Sambut Murid Baru dengan Hangat, SDN 4 Cingebul Gelar Sosialisasi MPLS Ramah Bersama Wali Murid Perkuat Komitmen Pendidikan


Cingebul, Info Banyumas. SD Negeri 4 Cingebul, Korwilcam Dindik Lumbir, terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru. Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah menggelar Sosialisasi MPLS Ramah bagi wali murid kelas I pada Kamis (9/7/2026) di ruang pertemuan SDN 4 Cingebul. Kegiatan tersebut diikuti oleh 16 orang tua atau wali peserta didik baru dan dipandu langsung oleh Kepala Sekolah bersama dewan guru. Sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang penyampaian informasi mengenai pelaksanaan MPLS Ramah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kemitraan antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi proses adaptasi anak memasuki dunia pendidikan dasar.


Sejak pagi, suasana sekolah tampak hangat dengan kehadiran para orang tua yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka disambut oleh guru-guru SDN 4 Cingebul yang telah mempersiapkan materi sosialisasi secara sistematis. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab, komunikatif, dan penuh semangat kebersamaan. Para orang tua diberikan ruang untuk berdiskusi, bertanya, sekaligus menyampaikan harapan terhadap pendidikan putra-putri mereka selama menempuh pendidikan di SDN 4 Cingebul.


Dalam sambutannya, Kepala SDN 4 Cingebul, Suripto, S.Pd., memperkenalkan secara umum profil sekolah kepada seluruh wali murid. Ia menjelaskan berbagai program unggulan sekolah, budaya positif yang telah dibangun, serta visi sekolah dalam mencetak generasi yang berkarakter, cerdas, kolaboratif, dan peduli terhadap lingkungan. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga ditentukan oleh sinergi yang kuat antara guru dan orang tua.


Suripto kemudian memaparkan konsep MPLS Ramah, yaitu kegiatan awal bagi murid baru yang dirancang untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berorientasi pada pemenuhan hak-hak anak. Ia menegaskan bahwa paradigma MPLS saat ini telah berubah menjadi kegiatan yang mengedepankan pembentukan karakter, penguatan Profil Lulusan, serta penciptaan lingkungan belajar yang bebas dari praktik perundungan maupun tindakan yang dapat merugikan peserta didik.


"MPLS Ramah bukan sekadar kegiatan mengenalkan ruang kelas atau lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menumbuhkan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan bergembira. Kami ingin setiap anak merasa aman, dihargai, dan bahagia ketika pertama kali datang ke sekolah. Karena itu, kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama keberhasilan adaptasi anak," ujar *Suripto.


Ia menjelaskan bahwa sekolah sengaja mengundang seluruh orang tua sebelum pelaksanaan MPLS agar terdapat kesamaan persepsi mengenai pola pendampingan anak. Dengan adanya komunikasi sejak awal, sekolah berharap setiap peserta didik memperoleh dukungan yang optimal, baik saat berada di lingkungan sekolah maupun di rumah.


Lebih lanjut, Suripto mengajak seluruh wali murid untuk menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, guru memiliki peran mendidik selama anak berada di sekolah, sedangkan keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka antara kedua belah pihak harus terus dijaga.


"Keberhasilan anak bukan hanya hasil kerja guru, tetapi buah dari kerja sama yang baik antara sekolah dan keluarga. Kami berharap orang tua tidak hanya mengantar anak ke sekolah, tetapi juga menjadi mitra yang aktif berdiskusi, memberikan pendampingan, dan bersama-sama membangun karakter anak. Dengan komitmen yang kuat, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan berakhlak mulia," tambahnya.


Selain penyampaian materi dari kepala sekolah, para guru SDN 4 Cingebul turut menjelaskan berbagai aspek teknis pelaksanaan MPLS Ramah, mulai dari jadwal kegiatan, perlengkapan yang perlu dipersiapkan peserta didik, pembiasaan positif yang akan dilakukan setiap hari, hingga bentuk pendampingan yang diharapkan dari orang tua selama masa adaptasi berlangsung. Guru juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya membangun komunikasi yang positif kepada anak sebelum memasuki hari pertama sekolah agar mereka merasa nyaman dan percaya diri.


Dalam sesi diskusi, sejumlah orang tua menyampaikan pertanyaan terkait kesiapan anak memasuki jenjang sekolah dasar, cara mendampingi anak selama masa adaptasi, serta kebiasaan yang perlu dibangun di rumah agar sejalan dengan budaya positif sekolah. Seluruh pertanyaan dijawab secara terbuka oleh kepala sekolah dan guru sehingga tercipta suasana dialog yang hangat dan penuh kekeluargaan.


Salah satu peserta, Nurbaeti, mengaku memperoleh banyak informasi baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Ia merasa lebih memahami gambaran pelaksanaan MPLS Ramah sehingga dapat mempersiapkan putra-putrinya dengan lebih baik sebelum memasuki hari pertama sekolah.


"Saya menjadi tahu dan lebih paham mengenai gambaran umum kegiatan MPLS Ramah ini. Penjelasan dari bapak kepala sekolah dan guru membuat kami sebagai orang tua lebih siap mendampingi anak. Jadi sekarang kami bisa menyiapkan kebutuhan anak sekaligus memberikan semangat agar mereka lebih percaya diri saat mulai sekolah," tutur Nurbaeti.



Antusiasme peserta terlihat hingga akhir kegiatan. Banyak orang tua menyampaikan apresiasi terhadap langkah SDN 4 Cingebul yang melibatkan keluarga sejak awal proses pendidikan. Menurut mereka, sosialisasi seperti ini sangat membantu dalam membangun pemahaman bersama sehingga tidak terjadi kesalahpahaman mengenai pelaksanaan kegiatan sekolah.


Bagi SDN 4 Cingebul, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi pendidikan yang berpusat pada peserta didik. Dengan melibatkan orang tua secara aktif, sekolah berharap proses adaptasi murid baru berlangsung lebih cepat, nyaman, dan menyenangkan. Dukungan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun rasa aman dan percaya diri anak ketika memasuki lingkungan belajar yang baru.


Melalui kegiatan ini, SDN 4 Cingebul kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Semangat inilah yang terus dibangun dalam pelaksanaan MPLS Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027, sehingga setiap murid baru dapat memulai perjalanan pendidikannya dengan penuh kegembiraan, rasa percaya diri, serta dukungan dari seluruh pihak. Dengan komitmen bersama yang telah dibangun sejak awal, SDN 4 Cingebul optimistis mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak sekaligus melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


Kontributor: Ade Saputro

Editor: Suripto

Foto: Puji Purnomo

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama