KEMRANJEN - Gelak tawa, senyum polos, dan langkah-langkah kecil penuh rasa ingin tahu mewarnai hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di TK Abas Two, yang beralamat di RT 03 RW 07 Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Senin (13/7/2026). Mengusung konsep pembelajaran yang menyenangkan, sekolah menghadirkan berbagai aktivitas edukatif yang dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah permainan "Perualangan Seru Mengenal Guru Baru", sebuah metode kreatif yang mengajak anak-anak mengenal guru melalui cerita interaktif, permainan, dan aktivitas yang merangsang perkembangan bahasa, keberanian, serta kemampuan bersosialisasi sejak hari pertama mereka memasuki dunia pendidikan.
Sejak pagi, halaman TK Abas Two dipenuhi wajah-wajah ceria anak-anak yang datang bersama orang tua mereka. Kehadiran seluruh dewan guru, pengurus yayasan, dan komite sekolah menciptakan suasana hangat yang membuat peserta didik merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Orang tua pun tampak antusias mendampingi putra-putrinya menjalani pengalaman pertama memasuki lingkungan belajar yang baru. Nuansa kekeluargaan begitu terasa, memperlihatkan komitmen sekolah dalam membangun hubungan harmonis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai fondasi utama pendidikan anak usia dini.
Sebagai bagian dari pembiasaan awal, anak-anak diajak melakukan absensi kehadiran dengan cara yang sederhana namun bermakna. Mereka diminta memberikan coretan sesuai kemampuan masing-masing sebagai tanda kehadiran. Aktivitas tersebut bukan sekadar mengisi daftar hadir, melainkan menjadi media untuk melatih keberanian, membangun rasa percaya diri, sekaligus mengenalkan bahwa setiap anak memiliki tahapan perkembangan dan cara belajar yang berbeda. Pendekatan ini mencerminkan filosofi pendidikan anak usia dini yang menghargai proses, bukan sekadar hasil.
Pembukaan MPLS secara resmi dilakukan oleh Ketua Komite TK Abas Two, Tukiran, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa MPLS merupakan momentum penting untuk membantu anak mengenal lingkungan sekolah secara bertahap sehingga mereka merasa aman, nyaman, dan siap mengikuti proses pembelajaran. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang belum dapat diterima sebagai peserta didik baru karena keterbatasan ruang belajar dan sarana pendidikan, meskipun jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada TK Abas Two. Tingginya jumlah pendaftar menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus kami jaga. Kami juga memohon maaf kepada orang tua yang belum dapat kami layani karena keterbatasan ruang dan sarana yang tersedia. Semoga ke depan kami dapat terus berkembang sehingga semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan belajar di TK Abas Two," ujar Tukiran.
Keceriaan anak-anak semakin memuncak ketika memasuki sesi "Perualangan Seru Mengenal Guru Baru." Melalui cerita yang dibawakan secara ekspresif oleh Bu Armi, peserta didik diajak menyusuri alur kisah yang penuh imajinasi. Setiap kali nama seorang guru disebutkan, anak-anak berlari mencari guru tersebut untuk memperoleh hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi. Halaman sekolah pun dipenuhi gelak tawa dan sorak gembira. Tanpa disadari, permainan tersebut menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengenalkan nama guru, melatih daya konsentrasi, meningkatkan kemampuan menyimak, membangun keberanian berinteraksi, serta mengembangkan kemampuan berbahasa melalui komunikasi yang berlangsung secara alami.
Menurut Armiyati, guru yang akrab disapa Bu Armi, pendekatan belajar melalui permainan merupakan cara yang paling sesuai bagi anak usia dini. Ia menjelaskan bahwa setiap aktivitas dirancang agar anak tidak merasa sedang belajar secara formal, melainkan menikmati pengalaman yang menyenangkan sambil mengembangkan berbagai aspek perkembangan secara bersamaan.
"Kami ingin hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang membahagiakan. Anak-anak belajar mengenal guru bukan dengan cara menghafal, tetapi melalui cerita, permainan, dan interaksi yang menyenangkan. Saat mereka berlari mencari guru, bertanya, menjawab, dan tertawa bersama, sebenarnya mereka sedang belajar membangun keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta rasa percaya kepada lingkungan sekolah," jelas Armiyati.
Selain mengenalkan guru, rangkaian kegiatan MPLS juga dirancang untuk membantu peserta didik membangun kedekatan dengan teman-teman baru. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk saling berkenalan, bermain bersama, dan belajar bekerja sama dalam suasana yang hangat tanpa tekanan. Pendekatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah sehingga anak lebih mudah beradaptasi dan merasa nyaman menjalani aktivitas belajar pada hari-hari berikutnya. Bagi orang tua, suasana yang penuh keceriaan ini menjadi penenang tersendiri karena melihat putra-putri mereka mampu berinteraksi dengan baik sejak awal.
Antusiasme peserta didik sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa konsep MPLS berbasis bermain mampu menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Guru-guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi sahabat yang menemani setiap langkah kecil anak dalam mengenal lingkungan sekolah. Melalui berbagai aktivitas sederhana namun terencana, TK Abas Two berupaya menghadirkan pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan perkembangan anak, sekaligus menanamkan nilai-nilai kemandirian, keberanian, kepedulian, dan kegembiraan sebagai fondasi karakter sejak usia dini.
"Kami berharap pengalaman positif di hari pertama ini menjadi kenangan indah yang terus melekat dalam diri anak-anak. Ketika mereka merasa sekolah adalah tempat yang aman, ramah, dan menyenangkan, mereka akan datang setiap hari dengan penuh semangat. Itulah tujuan utama MPLS kami, yaitu menghadirkan cinta pertama anak kepada sekolah melalui pengalaman belajar yang penuh kebahagiaan," pungkas Armiyati.
Hari pertama MPLS di TK Abas Two akhirnya ditutup dengan wajah-wajah ceria yang tak lagi dipenuhi rasa canggung. Anak-anak pulang membawa cerita tentang guru baru, teman baru, dan petualangan yang mereka alami sepanjang hari. Di balik permainan sederhana yang dipenuhi tawa, tersimpan makna besar tentang pentingnya membangun pengalaman awal yang positif dalam dunia pendidikan. Dari TK Abas Two, langkah kecil anak-anak menuju masa depan dimulai dengan kebahagiaan, keberanian, dan keyakinan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang penuh kasih sayang, tempat mereka tumbuh, belajar, dan bermimpi.
Kontributor: Armiyati
Posting Komentar