KEDUNGBANTENG - Semangat menanamkan karakter dan jiwa kepemimpinan sejak usia dini kembali digelorakan Kwarran Kedungbanteng melalui kegiatan Kursus Orientasi Siaga yang digelar pada 13–14 Mei 2026 di Kebun Buah Batur Agung. Kegiatan ini diikuti sekitar 80 pembina Pra Siaga dari berbagai pangkalan TK dan PAUD di wilayah Kedungbanteng sebagai upaya memperkuat peran pembina dalam membentuk generasi yang mandiri, tangguh, dan berkarakter.
Pelatihan tersebut menjadi ruang penting bagi para pembina untuk memperdalam metode pendampingan anak usia dini melalui gerakan Pramuka. Tidak hanya mendapatkan materi teoritis, para peserta juga mengikuti praktik langsung tentang pola pembinaan yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh antusiasme, serta sarat semangat kebersamaan.
“KOS ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga ruang untuk berbagi pengalaman dan memperkuat komitmen kita sebagai pembina,” ujar Irma Pujiati dalam sambutannya.
Sebagai kegiatan pembinaan tingkat ranting, KOS memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi pendidikan karakter. Para pembina Pra Siaga yang sehari-hari mendampingi anak-anak usia dini dinilai menjadi sosok penting dalam menanamkan nilai dasar seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat kebersamaan. Melalui pelatihan ini, mereka dipersiapkan untuk menghadirkan kegiatan Pramuka yang lebih bermakna di pangkalan masing-masing.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi tentang pengenalan kepramukaan usia dini, metode bermain edukatif, teknik pembelajaran karakter, hingga simulasi kegiatan lapangan. Suasana pelatihan di area terbuka Kebun Buah Batur Agung menambah semangat peserta karena materi dapat langsung dipraktikkan dalam suasana alam yang mendukung proses belajar aktif.
“Anak-anak Pra Siaga adalah generasi penerus yang perlu kita dampingi dengan penuh kesabaran, kreativitas, dan kasih sayang,” lanjut Bunda Irma di hadapan peserta.
Ketua Kwarran Kedungbanteng, Supriyati, menegaskan bahwa pembina memegang peran penting dalam menanamkan jiwa kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, masa usia dini adalah periode emas untuk memperkenalkan nilai kebangsaan, kerja sama, kejujuran, dan rasa tanggung jawab yang akan menjadi bekal bagi anak-anak di masa depan.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak sekadar permainan atau rutinitas ekstrakurikuler, melainkan sarana pendidikan karakter yang memiliki dampak jangka panjang. Karena itu, pembina harus mampu menjadi teladan sekaligus pendamping yang inspiratif bagi anak-anak dalam proses tumbuh kembang mereka.
“Menjadi pembina bukan sekadar tugas, tetapi sebuah panggilan jiwa. Dari tangan para pembina inilah akan lahir generasi hebat yang mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” tutur Bunda Supriyati.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Anas Saeful Bahtiar yang hadir memberikan motivasi kepada peserta. Ia menilai KOS sebagai bentuk sinergi yang sangat positif antara dunia pendidikan dan gerakan Pramuka dalam memperkuat pendidikan karakter di satuan pendidikan, khususnya pada jenjang TK dan PAUD.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Oleh sebab itu, peran pembina menjadi sangat penting dalam menghadirkan kegiatan yang mampu membangun kepribadian anak agar tumbuh sebagai generasi yang cerdas, tangguh, dan memiliki nilai moral yang kuat.
“Kegiatan seperti ini sangat penting dalam menciptakan pembina yang profesional dan berdedikasi. Ilmu yang diperoleh harus diimplementasikan secara nyata di sekolah masing-masing,” kata Anas.
Selama pelatihan, para peserta juga diajak membangun jejaring antarpembina dari berbagai lembaga. Sesi diskusi kelompok dan praktik bersama menjadi kesempatan bagi mereka untuk bertukar pengalaman tentang strategi menghadapi anak usia dini, mengelola kegiatan Pramuka, serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.
Kebersamaan yang terbangun selama kegiatan menjadi salah satu kekuatan utama. Di tengah suasana alam Baseh yang asri, para pembina tidak hanya belajar, tetapi juga saling menguatkan komitmen bahwa mendidik anak-anak membutuhkan kesabaran, kreativitas, dan keteladanan yang konsisten.
Melalui KOS ini, Kwarran Kedungbanteng berharap para pembina Pra Siaga semakin siap menjalankan tugas dengan semangat baru. Nilai-nilai kepemimpinan, dedikasi, dan gotong royong yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada peserta didik di pangkalan masing-masing.
Di balik kegiatan sederhana selama dua hari itu, tersimpan harapan besar bagi masa depan generasi bangsa. Dari tangan para pembina yang digembleng di Kebun Buah Batur Agung, tumbuh keyakinan bahwa jiwa pemimpin tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan disemai sejak dini melalui sentuhan pendidikan yang tulus, sabar, dan penuh keteladanan.
Kontributor: HUMASTIKA Kwarran Kedungbanteng
Posting Komentar