Dominasi Hari Pertama: Kontingen Dojo Spensa Lumbir Borong Medali di Kejurdo Karate BKC Se-Jateng-DIY 2026



PURWOKERTO, INFO BANYUMAS– Kontingen Dojo Spensa Lumbir sukses menorehkan tinta emas dan mendominasi perolehan medali pada hari pertama ajang bergengsi Kejuaraan Karate Antar Dojo (Kejurdo) Bandung Karate Club (BKC) Piala SMK Ma'arif NU 1 Sumpuh Se-Jateng - DIY. Kompetisi sengit yang mempertemukan ratusan karateka terbaik dari berbagai daerah tersebut diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto, pada tanggal 16 hingga 17 Mei 2026. Dalam laga pembuka yang berlangsung super ketat, para atlet andalan SMPN 1 Lumbir (Spensa Lumbir) berhasil mengamankan total enam medali, yang terdiri dari 1 medali emas gemilang serta 5 medali perunggu di berbagai kelas bergengsi.


Kejuaraan karate antar dojo tersebut menjadi salah satu panggung pembuktian yang sangat kompetitif bagi para atlet muda di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Memasuki hari pertama pertandingan, atmosfer di dalam GOR Satria Purwokerto sudah dipenuhi oleh gemuruh semangat dan ketegangan dari para peserta maupun penonton yang hadir. Keterlibatan ratusan atlet dari seluruh Dojo BKC se-Jateng-DIY tersebut tidak hanya menjadikan turnamen sebagai ajang perebutan medali semata, melainkan juga berfungsi sebagai parameter penting bagi para pengurus dan pelatih untuk mengevaluasi efektivitas program latihan yang selama ini berjalan di dojo masing-masing.


Puncak prestasi Kontingen Dojo Spensa Lumbir pada hari pertama tersebut dipersembahkan oleh mautnya performa M. Adhaqil Shabitun Ali. Bertanding di kelas Kumite Junior -55kg Putra, Adhaqil tampil spartan dan dominan atas lawan-lawannya sejak babak penyisihan hingga sukses menaiki podium tertinggi sebagai Juara 1 untuk membawa pulang medali emas.


Keberhasilan emas tunggal tersebut kemudian disusul oleh rentetan performa impresif dari para karateka lainnya yang berhasil menyabet medali perunggu. Atlet serba bisa, Ahza Danish Hartanto, menjadi bintang dengan menyumbangkan dua medali perunggu sekaligus, yakni sebagai Juara 3 Kata Perorangan Pra Pemula Putra dan Juara 3 Kumite Pra Pemula -30kg Putra. Pencapaian luar biasa ini membuktikan ketangguhan mental Ahza yang mampu bersaing di dua disiplin karate yang berbeda secara simultan.


Tidak mau kalah, tiga srikandi dan dua kesatria Spensa Lumbir lainnya juga sukses mengamankan podium ketiga. Mezzaluna Gie Nailandry berhasil meraih Juara 3 Kumite Pra Pemula -25kg Putri setelah melalui pertarungan sengit di atas matras. Pada kelas yang lebih tinggi, Silfya Dwi Nuraeny juga sukses mengamankan posisi Juara 3 Kumite Pemula +47kg Putri.


Sementara itu, pada kategori bergengsi kelas dewasa, dua karateka tangguh Spensa Lumbir turut menyumbang medali di kelas berat. Rangga Aji Syahputra berhasil merebut Juara 3 Kumite Senior -67kg Putra, sedangkan rekan setimnya, Maulana Yusuf Jadti, melengkapi pesta kemenangan hari pertama dengan keluar sebagai Juara 3 Kumite Senior +67kg Putra setelah bertarung habis-habisan melawan atlet-atlet elit regional.


Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa turnamen tersebut memang sengaja didesain untuk menyaring bakat-bakat terpendam dari kelompok usia dini hingga senior. Melalui kategori open tersebut, kemampuan murni para karateka diuji secara transparan tanpa melihat batasan wilayah lokal yang sempit. Keberhasilan kontingen Spensa Lumbir menduduki berbagai peringkat juara di tingkat regional Jateng-DIY tersebut membuktikan bahwa mereka memiliki manajemen atlet yang solid dan berpotensi besar untuk diproyeksikan ke jenjang kejuaraan yang jauh lebih tinggi dan menantang di masa depan.


Pihak sekolah pendukung, yakni SMK Ma'arif NU 1 Sumpuh, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran seluruh rangkaian acara dari awal pembukaan hingga penyerahan medali hari pertama selesai dilakukan. Mereka menegaskan bahwa kolaborasi bersama Bandung Karate Club (BKC) dalam memperebutkan piala bergengsi ini diharapkan mampu terus memotivasi anak-anak muda agar tetap aktif dalam kegiatan positif, sekaligus menjauhkan mereka dari dampak negatif lingkungan modern melalui penanaman disiplin olahraga bela diri.



Keberhasilan yang diraih di atas matras pertandingan tentu tidak lepas dari kerja keras di balik layar serta dukungan moral yang kokoh dari tim pelatih, pihak sekolah, dan keluarga. Suasana haru dan bangga menyelimuti area paddock Kontingen Spensa Lumbir di GOR Satria Purwokerto saat evaluasi hari pertama selesai dilaksanakan.


Ditemui langsung secara eksklusif oleh jurnalis di sela-sela upacara penghormatan pemenang di GOR Satria Purwokerto, pelatih kepala yang mendampingi Kontingen Dojo Spensa Lumbir memberikan pernyataan resminya mengenai hasil yang diraih oleh anak didiknya tersebut


"Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian kolektif yang diraih oleh seluruh anak-anak hari ini. Hasil satu emas dari Adhaqil dan lima perunggu dari Ahza, Mezzaluna, Silfya, Rangga, serta Maulana adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan latihan spartan tanpa lelah yang mereka tunjukkan selama di dojo. Persaingan se-Jateng-DIY di GOR Satria ini benar-benar luar biasa ketat, di mana setiap dojo menurunkan karateka terbaik mereka. Hasil hari pertama ini menjadi modal evaluasi taktis kami untuk menghadapi sisa pertandingan esok hari, dan kami optimis bisa menambah pundi-pundi medali lagi."


Rasa bahagia dan antusiasme tinggi juga terpancar jelas dari raut wajah M. Adhaqil Shabitun Ali, sang peraih medali emas tunggal untuk kontingennya. Saat diwawancarai langsung mengenai perasaannya setelah berhasil naik ke atas podium juara pertama, karateka muda tersebut menyampaikan kesannya dengan penuh semangat.


"Saya merasa sangat senang, terharu, dan bangga bisa menyumbangkan medali emas di kelas Kumite Junior -55kg Putra untuk Dojo Spensa Lumbir. Pertandingan final tadi benar-benar menguras fisik dan emosi karena lawan tampil sangat agresif sejak detik pertama. Saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada pelatih, orang tua, dan teman-teman tim yang terus berteriak memberikan dukungan dari pinggir matras. Kemenangan ini bukan membuat saya cepat puas, melainkan menjadi motivasi besar bagi saya untuk berlatih jauh lebih keras lagi agar bisa mempertahankan prestasi ini di turnamen nasional berikutnya."

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama