AJIBARANG, INFO BANYUMAS — Dalam rangka meningkatkan profesionalisme
dan memfasilitasi pengembangan karier tenaga pendidik, Pengurus Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) Cabang Ajibarang menggelar Pelatihan Pendampingan
Ujian Kompetensi Jenjang Jabatan (UKJJ) bagi para guru. Kegiatan strategis yang
berfokus pada pembekalan teknis dan administratif tersebut dilaksanakan pada
Selasa, 30 Juni 2026, bertempat di Aula Korwilcam Dindik Ajibarang. Pelatihan
ini diikuti oleh puluhan guru calon peserta ujian dari berbagai jenjang sekolah
yang berkomitmen untuk mempersiapkan diri secara optimal demi meraih hasil
maksimal dalam seleksi kenaikan jenjang jabatan fungsional mereka.
Membuka Peluang dan Mengurai Regulasi Kenaikan Jabatan
Pelaksanaan pelatihan pendampingan ini dilatarbelakangi oleh
pentingnya pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme, materi, serta
tahapan pelaksanaan UKJJ yang kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para
pendidik. Melalui program tersebut, PGRI Cabang Ajibarang hadir untuk
memberikan pendampingan intensif dalam pemenuhan persiapan administrasi, yang
meliputi penyusunan, kelengkapan, hingga proses verifikasi dokumen yang
dipersyaratkan oleh sistem. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali
para guru dengan strategi taktis dan keterampilan khusus agar mereka mampu
menghadapi ujian secara optimal. Pada jangka panjang, langkah konkret ini
diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru,
yang secara otomatis menjadi bagian integral dari pengembangan karier serta
peningkatan mutu pendidikan di wilayah Ajibarang.
Terkait dengan regulasi dan mekanisme kelayakan peserta,
informasi penting mengenai pemutakhiran data kepegawaian turut menjadi sorotan
utama dalam pelatihan tersebut. Berdasarkan penjelasan teknis di lapangan, agar
seorang guru dapat terpanggil untuk mengikuti uji kompetensi, mereka diwajibkan
untuk melengkapi dan memperbarui seluruh data pribadi maupun kedinasan mereka
di aplikasi MyASN. Ada beberapa persyaratan mutlak yang harus terpenuhi agar
undangan ujian dapat muncul secara otomatis di akun masing-masing guru, di
antaranya adalah pemenuhan angka kredit yang telah mencukupi serta masa kerja
pada pangkat terakhir yang minimal sudah berjalan selama dua tahun. Apabila
seluruh persyaratan administratif tersebut sebenarnya telah terpenuhi namun
guru yang bersangkutan belum juga mendapatkan panggilan resmi, hal tersebut
mengindikasikan adanya kekeliruan atau ketidaksinkronan data, baik pada sistem
MyASN maupun pada data pokok pendidikan (Dapodik). Oleh karena itu, para tenaga
pendidik diimbau untuk lebih teliti, peduli, dan memberikan perhatian ekstra
terhadap validitas data kepegawaian mereka sendiri.
Dalam sesi pemaparan materi inti, para peserta disajikan
gambaran umum mengenai peta sebaran dan karakteristik soal yang akan diujikan
dalam UKJJ berdasarkan jenjang jabatan yang dituju. Untuk guru yang beralih ke
jenjang Ahli Pertama, fokus ujian akan menitikberatkan pada Situational
Judgment Test (SJT), sedangkan untuk transisi dari jenjang Muda ke Madya,
peserta akan dihadapkan pada ujian berbasis studi kasus. Secara umum, ruang
lingkup soal yang diujikan mencakup tiga ranah kompetensi utama, yaitu
kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, serta kompetensi pedagogik.
Secara teknis, peserta pelatihan diinformasikan bahwa ujian SJT terdiri dari 68
soal yang harus diselesaikan dalam alokasi waktu 120 menit, sementara untuk
ujian studi kasus terdiri atas 12 soal dengan durasi pengerjaan selama 30
menit. Guna mempermudah pemahaman peserta, dipaparkan pula berbagai contoh soal
dari lintas kompetensi tersebut lengkap dengan metode penyelesaiannya serta
strategi pengerjaan taktis yang dirangkum dalam konsep 5M, yaitu membaca inti
masalah (scanning), menentukan kompetensi yang akan diuji, mengeliminasi
dua pilihan jawaban yang paling tidak tepat, membandingkan tiga pilihan jawaban
terbaik, hingga akhirnya memilih opsi yang dinilai paling efektif.
Suara Pemimpin dan Penyelenggara: Sinergi untuk Kelulusan
Mutlak
Keberhasilan penyelenggaraan acara ini tidak lepas dari
kolaborasi kuat antara jajaran dinas pendidikan, pengurus organisasi profesi,
dan kelompok kerja kepala sekolah yang memiliki visi searah dalam memajukan
kualitas sumber daya manusia di dunia pendidikan.
