Bangun Generasi Tangguh Sejak Hari Pertama, SD NU Master Sokaraja Hadirkan Edukasi Bencana dan Pola Hidup Sehat dalam MPLS




SOKARAJA - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD NU Master Sokaraja, Kabupaten Banyumas, tahun ajaran 2026/2027 tampil berbeda dan lebih bermakna. Tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru, MPLS tahun ini dirancang sebagai ruang pembentukan karakter, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta penanaman budaya hidup sehat sejak usia dini. Selama sepekan, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan dengan mengusung tema "Membentuk Generasi Hebat, Berkarakter, Ceria, dan Berprestasi."


Sebanyak 419 peserta didik mengikuti kegiatan MPLS, termasuk 77 siswa baru kelas I yang sedang menjalani masa transisi dari pendidikan anak usia dini menuju jenjang sekolah dasar. Berbagai kegiatan dirancang agar peserta didik merasa aman, nyaman, sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang ramah anak, sekolah berupaya menciptakan suasana belajar yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan di masa depan.


Kepala SD NU Master Sokaraja, Dani Sistriani, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa MPLS harus menjadi fondasi awal pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membangun ketangguhan mental, kepedulian terhadap keselamatan, dan kesadaran menjaga kesehatan. 


"Kami ingin membangun fondasi karakter yang kuat sejak hari pertama sekolah. Generasi yang hebat tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki ketangguhan mental, kepedulian terhadap keselamatan diri, serta kesadaran akan kesehatan," ujarnya.


Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian utama dalam MPLS tahun ini adalah edukasi kebencanaan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas. Mengingat Kabupaten Banyumas memiliki potensi berbagai jenis bencana alam, sekolah menilai penting memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan dasar kepada peserta didik agar mampu bersikap tepat ketika menghadapi kondisi darurat. Edukasi tersebut tidak hanya diberikan melalui penyampaian materi di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan dalam praktik langsung sehingga lebih mudah dipahami oleh anak-anak.


Petugas BPBD mengajak seluruh peserta didik mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi secara langsung. Saat sirene tanda bahaya dibunyikan, siswa dilatih untuk tetap tenang, segera berlindung di bawah meja guna melindungi kepala, kemudian keluar kelas secara tertib menuju titik kumpul yang aman di halaman sekolah. Simulasi tersebut dilakukan berulang agar peserta didik terbiasa melakukan langkah penyelamatan secara otomatis ketika menghadapi situasi yang sebenarnya. Praktik semacam ini diharapkan mampu membangun muscle memory, sehingga anak-anak memiliki refleks yang benar ketika menghadapi ancaman bencana.


"Anak-anak perlu dibiasakan mengenali prosedur penyelamatan sejak dini. Ketika mereka memahami apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat, rasa panik dapat diminimalkan dan keselamatan diri akan lebih terjaga. Pendidikan kebencanaan seperti ini merupakan bagian penting dalam membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah," terang salah seorang petugas BPBD saat memberikan pengarahan kepada peserta didik selama simulasi berlangsung.


Selain kesiapsiagaan menghadapi bencana, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan perilaku hidup sehat melalui kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut. Bekerja sama dengan Puskesmas I Sokaraja, para tenaga kesehatan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak usia dini. Dengan menggunakan alat peraga yang menarik, peserta didik diperlihatkan teknik menyikat gigi yang benar, waktu yang tepat untuk menyikat gigi, serta pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh.


Setelah memperoleh penjelasan, seluruh peserta didik secara bersama-sama mempraktikkan cara menyikat gigi menggunakan sikat dan pasta gigi yang telah mereka bawa dari rumah. Kegiatan berlangsung penuh kegembiraan karena dikemas secara interaktif sehingga anak-anak tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran formal. Justru melalui suasana yang menyenangkan tersebut, mereka lebih mudah memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi serta menghilangkan rasa takut terhadap pemeriksaan kesehatan. Pendekatan edukatif seperti ini menjadi salah satu strategi sekolah dalam membentuk kebiasaan hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa.


Kepala sekolah menambahkan bahwa MPLS yang berkualitas harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang utuh. 


"Kami berharap setiap kegiatan selama MPLS memberikan bekal kehidupan bagi peserta didik. Tidak hanya mengenalkan ruang kelas dan guru, tetapi juga mengajarkan bagaimana menjaga diri, menjaga kesehatan, menghargai lingkungan, serta membentuk karakter yang tangguh. Inilah makna sebenarnya dari pendidikan yang berorientasi pada masa depan," ungkap Dani Sistriani.


Pelaksanaan MPLS di SD NU Master Sokaraja menunjukkan bahwa pengenalan lingkungan sekolah dapat dikembangkan menjadi proses pembelajaran yang kaya akan pengalaman nyata. Kolaborasi antara sekolah, BPBD, dan Puskesmas menjadi contoh sinergi yang mampu menghadirkan pendidikan kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesempatan mempraktikkan secara langsung berbagai keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, ramah anak, dan berorientasi pada pembentukan karakter.


Melalui rangkaian kegiatan yang variatif, aplikatif, dan menyenangkan selama sepekan pelaksanaan MPLS, SD NU Master Sokaraja berharap mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, mandiri, peduli terhadap keselamatan, serta memiliki budaya hidup sehat sejak dini. Dari halaman sekolah inilah ditanamkan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan masa depan. Pendidikan sejati bukan hanya mengisi pikiran dengan ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter, kepedulian, dan kesiapan menghadapi kehidupan dengan penuh tanggung jawab.


Kontributor: Siti Komariyah, S.Pd

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama