PURWOKERTO, INFO BANYUMAS – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyumas memperkokoh komitmennya dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama bagi generasi muda di wilayahnya. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pelaksanaan monitoring, evaluasi (monev), serta audiensi intensif bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas selaku instansi pembina Satuan Karya (Saka) Amal Bakti, yang berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026. Langkah kolaboratif tersebut sengaja dirancang untuk meningkatkan mutu serta jangkauan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pandega, sekaligus menyelaraskan program kepramukaan dengan misi pemerintah dalam menciptakan kehidupan beragama yang harmonis, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.
Pertemuan dinamis yang
berlangsung di Purwokerto tersebut dipimpin secara langsung oleh Wakil Ketua
Bidang Pembinaan Satuan Kwarcab Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., dengan
didampingi oleh Sekretaris Bidang Pembinaan Satuan Taryono, S.T., MPA., serta
jajaran Andalan Bidang Pembinaan Satuan. Agenda audiensi ini merupakan bagian
integral dari rangkaian evaluasi berkala terhadap lima Satuan Karya Pramuka
yang aktif di Kabupaten Banyumas, yang juga menjadi perwujudan nyata dari
program prioritas Ketua Kwarcab Banyumas untuk mengoptimalkan potensi kaum
muda.
Dalam kesempatan tersebut, pihak
Kwarcab Banyumas bersama Kemenag Banyumas secara mendalam mengkaji ulang
efektivitas pelaksanaan pembinaan yang telah berjalan di dalam wadah Saka Amal
Bakti. Kedua belah pihak juga secara aktif mengeksplorasi berbagai peluang
kemitraan baru guna melahirkan program kepramukaan yang adaptif, sejalan dengan
fungsi utama Kementerian Agama dalam memperkuat fondasi kerukunan antarumat
beragama di Indonesia.
Sebagai organisasi yang bergerak
khusus di bidang keagamaan dan bakti sosial, Saka Amal Bakti dinilai memiliki
posisi yang sangat strategis. Melalui wadah ini, para Pramuka Penegak dan
Pandega diberikan ruang seluas-luasnya untuk mengasah jiwa kepemimpinan serta
kepekaan sosial mereka. Guna menyistematiskan proses pembinaan tersebut, Saka
Amal Bakti di bawah naungan Kemenag Banyumas menyelenggarakan empat pilar
pembinaan utama yang disebut krida, yakni Krida Moderasi dan Kerukunan, Krida
Filantropi, Krida Bimbingan Masyarakat dan Kemaslahatan, serta Krida Pendidikan
Keagamaan.
Pada implementasinya, Krida
Moderasi dan Kerukunan difokuskan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai
pentingnya sikap toleransi di tengah keberagaman bangsa. Sementara itu, Krida
Filantropi bergerak untuk mengasah kepedulian sosial anggota melalui aksi
kemanusiaan dan budaya berbagi. Di sisi lain, Krida Bimbingan Masyarakat dan
Kemaslahatan mengarahkan para anggota untuk terlibat dalam program pelayanan
keagamaan masyarakat, sedangkan Krida Pendidikan Keagamaan fokus membekali
mereka dengan wawasan akademis dan moral guna mendukung sistem pendidikan
karakter berbasis agama.
Audiensi ini juga menelurkan
rencana aksi bersama berupa kegiatan-kegiatan inovatif di masa mendatang. Kedua
instansi sepakat untuk merancang agenda kolaboratif seperti kemah bakti lintas
agama, pelatihan kader moderasi beragama, aksi sosial kemanusiaan, hingga
peningkatan literasi keagamaan yang melibatkan anggota Pramuka secara masif.
Sinergi ini diharapkan mampu mencetak kader-kader muda yang siap menjadi agen
perubahan sosial demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan
Satuan Kwarcab Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan
monitoring dan evaluasi ini harus dipandang sebagai momentum krusial untuk
mempererat hubungan dengan instansi pembina serta merespons dinamika zaman
secara cepat.
"Kami ingin setiap satuan
karya terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman dan karakter instansi
pembinanya. Melalui audiensi ini, kami berdiskusi bagaimana Saka Amal Bakti
dapat menjadi wadah pembinaan yang semakin relevan dalam membentuk generasi muda
yang religius, toleran, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,"
ujar Agus saat memberikan keterangan resmi di lokasi kegiatan, Kamis (9/7).
Lebih lanjut, Agus menjabarkan
bahwa nilai-nilai universal yang ditanamkan dalam Saka Amal Bakti merupakan
instrumen penting bagi anggota Pramuka untuk menghadapi kompleksitas tantangan
zaman modern yang kian tidak menentu.
"Saka Amal Bakti bukan hanya
mengajarkan pengetahuan tentang kehidupan beragama, tetapi juga menanamkan
semangat pengabdian, gotong royong, moderasi beragama, dan kepedulian terhadap
sesama. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk Pramuka Penegak dan Pandega
menjadi pribadi yang berintegritas sekaligus mampu menjadi teladan di
lingkungan masyarakat," jelasnya secara mendalam.
Di akhir penjelasannya, Agus
menguraikan keuntungan timbal balik yang didapatkan, baik oleh Kemenag sebagai
instansi pembina maupun oleh para anggota Pramuka itu sendiri dalam jenjang
karier kepanduan mereka.
"Kami berharap Saka Amal
Bakti dapat menjadi kepanjangan tangan Kementerian Agama dalam
menyosialisasikan berbagai program kepada masyarakat melalui generasi muda. Di
sisi lain, anggota Pramuka memperoleh pengalaman, wawasan, dan keterampilan
baru yang sesuai dengan bidang keagamaan dan sosial. Hal ini sekaligus menambah
pilihan satuan karya yang dapat diikuti sebagai salah satu persyaratan
pencapaian Pramuka Garuda golongan Penegak," pungkas Agus menutup
wawancara.


Posting Komentar