BANYUMAS, www.infobanyumas.com – Bidang Bina Satuan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas memaparkan Program Kerja Tahun 2026 dalam forum koordinasi bersama Wakil Ketua Bidang Bina Satuan Kwartir Ranting se-Kwarcab Banyumas. Kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi sharing dan forum group discussion (FGD) guna membahas berbagai tantangan pengelolaan gugus depan (Gudep) di tingkat satuan pendidikan.
Paparan program kerja disampaikan Sekretaris Bidang Bina Satuan, Kak Taryono, yang akrab disapa Kak Yoyon, menegaskan bahwa program kerja tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memperkuat kolaborasi, diskusi, dan brainstorming bersama kwartir ranting. Hal tersebut Ia sampaikan pada Rapat Koordinasi Bidang Bina Satuan yang dipimpin langsung oleh Waka Bina Satuan Kwarcab Banyumas, Kak Agus Angraito, Jumat, 5 Juni 2026 di Ruang Rapat Gedung Arpusarda Kabupaten Banyumas.
Forum diskusi berlangsung dinamis ketika peserta membahas implementasi delapan aspek Gudep yang selama ini menjadi bagian penting dalam penilaian dan pengembangan Gudep mantap.
Wakil Ketua Bidang Bina Satuan Kwarran Purwokerto Timur, Kak Ahmad Soeharto, menyampaikan bahwa administrasi sebenarnya tidak menjadi persoalan besar apabila dikerjakan secara rutin dan berkelanjutan.
“Administrasi kalau dikerjakan rutin sebenarnya tidak memberatkan. Yang cukup berat justru keharusan adanya sanggar sebagai bagian dari kelengkapan Gudep,” ujar Kak Ahmad Soeharto.
Sementara itu, Kak M Robani, yang akrab disapa Kak Robi menilai delapan aspek Gudep sejatinya menjadi sarana pembinaan agar gugus depan dapat berkembang menjadi Gudep mantap dan berkualitas.
“Delapan aspek itu merupakan sarana pembinaan bagi Gudep untuk menjadi Gudep mantap. Jadi bukan semata-mata beban administrasi,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa SKU, SKK, dan TKK merupakan bagian dari kurikulum pembinaan kepramukaan yang dirancang untuk membantu peserta didik mencapai berbagai kecakapan dan keterampilan dalam kegiatan Pramuka.
Selain itu, dalam forum tersebut juga disampaikan mengenai program Kursus Mahir Dasar (KMD) bagi Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus) yang diinisiasi Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Kwarcab Banyumas guna meningkatkan kompetensi kepramukaan.
Kak Yusep dalam kesempatan itu menekankan pentingnya konsistensi dan penguatan tata kelola Gudep agar seluruh proses pembinaan berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Semua harus dikerjakan secara rutin. Selain itu, perlu penguatan peran Ka Mabigus dalam pengelolaan Gudep serta optimalisasi manajemen berbasis aset,” ungkap Kak Yusep.
Ia menambahkan, keberhasilan pengelolaan Gudep harus dilalui dengan proses yang terencana dan terukur mulai dari tahap perencanaan hingga tindak lanjut.
“Semua dilalui dengan perencanaan yang baik, pelaksanaan yang optimal, evaluasi yang objektif, refleksi yang jujur, dan tindak lanjut dengan komitmen,” tegasnya.
Sementara itu, Kak Doni menyampaikan arah kebijakan baru Kwarcab Banyumas dalam pola pembinaan Gugus Depan. Ke depan, pembinaan langsung ke Gudep akan lebih banyak dilakukan oleh kwartir ranting sebagai ujung tombak pembinaan di wilayah masing-masing.
“Ke depan Kwarcab tidak akan turun langsung ke Gudep, tetapi Kwartir Ranting yang akan lebih aktif turun melakukan pembinaan dan pendampingan,” ujar Kak Doni.
Melalui forum tersebut, Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara Kwarcab dan kwartir ranting dalam mewujudkan tata kelola Gudep yang aktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan organisasi kepramukaan. (Doni/YK)

Posting Komentar