Kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Parungkamal tersebut melibatkan guru SDN 1 Parungkamal, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Lumbir, serta Korwilcam Dindik Lumbir. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman dan peran satuan pendidikan dalam pengendalian kependudukan serta pencegahan stunting.
Baca juga:
- Aksi Malam RT 03 Citunggul, Kerigan Warga Siapkan Bank Sampah Berkah untuk Lingkungan dan Kas RT
- Revitalisasi SD Negeri 1 Cingebul Berjalan Sesuai Ketentuan, Aspek Keselamatan Terus Diperhatikan
Pelaksanaan IHT SSK tersebut diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antara unsur pendidikan dan pihak terkait. Melalui kegiatan tersebut, sekolah didorong untuk memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai isu kependudukan, pembangunan keluarga berkualitas, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ary Kurniawan, S.Pd. SD., Kepala SDN 1 Parungkamal. Dalam sambutannya, kegiatan IHT menjadi bagian dari penguatan peran sekolah dalam mendukung program kependudukan dan kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan dasar.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh perwakilan Kepala Puskesmas Lumbir, Aris Susanti. Kehadiran unsur puskesmas tersebut memperkuat kolaborasi antara satuan pendidikan dan layanan kesehatan dalam mendukung upaya pencegahan serta penurunan stunting di wilayah Kecamatan Lumbir.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Arifin Nur Hayadi, S.Pd., M.Pd., Korwilcam Dindik Lumbir. Ia menyampaikan materi mengenai kebijakan dinas pendidikan dalam pelaksanaan Sekolah Siaga Kependudukan serta penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah Kabupaten Banyumas.
Materi tersebut menempatkan sekolah sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan pengendalian kependudukan. Selain itu, perhatian terhadap ATS menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak tetap memperoleh akses pendidikan dan mendapatkan dukungan sesuai kebutuhan.
Pembahasan mengenai ATS dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan kependudukan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, pemerintah, dan pihak terkait untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak di wilayah Kabupaten Banyumas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penyampaian materi oleh Heny Sulistiowati, SKM., MPH., Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Materi yang disampaikan mengangkat tema mewujudkan keluarga berkualitas dari perspektif Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas.
Sekolah Siaga Kependudukan merupakan salah satu ruang edukasi yang dapat membantu memperkenalkan isu kependudukan kepada warga sekolah. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik dan pendidik diharapkan memiliki wawasan mengenai pentingnya perencanaan kehidupan, kesehatan keluarga, serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan perkembangan kependudukan.
Kegiatan IHT di SDN 1 Parungkamal tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara sektor pendidikan dan kesehatan. Guru sebagai bagian dari lingkungan pendidikan memiliki peran dalam memberikan pemahaman kepada peserta didik, sedangkan instansi terkait memberikan dukungan melalui kebijakan, pendampingan, dan penyampaian informasi sesuai bidang masing-masing.
Upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan. Tidak hanya melalui layanan kesehatan, upaya tersebut juga dapat didukung melalui edukasi, penguatan keluarga, peningkatan kepedulian masyarakat, serta pembentukan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan diselenggarakannya IHT Sekolah Siaga Kependudukan tersebut, SD Negeri 1 Parungkamal diharapkan dapat memperkuat kontribusinya dalam mendukung program pengendalian kependudukan dan pencegahan stunting di Kabupaten Banyumas. Kolaborasi antara guru, Korwilcam Dindik Lumbir, Dinas Kesehatan, dan PLKB Kecamatan Lumbir menjadi bagian penting dalam mewujudkan program yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran mengenai kependudukan dan kesehatan keluarga. Melalui penguatan kapasitas pendidik serta kerja sama lintas sektor, program Sekolah Siaga Kependudukan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga sekolah dan masyarakat di sekitarnya.
Kontributor: Ady P
Editor: Suripto

.jpeg)
Posting Komentar