Aksi Malam RT 03 Citunggul, Kerigan Warga Siapkan Bank Sampah Berkah untuk Lingkungan dan Kas RT

 


CITUNGGUL - Ketika sebagian warga mulai beristirahat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari, puluhan warga RT 03 Citunggul justru bergerak bersama di bawah suasana malam. Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB, warga menggelar aksi kerigan malam tahap kedua di area belakang Balai Temu Wicara RT 03 Citunggul. Dengan membawa cangkul, sekop, dan gerobak dorong, mereka bergotong royong meratakan lahan yang dipersiapkan sebagai lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah sekaligus pusat operasional Bank Sampah Berkah RT 03 Citunggul. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah nyata warga dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Semangat gotong royong tampak menjadi kekuatan utama dalam proses persiapan pembangunan tersebut. Pelaksanaan kerja bakti pada malam hari dipilih agar warga yang memiliki aktivitas dan pekerjaan pada siang hari tetap dapat ambil bagian dalam kegiatan bersama. Sejumlah warga secara bergantian mengangkat tanah, meratakan permukaan lahan, serta memindahkan material menggunakan peralatan sederhana. Meski dilakukan setelah jam aktivitas harian berakhir, pekerjaan tetap berlangsung dengan suasana kebersamaan. Kerigan tahap kedua ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas masyarakat tidak selalu harus menunggu tersedianya sumber daya besar, tetapi dapat diawali dari kepedulian, partisipasi, dan tenaga bersama warga.


Sudi, salah seorang warga yang terlibat aktif dalam perancangan program Bank Sampah Berkah, menjelaskan bahwa gagasan tersebut sejak awal dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas. Menurutnya, bank sampah bukan sekadar tempat menampung sampah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan yang memungkinkan sampah anorganik memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan kontribusi terhadap kebutuhan lingkungan dan masyarakat. 


“Program Bank Sampah Berkah ini bukan sekadar menjaga kebersihan agar desa bebas dari penumpukan sampah liar, tetapi juga memiliki sistem pengelolaan yang terintegrasi. Sampah anorganik yang bernilai jual akan dipilah oleh warga dan disalurkan ke pengepul utama. Hasil penjualannya kelak dibagi menjadi dua: sebagian untuk tabungan nasabah warga, dan sebagian persentase dialokasikan langsung menjadi pemasukan kas RT 03,” ujar Sudi di lokasi kegiatan.


Konsep tersebut membuat pembangunan Bank Sampah Berkah diarahkan tidak hanya sebagai solusi terhadap persoalan sampah, tetapi juga sebagai upaya membangun kebiasaan warga dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Sampah anorganik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah akan dikumpulkan dan dipisahkan berdasarkan nilai jualnya sebelum disalurkan kepada pengepul utama. Melalui mekanisme tersebut, warga yang menjadi nasabah dapat memperoleh manfaat dalam bentuk tabungan, sementara sebagian hasil pengelolaan dialokasikan untuk memperkuat kas RT. Sistem ini diharapkan menciptakan hubungan antara kepedulian terhadap lingkungan dengan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


Sudi menambahkan, dana yang nantinya masuk ke kas RT tidak berhenti sebagai pemasukan administratif, tetapi akan dikembalikan untuk mendukung berbagai kebutuhan bersama. Pemanfaatannya diarahkan pada kepentingan publik, termasuk perawatan fasilitas umum, dukungan terhadap kegiatan sosial warga, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. 


“Dana yang masuk ke kas RT nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk kepentingan bersama, seperti perawatan fasilitas umum, dana sosial warga, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Dengan begitu, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.


Ketua RT 03 Citunggul bersama warga lainnya menyambut positif gagasan tersebut dan mendukung proses persiapan pembangunan Bank Sampah Berkah. Gotong royong menjadi bagian penting karena keberadaan fasilitas tersebut nantinya membutuhkan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan, mulai dari pemilahan sampah, penyetoran, hingga pengelolaan hasilnya. Kerigan malam tahap kedua menjadi salah satu bentuk partisipasi konkret warga dalam mewujudkan rencana tersebut. Setelah lahan diratakan, tahapan persiapan pembangunan fasilitas pengolahan sampah dapat dilanjutkan sehingga cita-cita menghadirkan pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat semakin mendekati kenyataan.


Kerigan malam tahap kedua akhirnya berhasil menyelesaikan pemerataan lahan calon lokasi Bank Sampah Berkah RT 03 Citunggul. Capaian tersebut menjadi langkah awal dari sebuah gerakan yang diharapkan mampu menyatukan kepentingan kebersihan lingkungan, pemberdayaan warga, dan penguatan kas RT. Jika dapat berjalan sesuai konsep yang telah dirancang, Bank Sampah Berkah diharapkan segera beroperasi penuh dan berkembang menjadi salah satu contoh pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Dari kerja sederhana di malam hari, warga RT 03 Citunggul tengah menyiapkan sebuah ikhtiar bersama agar sampah tidak lagi dipandang semata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai sumber daya yang dapat dikelola untuk memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.


Kontributor: Luky Henderiyansah

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama