SUMBANG, INFO BANYUMAS - Upaya memperkuat konsolidasi internal organisasi terus dilakukan PGRI Cabang Sumbang menjelang pelaksanaan Konferensi Kerja Cabang (Konkercab) Tahun 2026. Melalui rapat koordinasi yang melibatkan jajaran pengurus cabang dan pengurus ranting, organisasi profesi guru tersebut berkomitmen membangun sinergi yang semakin kuat sekaligus menyiapkan berbagai agenda strategis organisasi demi kemajuan pendidikan di wilayah Kecamatan Sumbang.
Rapat koordinasi yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut menjadi forum penting untuk menyatukan langkah dan menyerap berbagai aspirasi dari tingkat ranting. Selain membahas kesiapan teknis pelaksanaan Konkercab, forum juga dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi antarpengurus agar organisasi tetap solid, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan yang berkembang saat ini.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan santapan rohani yang disampaikan oleh Nashrullah, S.Pd.I. Dalam tausiyah bertema hikmah ibadah qurban, ia mengajak seluruh peserta menanamkan nilai keikhlasan, semangat pengorbanan, dan kebersamaan dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, semangat pengabdian menjadi fondasi penting dalam perjuangan dunia pendidikan maupun dalam menjalankan roda organisasi profesi.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika para peserta mengikuti jalannya rapat dengan antusias. Diskusi berlangsung dinamis karena masing-masing pengurus ranting menyampaikan pandangan serta masukan terkait kondisi organisasi maupun persoalan pendidikan di wilayahnya. Hal itu menunjukkan adanya semangat kolektif untuk menjadikan PGRI sebagai wadah perjuangan bersama bagi guru dan tenaga kependidikan.
Ketua PGRI Cabang Sumbang, Widi Haryono, S.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut merupakan bagian dari tahapan penting menuju pelaksanaan Konkercab Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi agenda rutin organisasi yang dilaksanakan setiap tahun sesuai amanat AD/ART PGRI, sedangkan konferensi cabang digelar lima tahun sekali sebagai forum strategis untuk menentukan arah kebijakan organisasi dan memilih kepengurusan baru.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pengurus cabang, tetapi juga bergantung pada kekuatan koordinasi hingga tingkat ranting. Karena itu, ia meminta seluruh pengurus ranting terus aktif menyampaikan informasi organisasi kepada anggota sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pengurus cabang dan anggota di lapangan.
“PGRI harus terus hadir sebagai organisasi profesi yang mampu menjadi rumah perjuangan bagi para guru dan tenaga kependidikan. Karena itu, sinergi antara pengurus cabang dan ranting harus terus diperkuat,” ujar Widi Haryono.
Ia menambahkan, komunikasi yang terbangun dengan baik akan menjadi modal utama dalam menjaga soliditas organisasi di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Dengan koordinasi yang kuat, setiap persoalan maupun kebutuhan anggota dapat segera ditindaklanjuti secara bersama-sama.
Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda penting turut dibahas secara mendalam. Salah satunya mengenai pembentukan tim verifikasi keuangan yang nantinya bertugas memastikan administrasi dan laporan keuangan organisasi berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Tim tersebut melibatkan unsur perwakilan dari berbagai jenjang pendidikan mulai TK/PAUD, SD/MI, hingga SMP/MTs.
Selain itu, forum juga membahas penunjukan petugas pembaca pernyataan sikap yang akan disampaikan pada pelaksanaan Konkercab mendatang. Pernyataan sikap tersebut nantinya menjadi representasi aspirasi anggota terhadap berbagai persoalan pendidikan maupun arah perjuangan organisasi ke depan.
Ketua Panitia Konkercab, Andika Kristianto, S.Pd., mengatakan bahwa Konkercab bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan momentum evaluasi sekaligus penyusunan langkah strategis organisasi untuk masa mendatang. Melalui forum tersebut, seluruh program kerja yang telah maupun belum terlaksana akan dikaji bersama agar organisasi semakin adaptif terhadap kebutuhan anggota.
Ia menilai keterlibatan aktif pengurus ranting sangat penting dalam menentukan kualitas hasil Konkercab. Sebab, berbagai aspirasi, persoalan, maupun gagasan pendidikan yang berkembang di tingkat bawah akan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan organisasi.
“Ketua ranting menjadi penghubung aspirasi anggota dengan pengurus cabang. Karena itu, masukan dari ranting menjadi bagian penting dalam merumuskan langkah organisasi agar semakin responsif terhadap kebutuhan anggota dan perkembangan dunia pendidikan,” kata Andika Kristianto.
Menurutnya, kekuatan organisasi terletak pada kemampuan mendengar suara anggota. Karena itu, setiap ranting diharapkan tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga aktif menyampaikan kondisi riil pendidikan di wilayah masing-masing. Dengan demikian, keputusan yang dihasilkan organisasi benar-benar mencerminkan kebutuhan anggota di lapangan.
Pada sesi informasi ke-PGRI-an, Dian Maharani, S.Pd., menyampaikan laporan hasil kegiatan Konferensi PGRI Jawa Tengah. Dalam paparannya, ia menjelaskan sejumlah perkembangan program organisasi tingkat provinsi yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas guru, penguatan perlindungan profesi, hingga pengembangan kualitas layanan organisasi kepada anggota.
Sementara itu, Sri Handayani, S.Pd., M.Pd., memberikan penjelasan terkait administrasi dan keuangan keanggotaan PGRI. Informasi tersebut disampaikan agar seluruh pengurus ranting memiliki pemahaman yang sama mengenai tertib administrasi organisasi, termasuk mekanisme pelaporan dan pengelolaan keuangan anggota.
Melalui musyawarah yang berlangsung secara demokratis, forum akhirnya menyepakati susunan tim verifikasi keuangan yang terdiri atas Teti Sustiani, S.Pd., Sri Wahyuti, S.Pd., dan Yosa Kusnandar, S.Pd. Selain itu, Sucipto, S.Pd., ditetapkan sebagai koordinator pernyataan sikap, sedangkan Slamet Priono, S.Pd., dipercaya sebagai pembaca pernyataan sikap pada pelaksanaan Konkercab mendatang.
Keputusan tersebut disambut positif peserta rapat karena dinilai mampu memperkuat kesiapan teknis maupun substansi pelaksanaan Konkercab Tahun 2026. Pengurus berharap seluruh perangkat organisasi yang telah dibentuk dapat bekerja optimal sehingga pelaksanaan konferensi berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif.
Sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi tersebut, seluruh pengurus ranting diminta segera melakukan konsolidasi di wilayah masing-masing. Langkah itu dilakukan untuk menghimpun berbagai aspirasi anggota, mulai dari persoalan pendidikan, kesejahteraan guru, penguatan organisasi, hingga berbagai gagasan strategis lainnya.
Seluruh aspirasi tersebut nantinya akan dituangkan dalam bentuk pernyataan sikap melalui Google Form yang telah disiapkan pengurus cabang. Cara tersebut dinilai lebih efektif untuk memudahkan pengumpulan data dan mempercepat proses penyusunan rekomendasi organisasi menjelang Konkercab.
Rapat koordinasi tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata komitmen PGRI Cabang Sumbang dalam membangun organisasi yang semakin solid dan aspiratif. Tidak hanya berfokus pada agenda internal, organisasi juga berupaya memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kecamatan Sumbang.
Pelaksanaan Konkercab Tahun 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada 18 Juni 2026 mendatang. Seluruh pengurus berharap forum tersebut dapat melahirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan anggota sekaligus memperkuat eksistensi PGRI sebagai organisasi profesi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan rapat akhirnya ditutup dengan pembacaan hamdalah dan doa bersama. Seluruh peserta berharap seluruh rangkaian Konkercab mendatang dapat berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi, serta membawa manfaat nyata bagi guru, tenaga kependidikan, dan kemajuan dunia pendidikan di Kecamatan Sumbang.

Posting Komentar