CILONGOK - Suasana berbeda menyelimuti hari pertama Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Negeri 2 Jatisaba, Senin (13/7/2026). Di balik semangat dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), terselip momen penuh haru ketika guru-guru dan Kepala TK Pertiwi Jatisaba mengantar langsung anak didiknya menuju jenjang pendidikan berikutnya. Prosesi sederhana namun sarat makna itu menjadi simbol estafet pendidikan yang memperlihatkan eratnya kolaborasi antara pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar dalam mengantarkan generasi penerus menuju tahap pembelajaran yang lebih tinggi.
Kegiatan diawali dengan prosesi pelepasan dari keluarga besar TK Pertiwi Jatisaba yang mengiringi langkah para lulusan menuju gerbang SD Negeri 2 Jatisaba. Kehangatan terpancar dari pelukan, senyum, dan air mata para guru yang selama setahun mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala SD Negeri 2 Jatisaba beserta dewan guru sebagai bentuk penghormatan sekaligus komitmen untuk melanjutkan pembinaan karakter dan pendidikan yang telah ditanamkan sejak jenjang taman kanak-kanak. Prosesi tersebut menjadi pembuka rangkaian MPLS yang memberikan pengalaman pertama penuh kesan bagi peserta didik baru.
Kepala TK Pertiwi Jatisaba, Nuraeni, S.Pd., mengaku tidak mampu menyembunyikan rasa haru saat melepas anak-anak didiknya. Baginya, setiap lulusan bukan sekadar peserta didik, tetapi bagian dari keluarga besar sekolah yang telah tumbuh bersama melalui berbagai cerita, tawa, dan proses belajar selama satu tahun terakhir. Momen perpisahan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, melainkan juga tentang membangun ikatan emosional yang akan selalu dikenang oleh guru maupun peserta didik.
"Saya merasa terharu, sedih bercampur gembira. Selama satu tahun kebersamaan, begitu banyak kenangan yang tidak akan pernah terlupakan. Hari ini kami mengantar mereka melangkah ke jenjang berikutnya dengan doa terbaik. Semoga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, berprestasi, dan selalu semangat belajar," ungkap Nuraeni, S.Pd., dengan mata berkaca-kaca.
Setelah prosesi penyerahan peserta didik, kegiatan dilanjutkan dengan penerimaan murid baru secara berjenjang oleh keluarga besar SD Negeri 2 Jatisaba. Sebanyak 11 peserta didik baru resmi bergabung sebagai siswa kelas I. Kehadiran mereka disambut hangat oleh guru kelas, kakak kelas, dan seluruh warga sekolah yang sengaja memberikan penghormatan khusus kepada para siswa baru sebagai bentuk penghargaan atas langkah awal mereka memasuki dunia pendidikan dasar.
Guru Kelas I, Khuriyah Rahayu, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran peserta didik baru yang akan menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri 2 Jatisaba. Menurutnya, meski telah mengabdikan diri sebagai guru kelas I selama lima belas tahun, prosesi penyambutan seperti tahun ini menghadirkan pengalaman yang berbeda dan memberikan makna mendalam bagi seluruh warga sekolah.
"Kami merasa sangat senang menyambut 11 anak yang hari ini resmi menjadi keluarga besar SD Negeri 2 Jatisaba. Saya sudah 15 tahun menjadi guru kelas I. Menjadi guru kelas I bukan karena keinginan saya ataupun penugasan kepala sekolah semata, tetapi karena banyak wali murid yang mempercayakan anak-anaknya kepada saya. Prosesi seperti ini baru pertama kali saya ikuti, dan saya merasakan betapa indahnya menyambut anak-anak dengan penuh penghormatan sejak langkah pertama mereka memasuki sekolah," tutur Khuriyah Rahayu, S.Pd.
Kepala SD Negeri 2 Jatisaba, Wantoro, S.Pd.SD., menjelaskan bahwa prosesi serah terima tersebut sengaja dijadikan bagian dari pembukaan MPLS sebagai simbol kesinambungan pendidikan antara TK dan SD. Ia juga menerapkan kebijakan yang berbeda pada hari pertama sekolah, yakni dengan tidak membuka pintu kelas II hingga kelas VI sebelum prosesi penerimaan selesai. Langkah tersebut dimaksudkan agar seluruh perhatian tertuju kepada peserta didik baru sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan awal mereka memasuki lingkungan sekolah dasar.
"Prosesi serah terima ini kami laksanakan sebagai langkah awal dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027. Untuk siswa kelas II sampai kelas VI, kami sengaja belum membuka pintu kelas pada awal kegiatan sebagai bentuk penghormatan kepada adik-adik kelas I yang hari ini memulai perjalanan baru mereka. Kami ingin mereka merasakan bahwa kehadiran mereka benar-benar disambut dengan penuh kebahagiaan oleh seluruh warga sekolah," jelas Wantoro, S.Pd.SD., yang akrab disapa Wawan.
Lebih lanjut, Wawan menjelaskan bahwa hari pertama MPLS mengusung tema "Aku Senang Bersekolah", yang dirancang untuk membangun rasa nyaman, percaya diri, dan kegembiraan peserta didik dalam memasuki lingkungan belajar yang baru. Selama lima hari ke depan, siswa akan mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, pembiasaan budaya positif, permainan edukatif, hingga penguatan karakter. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik mampu beradaptasi secara menyenangkan sekaligus mengenal nilai-nilai yang menjadi budaya SD Negeri 2 Jatisaba.
"Kami ingin MPLS menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Karena itu, seluruh kegiatan dirancang ramah anak, edukatif, dan penuh keceriaan. Pada puncak kegiatan nanti akan kami selenggarakan Panggung Pentas Aksi sebagai ruang bagi seluruh peserta didik untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan potensi yang mereka miliki. Kami berharap sejak hari pertama mereka sudah merasa bahwa sekolah adalah tempat yang aman, menyenangkan, dan membanggakan," pungkas Wantoro.
Rangkaian pembukaan MPLS kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta didik baru, guru TK Pertiwi Jatisaba, guru SD Negeri 2 Jatisaba, serta para tamu yang hadir. Suasana keakraban berlanjut dalam apel pagi yang dilaksanakan di atas panggung Pentas Aksi sebelum seluruh siswa dipersilakan memasuki kelas masing-masing. Di balik air mata perpisahan dan senyum penyambutan, hari pertama sekolah di SD Negeri 2 Jatisaba menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah perjalanan panjang yang dibangun melalui kasih sayang, kolaborasi, dan estafet pengabdian. Dari Jatisaba, harapan-harapan kecil kembali tumbuh, mengiringi langkah anak-anak menuju masa depan yang lebih cerah.
Kontributor: Wantoro
Posting Komentar