Mengabdi Lewat Teknologi, Dosen Amikom Purwokerto Bekali Guru PAUD Kediri dengan Keterampilan Digital Sekolah


PURWOKERTO - Transformasi digital di dunia pendidikan terus bergerak hingga ke tingkat pendidikan anak usia dini. Hal itulah yang tampak dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen Universitas Amikom Purwokerto, Nurfaizah, S.Kom., M.Kom., bersama tim mahasiswa di KB Tunas Bangsa dan TK Pertiwi 5 Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Melalui pelatihan teknologi digital sekolah, para guru PAUD diajak mengenal dan memanfaatkan berbagai platform digital untuk mendukung administrasi, publikasi, hingga pelayanan pendidikan di era modern.


Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PAUD Kediri tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Amikom Purwokerto sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi dan bisnis digital dalam mendukung peningkatan literasi teknologi di lingkungan pendidikan. Pelatihan tidak hanya bersifat teori, tetapi lebih menekankan praktik langsung agar para guru mampu mengaplikasikan keterampilan digital secara nyata dalam aktivitas sekolah sehari-hari.


“Guru PAUD berada di garda terdepan pendidikan dasar, sehingga perlu difasilitasi agar mampu memanfaatkan teknologi bukan hanya untuk komunikasi, tetapi juga untuk pengelolaan sekolah dan pelayanan kepada orang tua,” ujar Nurfaizah dalam sambutannya.


Pelatihan diawali dengan sesi pemanfaatan formulir online untuk kebutuhan administrasi sekolah. Dalam sesi tersebut, para guru dilatih membuat formulir pendaftaran peserta didik baru yang dapat diakses secara digital melalui telepon genggam. Langkah ini dinilai mampu mempermudah proses pengumpulan data calon siswa sekaligus mengurangi penggunaan formulir kertas yang selama ini rentan hilang atau rusak.


Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa, para guru tampak antusias mencoba membuat formulir digital mereka sendiri. Meski sebagian besar peserta sebelumnya hanya menggunakan ponsel untuk komunikasi sederhana, perlahan mereka mulai memahami bahwa perangkat yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan administrasi sekolah secara lebih efektif dan efisien.


“Melalui pelatihan ini, dosen dan mahasiswa hadir sebagai mitra yang mendampingi guru untuk naik kelas dalam hal literasi digital,” lanjut Nurfaizah di hadapan peserta pelatihan.


Setelah sesi formulir online, kegiatan berlanjut pada pengenalan platform desain Canva. Dalam sesi ini, para guru diajak membuat berbagai media promosi sekolah seperti poster profil lembaga, infografis program unggulan, hingga pamflet informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hasil desain tersebut nantinya dapat dibagikan melalui media sosial, grup pesan instan orang tua murid, maupun dipasang di lingkungan sekolah.


Kreativitas para peserta mulai terlihat ketika mereka mencoba memilih template, memadukan warna, menambahkan foto kegiatan sekolah, hingga menyusun kalimat promosi sederhana. Suasana pelatihan pun berlangsung hidup karena para guru saling berdiskusi dan berbagi ide mengenai tampilan desain yang menarik bagi masyarakat.


“Kami jadi tahu bahwa membuat poster sekolah ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Dengan Canva, kami bisa membuat informasi sekolah lebih menarik dan mudah dibagikan,” ungkap salah satu guru peserta pelatihan.


Materi berikutnya berfokus pada pemanfaatan website sekolah sebagai wajah digital lembaga pendidikan. Tim pengabdian menjelaskan bagaimana sekolah dapat menampilkan profil lembaga, visi dan misi, dokumentasi kegiatan, hingga informasi PPDB melalui laman web resmi sekolah agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.


Guru-guru juga dikenalkan pada dasar pengelolaan konten website, mulai dari menyiapkan naskah berita, memilih foto dokumentasi, hingga mengunggah dan memperbarui informasi secara berkala. Bagi sebagian peserta, pengalaman tersebut menjadi hal baru yang membuka wawasan bahwa sekolah kini perlu hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga di ruang digital.


“Website sekolah dapat menjadi sarana penting untuk memperkenalkan lembaga kepada masyarakat sekaligus membangun kepercayaan orang tua terhadap sekolah,” jelas salah satu anggota tim mahasiswa pendamping saat sesi praktik berlangsung.


Sepanjang kegiatan, suasana diskusi berlangsung dinamis. Para guru tidak ragu menyampaikan berbagai kendala teknis yang selama ini mereka alami, mulai dari keterbatasan pengetahuan teknologi hingga kebingungan mengelola media informasi sekolah secara digital. Tim dosen dan mahasiswa pun memberikan pendampingan secara intensif agar setiap peserta dapat memahami materi dengan baik.


Pelatihan ini tidak berhenti pada penyampaian teori semata. Setiap guru diminta menghasilkan karya nyata berupa formulir pendaftaran online, desain promosi sekolah menggunakan Canva, serta rancangan sederhana pembaruan konten website sekolah. Pendekatan praktik langsung tersebut membuat peserta lebih percaya diri untuk menerapkan keterampilan digital di lingkungan kerja mereka masing-masing.


Pihak sekolah menyambut positif kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Universitas Amikom Purwokerto tersebut. Mereka berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut melalui pelatihan lanjutan maupun pendampingan teknologi lainnya yang relevan dengan kebutuhan pendidikan anak usia dini di era digital.


Bagi Universitas Amikom Purwokerto, program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran dosen dan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus membantu sekolah-sekolah di Banyumas lebih siap menghadapi tantangan perkembangan teknologi.


Di balik layar laptop dan gawai yang digunakan para guru PAUD Kediri hari itu, tersimpan semangat besar untuk terus belajar dan berkembang. Dari ruang kelas sederhana di Kecamatan Karanglewas, langkah kecil menuju transformasi digital pendidikan mulai dibangun bersama, demi menghadirkan layanan pendidikan yang lebih modern, kreatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat masa kini.


Kontributor: Izah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama