Pada pelaksanaan O2SN tingkat Kecamatan Lumbir tahun ini, panitia mempertandingkan dua nomor Kids Athletik, yaitu Kanga Escape dan Formula 1. Kompetisi tersebut diikuti oleh siswa-siswi sekolah dasar terbaik dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Lumbir yang sebelumnya telah lolos seleksi di tingkat sekolah masing-masing. Peserta dibagi ke dalam kategori putra dan putri untuk memberikan kesempatan yang adil dalam berkompetisi.
Di tengah persaingan yang berlangsung ketat, Azzahra Ramadhani tampil impresif. Siswi SDN 4 Cingebul tersebut berhasil menjadi yang tercepat pada nomor Kanga Escape sehingga berhak meraih Juara 1. Tidak berhenti sampai di situ, Zahra juga menunjukkan performa yang konsisten pada nomor Formula 1 dan sukses meraih Juara 2. Raihan dua prestasi sekaligus tersebut menjadikan Zahra sebagai salah satu peserta yang paling menonjol dalam cabang Kids Athletik tahun ini.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SDN 4 Cingebul. Selain mengharumkan nama sekolah, prestasi yang diraih Zahra juga menjadi bukti keberhasilan pembinaan olahraga yang dilakukan secara berkelanjutan oleh sekolah. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Ajang O2SN sendiri merupakan program kompetisi olahraga siswa yang diselenggarakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga nasional. Melalui kegiatan tersebut, siswa-siswi berbakat di bidang olahraga diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus menjadi sarana pembinaan atlet usia dini.
Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Lumbir, Rendi Ariwibowo, menjelaskan bahwa O2SN merupakan bagian dari proses pembinaan atlet yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Menurutnya, seluruh peserta yang tampil pada tingkat kecamatan telah melalui proses seleksi yang cukup panjang di sekolah masing-masing.
“Kegiatan ini merupakan lomba yang dilaksanakan secara berjenjang. Tahap pertama dilakukan seleksi di masing-masing sekolah untuk menentukan peserta terbaik. Setelah itu dilanjutkan dengan seleksi dan pertandingan di tingkat kecamatan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Semoga melalui O2SN ini lahir atlet-atlet muda berbakat yang dapat membawa nama baik Kecamatan Lumbir di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Rendi.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan O2SN tidak terlepas dari dukungan semua pihak, mulai dari guru PJOK, kepala sekolah, panitia pelaksana, hingga orang tua yang selalu memberikan motivasi kepada putra-putrinya. Sinergi yang baik tersebut menjadi modal penting dalam membangun budaya olahraga yang sehat di lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, dari SDN 4 Cingebul, Zahra mampu menjadi yang tercepat pada nomor Kanga Escape dan menjadi yang tercepat kedua pada nomor Formula 1. Hasil ini tentu tidak diperoleh secara instan. Zahra menjalani latihan dengan detail, rutin, dan serius. Kami berusaha mempersiapkan setiap aspek yang diperlukan, mulai dari teknik dasar, kecepatan, kelincahan, hingga mental bertanding. Syukur alhamdulillah, semua usaha tersebut membuahkan hasil yang membanggakan,” kata Puji.
Ia menjelaskan bahwa Kids Athletik bukan hanya mengandalkan kecepatan semata, tetapi juga membutuhkan koordinasi gerak, ketepatan teknik, konsentrasi, serta kemampuan mengendalikan diri saat bertanding. Oleh karena itu, setiap peserta harus menjalani latihan secara bertahap agar mampu tampil maksimal saat kompetisi berlangsung.
Di balik keberhasilan yang diraih tahun ini, Zahra ternyata menyimpan kisah perjuangan yang cukup mengharukan. Pada pelaksanaan O2SN tahun sebelumnya, ia belum mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya karena mengalami cedera pada pergelangan kaki hanya beberapa hari sebelum perlombaan berlangsung. Kondisi tersebut membuatnya harus bertanding dalam keadaan yang tidak sepenuhnya fit.
baca juga:
- MENEROPONG "PARA PAMAN" DENGAN TEROPONG SAINS DAN NURANI
- Menantang Batas Kemampuan, 15 Siswa Terbaik SDN Ajibarang Wetan Siap Ukir Prestasi di OSN Banyumas 2026
Zahra mengaku sangat bersyukur karena pada tahun ini dirinya dapat bangkit dari pengalaman tersebut dan berhasil meraih prestasi yang selama ini diimpikannya.
“Saya sangat senang dan bersyukur bisa meraih juara tahun ini. Tahun lalu saya belum bisa tampil maksimal karena sekitar seminggu sebelum lomba mengalami cedera pada pergelangan kaki. Saat itu saya tetap berusaha mengikuti lomba, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Alhamdulillah tahun ini saya bisa berlatih dengan baik dan akhirnya berhasil mendapatkan juara. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru, pelatih, orang tua, serta teman-teman yang selalu memberikan semangat dan dukungan kepada saya,” ujar Zahra.
Menurut Zahra, pengalaman gagal meraih hasil maksimal pada tahun lalu justru menjadi motivasi untuk berlatih lebih giat. Ia berusaha memperbaiki kekurangan, meningkatkan kemampuan fisik, dan menjaga kondisi tubuh agar siap menghadapi perlombaan tahun ini.
“Saya ingin terus berlatih agar bisa meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Semoga ke depan saya bisa membawa nama baik SDN 4 Cingebul pada tingkat yang lebih tinggi dan membanggakan orang tua serta sekolah,” tambahnya.
Prestasi yang diraih Zahra juga mendapat apresiasi dari Kepala SDN 4 Cingebul, Suripto. Ia menyampaikan rasa bangga atas capaian yang berhasil diraih siswinya dalam ajang tingkat kecamatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan seorang peserta didik tidak pernah lepas dari kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak.
“Prestasi yang diraih Zahra merupakan capaian yang luar biasa dan sangat membanggakan bagi keluarga besar SDN 4 Cingebul. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari guru, pelatih, orang tua, komite sekolah, hingga masyarakat yang selalu memberikan dukungan. Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi yang baik, kerja keras, dan semangat kebersamaan, kita mampu menghasilkan siswa-siswi yang berprestasi dan berdaya saing,” ungkap Suripto.
Ia menambahkan bahwa sekolah akan terus berkomitmen mendukung pengembangan bakat dan minat peserta didik melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian nilai di kelas, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan, dan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Keberhasilan Azzahra Ramadhani meraih Juara 1 Kanga Escape dan Juara 2 Formula 1 menjadi bukti bahwa semangat pantang menyerah mampu mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. Dari pengalaman cedera yang sempat menghambat langkahnya pada tahun lalu, Zahra berhasil bangkit dan menunjukkan kualitasnya sebagai atlet muda berbakat.
Prestasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen SDN 4 Cingebul dalam mendukung pengembangan potensi peserta didik di berbagai bidang. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan yang positif, diharapkan semakin banyak siswa yang berani bermimpi, berusaha, dan mengukir prestasi untuk mengharumkan nama sekolah serta daerahnya. Bagi Zahra, dua trofi yang diraih tahun ini bukan sekadar penghargaan, melainkan simbol perjuangan, kerja keras, dan keyakinan bahwa setiap tantangan dapat dihadapi dengan tekad yang kuat.
Kontributor: Ade Saputro
Editor: Suripto


Posting Komentar