Koordinator Korwilcam Dindik Ajibarang, Fresti Listianu,
S.Pd.Aud., memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif penyiapan mutu
guru ini dan berharap program semacam ini dapat dilaksanakan secara
berkelanjutan.
"Apresiasi saya berikan kepada PGRI Cabang Ajibarang
yang sudah melakukan gebrakan dengan melaksanakan kegiatan ini. Kepada peserta
yang mengikuti pelatihan pendampingan UKJJ harap mengikuti ini dengan baik
karena pelaksanaan sebelumnya ada beberapa guru yang tidak lulus UKJJ. Besar
harapan saya dengan mengikuti kegiatan pendampingan ini, guru-guru Ajibarang
mendapatkan bekal dalam menghadapi ujian kompetensi dan semoga seluruh peserta
UKJJ dapat lulus. Semoga kegiatan ini bukan hanya berhenti di sini tapi berlanjut
untuk tahun-tahun berikutnya," ujar Fresti Listianu saat memberikan
sambutannya.
Di sisi lain, Ketua PGRI Cabang Ajibarang, Daryanto, S.Pd.,
menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh elemen pendukung yang telah
bekerja keras merealisasikan pelatihan ini sebagai bentuk pelayanan organisasi
kepada anggotanya.
"Terima kasih kepada panitia yang sudah menyiapkan
kegiatan ini. Terima kasih kepada K3S Ajimruyung, dan terima kasih kepada Pak
Yusep Kurniawan yang sudah meluangkan waktu menjadi narasumber. UKJJ merupakan
salah satu syarat untuk kenaikan jenjang jabatan fungsional guru, maka dari itu
PGRI memfasilitasi kegiatan ini agar guru-guru di Ajibarang dapat lolos UKJJ
dengan baik," tutur Daryanto dengan optimis.
Ketua Penyelenggara Kegiatan, Karso, S.Pd., menjabarkan
lebih lanjut mengenai detail kepesertaan serta menegaskan pentingnya
kedisiplinan persiapan para peserta sejak dini agar tidak terhambat oleh
kendala teknis.
"Kegiatan ini merupakan program kerja dari PGRI Cabang
Ajibarang. Terima kasih kepada K3S Ajimruyung yang sudah memberikan dukungan
baik secara moril maupun dukungan materi. Peserta kegiatan ini ditujukan kepada
guru yang sudah memenuhi syarat dan sasaran dari panitia adalah guru SD, MI,
SMP, dan SMA. Jumlah peserta keseluruhan adalah 85 peserta. Persiapan harus
dilakukan sejak awal baik administrasi maupun syarat-syarat lainnya,"
jelas Karso di sela-selas acara.
Strategi 5M dan Kunci Menembus Sistem Uji Kompetensi
Hadir sebagai narasumber utama dalam pelatihan tersebut,
Sekretaris PGRI Kabupaten Banyumas, Yusep Kurniawan, S.Pd., M.Pd., mengupas
tuntas mengenai taktik menghadapi sistem komputasi ujian serta memberikan
formula khusus agar para peserta mampu membedakan bobot nilai pada setiap
pilihan jawaban.
"Untuk Ahli Pertama, soal yang dihadapi adalah SJT (Situational
Judgment Test), sedangkan dari jenjang Muda ke Madya ada uji kasus. Lingkup
soal melingkupi kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, dan
pedagogik. Soal SJT berjumlah 68 soal dengan waktu 120 menit, sementara studi
kasus ada 12 soal dengan waktu 30 menit," urai Yusep Kurniawan di hadapan
para peserta.
Beliau juga mengingatkan bahwa ketelitian dalam mengelola
akun kepegawaian digital merupakan langkah awal yang krusial sebelum berbicara
mengenai substansi materi ujian.
"Untuk terpanggil uji kompetensi, kita harus melengkapi
data di MyASN. Syarat-syaratnya adalah angka kredit harus terpenuhi dan pangkat
terakhir adalah dua tahun. Jika syarat sudah terpenuhi maka otomatis akan
terpanggil. Jika syarat sudah terpenuhi tapi belum terpanggil, maka ada yang
salah, mungkin di MyASN atau Dapodik. Jadi kita harus lebih memperhatikan
data-data kita atau bahasa Jawanya open," tegasnya menambahkan.
Menutup pemaparannya, Yusep memberikan visualisasi pemecahan
soal menggunakan metode bernalar cepat yang diharapkan dapat menghemat waktu
pengerjaan guru saat ujian berlangsung.
"Strategi pengerjaannya adalah 5M. Pertama, membaca
inti masalah atau scanning. Kedua, menentukan kompetensi yang akan
diuji. Ketiga, menghilangkan dua jawaban yang paling lemah. Keempat,
membandingkan tiga jawaban terbaik, dan kelima adalah memilih yang paling
efektif," pungkas Yusep sembari memperagakan simulasi pembahasan soal di
layar digital aula.


Posting Komentar