LUMBIR, INFO BANYUMAS — Musim kemarau
panjang yang menerjang wilayah Kabupaten Banyumas terus memperluas krisis air
bersih hingga ke pedesaan. Merespons kondisi kritis yang menimpa warga di
Grumbul Penusupan, Pramuka Peduli Kwartir Ranting (Kwarran) Lumbir menggalang
sinergi lintas sektor bersama Pemerintah Desa Cingebul dan Balai Wilayah Sungai
(BWS) Citanduy Jawa Barat untuk menggelar aksi tanggap darurat kemanusiaan.
Sebanyak 10.000 liter air bersih berhasil disalurkan secara merata untuk
mengurai krisis kekeringan yang mencekik sekitar 210 Kepala Keluarga (KK) di
kawasan RT 01, RT 02, dan RT 03 RW 05 Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, pada
Senin (3/8/2026).
Dampak kemarau yang melanda
wilayah Desa Cingebul dalam beberapa bulan terakhir telah mengeringkan
sumber-sumber air warga. Sumur-sumur penampungan milik penduduk mulai mengering
total, sehingga memaksa warga kesulitan memenuhi kebutuhan primer harian seperti
memasak, minum, dan sanitasi dasar. Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan
tersebut, pihak Sekretariat Abdi Masyarakat (Abdimas) Pramuka Peduli Kwarran
Lumbir bersama perangkat desa setempat bergerak cepat memetakan titik-titik
krisis terparah di wilayah RW 05 Penusupan guna memastikan penyaluran bantuan
tepat sasaran.
Melalui rilis resmi kegiatan
kemanusiaan tersebut, Sekretaris Abdimas Pramuka Peduli Kwarran Lumbir, Agus
Prihatin, S.Pd., menyampaikan bahwa aksi kolaboratif ini dirancang bukan
sekadar untuk menyalurkan pasokan air, melainkan juga sebagai langkah nyata
dalam mengurangi beban ekonomi dan sosial masyarakat yang terdampak kekeringan.
Beliau menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih menjadi modal utama
keberlangsungan hidup warga yang kini berada dalam rentang masa krisis akibat
kemarau panjang.
Lebih lanjut, Agus Prihatin
menuturkan bahwa kegiatan pendistribusian 10.000 liter air bersih ini
dimobilisasi menggunakan armada mobil tangki khusus yang disiagakan oleh BWS
Citanduy Jawa Barat. Operasi kemanusiaan tersebut berjalan dengan aman, tertib,
dan lancar berkat skema koordinasi yang solid antar-elemen di lapangan.
Penyuluhan dan pengaturan antrean warga dilakukan secara sistematis oleh tim
gabungan yang terdiri dari Pemerintah Desa Cingebul, Kepala Dusun 4, Ketua RW
05, para Ketua RT setempat, petugas teknis BWS Citanduy, relawan Pramuka
Peduli, tokoh masyarakat, serta dukungan personel dari Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas.
Beliau memaparkan pula bahwa
semangat utama dari gerakan ini adalah menumbuhkan kembali budaya gotong royong
dan kepedulian sosial di tengah ancaman bencana alam. Sinergi yang terjalin
erat antara institusi pemerintah, badan teknis wilayah sungai, organisasi
kepemudaan, dan elemen BPBD menjadi bukti nyata bahwa penanggulangan bencana
kekeringan membutuhkan kerja bersama yang terstruktur dan responsif. Pihaknya
berharap kolaborasi strategis lintas sektoral ini tidak berhenti pada satu aksi
saja, melainkan dapat terus dipelihara dan ditingkatkan untuk menghadapi
berbagai potensi bencana di masa mendatang.
Kehadiran armada tangki air
bersih di tengah pemukiman warga Penusupan menyulut rasa haru dan lega dari
para penduduk yang telah berminggu-minggu menantikan pasokan air. Sekretaris
Abdimas Pramuka Peduli Kwarran Lumbir, Agus Prihatin, S.Pd., menegaskan
komitmen organisasinya dalam mengawal kegiatan kemanusiaan ini hingga tuntas di
lapangan.
"Aksi ini merupakan wujud
pertanggungjawaban moral dan kepedulian nyata dari Pramuka Peduli Kwarran
Lumbir terhadap kondisi saudara-saudara kita di Desa Cingebul yang sedang
mengalami krisis air bersih. Kami melihat secara langsung bagaimana warga harus
berjuang mendapatkan air saban hari selama kemarau ini. Oleh karena itu, kami
menggandeng BWS Citanduy dan BPBD Banyumas agar bantuan dapat menyasar langsung
210 KK yang benar-benar membutuhkan," ujar Agus Prihatin di sela-sela
pemantauan distribusi air.
"Kami sangat bersyukur dan
berterima kasih atas dukungan penuh dari BWS Citanduy Jawa Barat, Pemerintah
Desa Cingebul, serta seluruh unsur relawan yang terlibat. Harapan kami, bantuan
10.000 liter air ini tidak hanya meringankan beban harian warga, tetapi juga
menjadi pemantik semangat gotong royong bahwa masyarakat tidak sendirian
menghadapi masa sulit ini. Semoga kerja sama kemanusiaan ini dapat terus
berlanjut dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua," lanjutnya.
Apresiasi senada turut mengalir
dari jajaran pengurus lingkungan dan warga RT 01/RW 05 Penusupan yang merasa
sangat terbantu atas kedatangan armada tangki air tersebut.
"Kami atas nama warga
Grumbul Penusupan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim
Pramuka Peduli Lumbir, BWS Citanduy, dan Pemerintah Desa. Sudah beberapa pekan
ini sumur warga kering drastis, sehingga bantuan air bersih sebanyak ini
betul-betul menjadi penyambung napas bagi kami untuk kebutuhan memasak dan
minum sehari-hari. Penyalurannya pun sangat tertib sehingga semua warga
mendapatkan bagian yang merata," ungkap salah seorang tokoh masyarakat
setempat mewakili warga penerima manfaat.
Langkah nyata yang ditunjukkan
oleh Pramuka Peduli Kwarran Lumbir bersama BWS Citanduy Jawa Barat dan BPBD
Kabupaten Banyumas menjadi bukti kuat bahwa penanganan krisis kekeringan
memerlukan aksi tanggap yang terintegrasi. Penyaluran air bersih ini diharapkan
dapat menjaga stabilitas kesehatan dan kesejahteraan warga Desa Cingebul hingga
musim penghujan kembali menyapa wilayah Banyumas.
.jpg)

Posting Komentar