Penyesuaian Anggaran Drastis, Pemdes Pekuncen Gelar Musdes Perubahan APBDes 2026 dan Bentuk Panitia HUT RI



PEKUNCEN, INFO BANYUMAS — Pemerintah Desa Pekuncen menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026 di aula pertemuan desa setempat, Selasa siang. Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat guna menyiasati pemangkasan alokasi Dana Desa (DD) yang cukup signifikan pada tahun berjalan, sekaligus merumuskan skala prioritas pembangunan baru demi menjaga stabilitas program kemasyarakatan yang mendesak. Sesuai dengan mekanisme yang berlaku, forum ini juga dimanfaatkan untuk menyepakati agenda nasional melalui pembentukan kepanitiaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tingkat desa.


Pertemuan krusial yang dimulai tepat pukul 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan yang komprehensif, mulai dari tingkat ekskutif kecamatan hingga keterwakilan pemuda. Tampak hadir di lokasi acara di antaranya Camat Pekuncen, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum), Pendamping Desa, Kepala Desa beserta seluruh jajaran perangkat, unsur tiga pilar yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Selain itu, keterwakilan elemen masyarakat juga diperkuat oleh kehadiran pengurus Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), seluruh Ketua RT dan RW, Ketua Tim Penggerak PKK, hingga perwakilan pemuda dari Karang Taruna Desa Pekuncen.


Rasionalisasi Anggaran dan Penentuan Prioritas

Dalam sesi pemaparan utama, Kepala Desa Pekuncen menjabarkan secara rinci mengenai kondisi finansial desa yang mengalami dinamika luar biasa pada tahun anggaran 2026 ini. Pada awal tahun, Desa Pekuncen tercatat hanya menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp373.000.000, sebuah angka yang merosot tajam jika dibandingkan dengan perolehan tahun lalu yang mencapai Rp1.390.000.000. Akibat penurunan drastis tersebut, pemerintah desa dituntut untuk melakukan langkah penyesuaian yang luar biasa ketat. Evaluasi total terhadap draf APBDes murni menjadi hal yang tidak dapat dihindari agar program kerja sisa tahun ini tetap berjalan efektif dan tepat sasaran.


Kepala Desa Pekuncen menegaskan bahwa penurunan alokasi dana yang mencapai miliaran rupiah tersebut memaksa seluruh pemangku kebijakan desa untuk menyisir kembali program-program kerja yang telah direncanakan sebelumnya. Melalui musyawarah tersebut, disepakati bahwa perubahan akan difokuskan secara penuh pada bidang-bidang kegiatan yang sifatnya mendesak serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Pihaknya menggarisbawahi bahwa sisa anggaran yang ada harus dikelola dengan prinsip efisiensi tertinggi, di mana prioritas utama akan diarahkan pada sektor pelayanan dasar, penanggulangan kemiskinan, dan stimulus ekonomi desa yang tidak dapat ditunda lagi.


Tata Kelola Transparan dan Agenda Nasional

Mekanisme pembahasan draf perubahan itu sendiri berjalan dinamis namun tetap kondusif di bawah kendali pimpinan rapat, yakni Ketua BPD Pekuncen. Mengawali pembahasan teknis, Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Pekuncen membacakan secara detail lembar demi lembar rincian anggaran perubahan yang mengalami pergeseran atau rasionalisasi. Transparansi pembacaan dokumen anggaran ini penting dilakukan agar seluruh peserta rapat, terutama para Ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat, mengetahui secara pasti kegiatan apa saja yang ditiadakan, dikurangi, atau justru dipertahankan demi kemaslahatan warga.


Setelah merampungkan pembahasan anggaran, forum musyawarah yang dipimpin oleh Ketua BPD tersebut juga secara resmi mengesahkan pembentukan Panitia Peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 tingkat Desa Pekuncen. Mengingat pentingnya pembagian tugas yang terstruktur dalam menyambut hari bersejarah tersebut, forum sepakat menunjuk Guntur Danang Sulistyawan sebagai Ketua Panitia. Untuk mendukung kerja organisasional, posisi Sekretaris diamanahkan kepada Imam Subekti, sementara urusan pengelolaan keuangan dan pendanaan kepanitiaan dipercayakan kepada Sismik Mundiarto sebagai Bendahara.


Menanggapi dinamika anggaran dan pelaksanaan Musdes ini, Camat Pekuncen memberikan pandangan strategisnya mengenai pentingnya menjaga marwah demokrasi dan transparansi di tingkat pemerintahan desa.


"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dilaksanakannya Musdes ini sebagai forum tertinggi dalam memutuskan kebijakan di tingkat desa. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari alur konstitusional sebelum dilakukannya penetapan perubahan APBDes secara resmi. Meskipun terjadi penyesuaian anggaran yang cukup signifikan, keterbukaan jalannya musyawarah hari ini membuktikan bahwa Pemerintah Desa Pekuncen dan BPD mampu bersikap dewasa dan bijaksana dalam mencari solusi terbaik bagi masyarakat," ujar Camat Pekuncen dalam sambutannya.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pekuncen juga menyampaikan komitmen dan pandangan optimistisnya di hadapan seluruh peserta musyawarah mengenai masa depan pembangunan desa di tengah keterbatasan fiskal.


"DD tahun 2026 ini memang mengalami penyesuaian yang sangat besar setelah pada awal tahun kita mendapati DD sebesar Rp373.000.000, setelah pada tahun lalu kita bisa mengelola sebesar Rp1.390.000.000. Oleh karena itu, pada hari ini dilakukan perubahan yang memprioritaskan bidang kegiatan yang mendesak dan menjadi prioritas di sisa anggaran yang ada. Kami berharap seluruh elemen masyarakat, dari RT hingga Karang Taruna, dapat saling bahu-membahu memaksimalkan potensi yang ada dan menyukseskan juga agenda HUT RI yang sudah kita susun kepanitiaannya," pungkas Kepala Desa Pekuncen.


(Reporter/Penulis: Maz Anang)

 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama