Lumbir, Info Banyumas. Komitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini terus diperkuat oleh para pendidik di Kecamatan Lumbir. Hal itu terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Pengisian Instrumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi PKG Gugus Mutiara Hati 1 dan Gugus Mutiara Hati 2 Desa Dermaji yang digelar di Wisma PKK Desa Dermaji, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala satuan PAUD formal maupun nonformal beserta operator sekolah (OPS) sebagai bagian dari persiapan pemetaan mutu pendidikan tahun 2026. Melalui kegiatan ini, seluruh peserta memperoleh pendampingan teknis agar proses pengisian instrumen SPMI berlangsung sesuai ketentuan, efektif, akurat, serta mencerminkan kondisi nyata masing-masing satuan pendidikan.
Suasana kegiatan berlangsung tertib, penuh semangat, dan diwarnai diskusi konstruktif antarpeserta. Sejak awal acara, para kepala sekolah dan operator tampak membawa berbagai dokumen pendukung yang nantinya akan diunggah sebagai bukti dalam sistem SPMI. Tidak hanya menjadi forum sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarlembaga dalam menyusun administrasi mutu sekaligus memperkuat kolaborasi antarpendidik PAUD di wilayah Kecamatan Lumbir.
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Pengawas SD Korwilcam Dindik Lumbir, Iwan Bayu Bimantoro, yang memberikan pengarahan sekaligus pendampingan kepada seluruh peserta. Sementara itu, Koordinator Wilayah tidak dapat menghadiri kegiatan karena sedang melaksanakan agenda kedinasan lain. Meski demikian, jalannya kegiatan tetap berlangsung lancar dengan dukungan dari tim Korwilcam Dindik Lumbir serta Penilik TK yang turut mendampingi peserta hingga proses praktik berlangsung.
"SPMI bukan sekadar mengisi instrumen. Yang paling penting adalah menggambarkan kondisi riil lembaga. Semua dokumen pendukung diunggah pada folder sesuai indikator, kemudian tautan Google Drive disematkan pada instrumen SPMI agar proses verifikasi dapat dilakukan dengan mudah dan transparan," ujar Iwan Bayu Bimantoro di hadapan peserta.
Menurutnya, keakuratan data menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal. Karena itu, ia mengajak seluruh kepala satuan pendidikan dan operator sekolah untuk bekerja secara teliti, saling berkoordinasi, serta tidak ragu berkonsultasi apabila menemui kendala teknis selama proses pengisian instrumen berlangsung.
Sementara itu, Penilik TK Kecamatan Lumbir, Eko Adi P, memberikan arahan mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan hari itu. Selain pengisian instrumen, peserta juga dijadwalkan mengikuti proses pengambilan video wawancara sebagai bagian dari bukti pendukung pelaksanaan SPMI. Agar waktu dapat dimanfaatkan secara optimal, peserta dibagi dalam beberapa kelompok sehingga kegiatan wawancara dan pengisian instrumen dapat berjalan secara bersamaan.
"Teknis hari ini, peserta yang sedang menunggu jadwal wawancara dapat langsung mengisi instrumen SPMI. Dengan demikian seluruh rangkaian kegiatan bisa berlangsung efektif, efisien, dan semua target pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu," jelas Eko Adi P.
Setelah sesi pengarahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan berupa pengambilan video pendampingan dan wawancara secara bergiliran. Di sisi lain, peserta yang belum mendapat giliran langsung memanfaatkan waktu untuk menyusun serta melengkapi instrumen SPMI. Suasana ruangan tampak hidup dengan berbagai diskusi kecil mengenai kelengkapan dokumen, indikator penilaian, hingga mekanisme pengunggahan berkas digital.
Untuk memastikan seluruh peserta memahami proses digitalisasi dokumen, Ketua Tim Humas Korwilcam Dindik Lumbir, Andi Dwi Atmoko, memberikan pendampingan teknis mengenai tata cara mengunggah berkas ke Google Drive. Ia juga memandu peserta menyematkan tautan dokumen ke dalam instrumen SPMI sehingga seluruh bukti fisik dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses saat proses verifikasi.
Salah seorang peserta, Kepala TK Pertiwi 3 Dermaji, Susi Juniarti, mengaku kegiatan tersebut sangat membantu satuan pendidikan dalam mempersiapkan seluruh dokumen mutu. Menurutnya, sebagian besar administrasi sebenarnya telah disusun secara rutin setiap tahun sehingga kegiatan SPMI menjadi momentum untuk menata kembali seluruh dokumen agar lebih lengkap dan terstruktur.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Insyaallah dari kegiatan pemetaan SPMI ini, sebagian besar dokumen memang sudah rutin kami susun, mulai dari RKT, kurikulum, hingga administrasi lainnya. Tinggal kami lengkapi dan sesuaikan dengan indikator yang diminta," ungkap Susi Juniarti.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PKG PAUD Cemara Lumbir, Bu Pesa, mengapresiasi semangat seluruh peserta yang tetap antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Ia berharap seluruh lembaga dapat segera melengkapi kekurangan dokumen sehingga proses pengumpulan instrumen tidak mengalami hambatan.
"Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Kami berharap seluruh peserta dapat segera melengkapi berkas yang masih kurang sehingga hasil pemetaan mutu benar-benar mencerminkan kondisi terbaik dari setiap satuan PAUD," tutur Bu Pesa.
Selama kegiatan berlangsung, terlihat adanya budaya saling membantu antarpeserta. Kepala sekolah yang telah lebih dahulu memahami mekanisme pengunggahan dokumen dengan sukarela mendampingi peserta lain yang masih mengalami kesulitan. Suasana kolaboratif seperti ini menjadi salah satu kekuatan PKG Gugus Mutiara Hati dalam membangun budaya peningkatan mutu yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut, diharapkan seluruh satuan PAUD formal maupun nonformal di Gugus Mutiara Hati 1 dan Gugus Mutiara Hati 2 Desa Dermaji mampu menyelesaikan pengisian instrumen SPMI secara tepat waktu, akurat, dan sesuai kondisi riil di lapangan. Lebih dari sekadar memenuhi kewajiban administrasi, SPMI diharapkan menjadi instrumen refleksi bagi setiap lembaga untuk terus memperbaiki kualitas layanan pendidikan, memperkuat tata kelola sekolah, serta menghadirkan pembelajaran yang semakin bermutu bagi anak-anak usia dini di Kecamatan Lumbir. Dengan semangat kolaborasi yang terus terjaga, budaya mutu diyakini akan tumbuh semakin kuat dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Kontributor: Eko Adi P
Editor: Suripto



Dengan adanya SPMI PAUD Korwilcam dindik Lumbir semoga semakin baik lagi
BalasHapusPosting Komentar