WANGON - Semangat membangun profesionalisme guru kembali bergelora di wilayah Korwilcam Dindik Wangon. Setelah cukup lama vakum, Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Tunas Bangsa resmi mengawali kembali aktivitasnya melalui kegiatan pembentukan pengurus baru masa bakti 2026–2029 yang diselenggarakan di Aula SD Negeri 1 Rawaheng, Rabu (15/7/2026). Pertemuan yang dimulai pukul 12.30 WIB tersebut dihadiri seluruh anggota Gugus Tunas Bangsa dan menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali budaya belajar, berbagi praktik baik, serta memperkuat kolaborasi antarguru dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum reorganisasi, tetapi juga menjadi titik awal kebangkitan KKG sebagai wadah pengembangan kompetensi guru. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas KKG Gugus Tunas Bangsa sempat tidak berjalan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong para guru untuk kembali menyatukan langkah agar forum profesional ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya, yakni menjadi ruang belajar bersama yang mampu menjawab berbagai tantangan implementasi kurikulum dan peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Ketua Gugus Tunas Bangsa, Musti Hayati, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kembali kegiatan KKG yang telah lama dinantikan para guru. Menurutnya, kebangkitan KKG merupakan kabar menggembirakan karena guru kembali memiliki ruang untuk bertumbuh bersama. “Saya sangat bersyukur KKG Gugus Tunas Bangsa akhirnya bisa terlaksana kembali setelah sekian lama vakum. Gugus bukan hanya tempat berkumpul, tetapi merupakan wadah profesional bagi guru untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang nyata serta bermanfaat bagi peningkatan kualitas pembelajaran,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembentukan kepengurusan baru KKG Gugus Tunas Bangsa periode 2026–2029. Proses tersebut berlangsung secara musyawarah dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan tanggung jawab kolektif. Para peserta sepakat bahwa kepengurusan baru harus mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan guru, sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi di lingkungan Gugus Tunas Bangsa. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai arah organisasi, program kerja, hingga strategi menghidupkan kembali budaya belajar yang berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Koordinator Korwilcam Dindik Wangon, Eko Purnomo, S.Pd., yang memberikan arahan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Ia menegaskan bahwa keberadaan KKG memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung kebijakan Kementerian Pendidikan, khususnya melalui penguatan budaya belajar guru. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak akan tercapai tanpa adanya guru yang terus belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
“Hari Belajar Guru harus ada karena merupakan program Kementerian Pendidikan yang harus kita songsong dan kita laksanakan dengan penuh semangat. Oleh karena itu, KKG Gugus harus dihidupkan kembali dan harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik. Jangan sampai KKG hanya menjadi agenda rutin, tetapi harus menjadi ruang belajar yang hidup dan menghasilkan perubahan positif di sekolah,” tegas Eko Purnomo di hadapan peserta.
Selain agenda organisasi, kegiatan juga diisi dengan penguatan kompetensi melalui sesi materi yang disampaikan oleh Eko Yunianto, S.Pd. Dalam paparannya, ia mengajak para guru memahami kurikulum secara lebih mendalam, tidak hanya sebatas mengenal istilah-istilah baru, tetapi mampu menerjemahkannya ke dalam praktik pembelajaran yang berkualitas. Materi difokuskan pada pembedahan Capaian Pembelajaran (CP), penyusunan modul ajar, hingga implementasi pembelajaran mendalam (Deep Learning) yang berorientasi pada penguatan karakter dan pengembangan kemampuan berpikir peserta didik.
Menurut Eko Yunianto, pemahaman terhadap kurikulum harus dibangun secara utuh agar guru mampu merancang pembelajaran yang benar-benar bermakna. “Mengenal kurikulum tidak cukup hanya dekat dengan istilahnya. Guru perlu membedah Capaian Pembelajaran hingga modul ajar agar mampu menghadirkan pembelajaran yang mendalam, berkarakter, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ketika guru memahami filosofi kurikulum, maka proses belajar di kelas akan menjadi lebih hidup dan bermakna,” jelasnya.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para guru tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mengajukan berbagai pertanyaan mengenai implementasi pembelajaran di kelas, penyusunan modul ajar, hingga strategi menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman antarguru, di mana berbagai praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing didiskusikan sebagai inspirasi bersama. Interaksi yang hangat menunjukkan bahwa semangat belajar guru kembali tumbuh setelah sekian lama forum KKG tidak berjalan secara optimal.
Kebangkitan KKG Gugus Tunas Bangsa diharapkan mampu menjadi awal lahirnya berbagai inovasi pembelajaran di sekolah-sekolah wilayah Korwilcam Dindik Wangon. Melalui kolaborasi yang semakin erat, para guru diharapkan dapat saling menguatkan, bertukar pengalaman, menyusun perangkat ajar bersama, hingga mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran. Kehadiran KKG juga menjadi sarana penting untuk mempercepat penyebarluasan praktik baik sehingga peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh satuan pendidikan dalam gugus.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru dan dimulainya kembali aktivitas KKG, Gugus Tunas Bangsa memasuki babak baru sebagai komunitas belajar yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. Semangat yang tumbuh dari Aula SD Negeri 1 Rawaheng menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu diawali oleh kemauan untuk belajar bersama. Ketika guru terus mengembangkan kompetensinya, pembelajaran akan semakin bermakna, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih berkualitas, dan cita-cita menghadirkan pendidikan yang maju serta berkarakter akan semakin dekat untuk diwujudkan.
Kontributor: Iqbal
Posting Komentar