah Kabupaten Banyumas, tetapi juga menjadi sarana pemeriksaan kesehatan sederhana secara gratis bagi masyarakat. Dalam setiap pelaksanaannya, donor darah memang selalu memiliki dua sisi manfaat sekaligus: manfaat kemanusiaan bagi penerima darah dan manfaat kesehatan bagi pendonor. Karena itu, kegiatan seperti ini terus didorong untuk menjadi agenda rutin yang dekat dengan masyarakat.


Sejak pagi, suasana di Balaidesa Dermaji tampak hidup. Sejumlah warga datang secara bergantian dengan penuh kesadaran dan semangat untuk mengikuti tahapan donor. Mereka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah, kondisi hemoglobin, serta pemeriksaan umum lain yang dilakukan oleh petugas medis dari UDD PMI Kabupaten Banyumas. Tim petugas yang dipimpin oleh dr. Afifah bersama Yuda dan rekan-rekan bekerja dengan tertib, teliti, dan komunikatif sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan nyaman dan aman bagi peserta.


Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa donor darah bukan semata aktivitas medis, melainkan bagian dari pendidikan sosial yang sangat penting di tengah masyarakat. Di saat kebutuhan darah di fasilitas kesehatan harus selalu tersedia untuk kondisi darurat, operasi, ibu melahirkan, hingga pasien dengan penyakit tertentu, keberadaan pendonor sukarela menjadi salah satu penopang penting sistem layanan kesehatan. Dari sinilah semangat gotong royong modern menemukan bentuknya: saling membantu bukan hanya melalui tenaga atau materi, tetapi juga melalui setetes darah yang sangat berarti bagi kehidupan orang lain.


Koordinator KDDS Desa Dermaji, Supriyanto, menjelaskan bahwa kegiatan donor darah sukarela ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial warga Desa Dermaji. Ia menilai, masyarakat perlu terus diedukasi bahwa donor darah bukan sesuatu yang perlu ditakuti, melainkan tindakan mulia yang manfaatnya sangat luas, baik untuk pendonor maupun penerima donor.


Baca juga:


Menurutnya, kegiatan donor darah di tingkat desa juga memiliki nilai strategis karena lebih dekat dengan masyarakat. Dengan pelaksanaan yang berada di lingkungan sendiri, warga akan lebih mudah mengakses kegiatan ini, sekaligus merasa lebih nyaman untuk berpartisipasi. Hal tersebut penting agar donor darah tidak hanya menjadi kegiatan sesekali, tetapi berkembang menjadi kebiasaan baik yang berkelanjutan.


Donor darah sukarela ini adalah bentuk kepedulian sosial kemanusiaan yang sangat nyata. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan darah, tetapi juga bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara gratis. Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berjalan rutin dan semakin banyak warga yang terlibat,” ujar Supriyanto.


Pernyataan tersebut menegaskan bahwa donor darah memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar kegiatan seremonial. Ada semangat solidaritas, kesadaran kesehatan, dan nilai pengabdian sosial yang tumbuh bersamaan. Bagi masyarakat desa, hal ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama tidak harus menunggu momentum besar; ia bisa dimulai dari langkah kecil yang sederhana namun berdampak luas.



Dari sisi medis, kehadiran petugas UDD PMI Kabupaten Banyumas juga menjadi elemen penting dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kesehatan. Petugas melakukan tahapan skrining secara ketat agar darah yang didonorkan benar-benar aman dan layak, serta memastikan kondisi pendonor juga tetap sehat. Kegiatan donor darah memang selalu didahului dengan pemeriksaan sebagai langkah perlindungan bagi semua pihak.


dr. Afifah, salah satu petugas dari UDD PMI Kabupaten Banyumas yang terlibat dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat Desa Dermaji. Ia menilai, keterlibatan warga dalam kegiatan donor darah sukarela seperti ini sangat membantu dalam menjaga ketersediaan stok darah yang sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pasien di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya.


Ia juga menekankan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa donor darah secara berkala justru dapat memberikan manfaat positif bagi tubuh, selama dilakukan dalam kondisi sehat dan sesuai prosedur. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar kesadaran donor darah tumbuh secara berkelanjutan.


Kami sangat mengapresiasi semangat warga Desa Dermaji. Ketersediaan darah harus selalu dijaga karena kebutuhan darah di rumah sakit tidak pernah berhenti. Donor darah seperti ini sangat membantu, dan kami berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa menjadi pendonor adalah tindakan mulia sekaligus bermanfaat bagi kesehatan diri sendiri,” ungkap dr. Afifah.


Antusiasme warga yang hadir pun menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Sebagian peserta datang karena sudah pernah mendonor sebelumnya, sementara yang lain hadir dengan semangat mencoba untuk pertama kalinya. Kehadiran para pendonor ini menunjukkan bahwa kesadaran kemanusiaan tidak mengenal batas profesi, usia dewasa produktif, maupun latar belakang sosial. Selama memiliki niat membantu dan memenuhi syarat kesehatan, siapa pun bisa menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan ini.


Bagi sebagian warga, donor darah bukan hanya soal membantu orang lain, tetapi juga menjadi pengalaman emosional yang memberi kepuasan batin tersendiri. Ada rasa lega dan bangga ketika mengetahui bahwa darah yang disumbangkan kelak dapat menjadi penolong bagi orang yang sedang membutuhkan. Nilai itulah yang membuat donor darah selalu memiliki dimensi kemanusiaan yang sangat kuat.


Salah seorang peserta donor, yang hadir sebagai warga sekaligus bagian dari masyarakat yang mendukung kegiatan sosial di Desa Dermaji, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurutnya, donor darah memberikan pengalaman yang sederhana tetapi bermakna, terlebih karena dilakukan dalam suasana kebersamaan dan pelayanan yang baik dari panitia serta petugas medis.


Saya merasa senang bisa ikut donor darah hari ini. Selain membantu orang lain, saya juga jadi tahu kondisi kesehatan saya. Kegiatan seperti ini sangat bagus dan semoga bisa terus diadakan karena manfaatnya nyata untuk masyarakat,” ujar salah satu peserta donor.


Dari total 32 orang yang hadir, sebanyak 27 orang berhasil mendonor, sedangkan 5 orang lainnya belum dapat melanjutkan proses donor karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan saat pemeriksaan awal. Hal ini merupakan bagian wajar dari mekanisme donor darah, sebab keselamatan pendonor dan kualitas darah yang dihasilkan tetap menjadi prioritas utama. Justru melalui proses ini, masyarakat menjadi lebih paham bahwa donor darah dilakukan dengan standar yang ketat dan profesional.


Keberhasilan pelaksanaan kegiatan donor darah sukarela di Desa Dermaji ini menjadi gambaran bahwa semangat gotong royong masyarakat masih sangat kuat. Ketika kebutuhan kemanusiaan dijawab dengan partisipasi kolektif, maka desa tidak hanya menjadi ruang tinggal, tetapi juga ruang tumbuhnya nilai kepedulian dan solidaritas sosial. Inilah bentuk pengabdian yang sederhana, namun memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan orang lain.


Lebih dari sekadar agenda kesehatan, donor darah sukarela di Pendopo Darmokusumo telah menjadi simbol kepedulian sosial masyarakat Desa Dermaji. Di tengah kehidupan yang terus bergerak cepat, kegiatan ini mengingatkan bahwa nilai kemanusiaan tetap harus dirawat dan dijaga bersama. Setetes darah yang diberikan dengan ikhlas hari itu mungkin tak terlihat besar, tetapi bagi seseorang yang sedang membutuhkan, ia bisa menjadi harapan, keselamatan, bahkan kehidupan.


Melalui kegiatan ini, KDDS Desa Dermaji bersama UDD PMI Kabupaten Banyumas tidak hanya berhasil menyelenggarakan agenda donor darah yang tertib dan lancar, tetapi juga menanamkan pesan kuat bahwa kemanusiaan harus terus dihidupkan dalam tindakan nyata. Dari Dermaji, semangat itu kembali menyala: bahwa membantu sesama tidak selalu harus menunggu mampu dalam banyak hal, sebab terkadang cukup dimulai dari keberanian untuk berbagi setetes darah bagi kehidupan.


Kontributor: Pri Fauzi

Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama