LUMBIR, BANYUMAS - Pelaksanaan
Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 1 Cingebul, Desa Cingebul,
Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, dipastikan berjalan mengikuti mekanisme
dan prosedur yang telah ditetapkan dalam program revitalisasi satuan
pendidikan. Klarifikasi tersebut
disampaikan menyusul munculnya informasi di ruang publik yang menyoroti
pelaksanaan pembangunan, khususnya terkait aspek keselamatan kerja di lokasi
kegiatan.
Proyek revitalisasi yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut direncanakan
berlangsung selama 150 hari kalender, mulai 4 Agustus sampai dengan 31 Desember
2026. Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan melalui tahapan yang telah
ditentukan, dengan melibatkan pihak-pihak terkait sesuai tugas dan tanggung
jawabnya, serta tetap berada dalam proses pemantauan selama pekerjaan
berlangsung.
Pengawas Koorwilcam Dindik Lumbir, Iwan Bayu Bimantoro, menegaskan bahwa
pelaksanaan revitalisasi tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap tahapan
kegiatan dipantau dan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar pelaksanaan
pekerjaan tetap berada dalam koridor ketentuan program. Menurutnya, proses
pembangunan merupakan kegiatan yang berlangsung secara bertahap sehingga
evaluasi dan pengawasan dilakukan secara berkelanjutan sampai pekerjaan
selesai.
“Pelaksanaan Program Revitalisasi di SD Negeri 1 Cingebul telah
dilaksanakan dengan mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Kami
melakukan pemantauan terhadap proses kegiatan dan terus berkoordinasi dengan
pihak sekolah serta pelaksana. Apabila dalam pelaksanaan terdapat hal-hal yang
perlu diperbaiki atau disempurnakan, tentu akan menjadi bagian dari evaluasi
agar pekerjaan tetap berjalan sesuai ketentuan,” tegas Iwan Bayu Bimantoro.
Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri 1 Cingebul, Sulistiyani. Ia
menjelaskan bahwa sekolah mendukung seluruh proses revitalisasi dan berupaya
menjaga koordinasi dengan pihak pelaksana maupun pengawas. Menurutnya,
pembangunan sarana pendidikan tersebut merupakan program penting yang
diharapkan dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta
didik.
“Dari pihak sekolah, kami mendukung dan mengikuti seluruh tahapan
pelaksanaan revitalisasi sesuai mekanisme yang telah ditentukan. Kami terus
berkoordinasi dengan pengawas dan pelaksana apabila ada hal yang perlu
diperhatikan di lapangan. Harapan kami, seluruh proses dapat berjalan lancar,
aman, sesuai ketentuan, dan menghasilkan fasilitas sekolah yang bermanfaat bagi
peserta didik,” ujar Sulistiyani.
Sementara itu, Pelaksana Revitalisasi menyampaikan bahwa pekerjaan
dilaksanakan berdasarkan tahapan dan rencana kerja yang telah ditetapkan.
Pelaksana juga menegaskan bahwa proses pembangunan terus dikendalikan dan
dievaluasi selama kegiatan berlangsung. Setiap pekerjaan memiliki karakteristik
dan tahapan masing-masing, sehingga kondisi lapangan perlu dilihat secara
menyeluruh dan tidak hanya berdasarkan satu waktu pengamatan.
“Kami melaksanakan pekerjaan berdasarkan tahapan dan ketentuan yang telah
ditetapkan dalam kegiatan revitalisasi. Pengendalian pekerjaan dilakukan selama
proses berlangsung, termasuk koordinasi dan evaluasi terhadap kondisi lapangan.
Untuk aspek keselamatan, kami terus mengingatkan dan mengarahkan pekerja agar
bekerja sesuai prosedur serta melakukan perbaikan apabila terdapat hal yang
perlu disempurnakan,” jelas Pelaksana Revitalisasi.
Dari perspektif masyarakat, pembangunan tersebut dipandang sebagai program
yang penting bagi peningkatan sarana pendidikan di wilayah Cingebul. Salah
seorang warga menyampaikan bahwa masyarakat tentu memiliki hak untuk memberikan
perhatian dan masukan terhadap pembangunan yang berlangsung di lingkungannya.
Namun, informasi mengenai pelaksanaan kegiatan diharapkan disampaikan secara
utuh dengan mempertimbangkan penjelasan dari pihak yang terlibat langsung.
“Kami sebagai masyarakat tentu senang dengan adanya pembangunan sekolah
karena nantinya manfaatnya kembali kepada anak-anak dan masyarakat. Kalau ada
yang perlu dikritisi, menurut saya sebaiknya dikomunikasikan dengan pihak
sekolah atau pelaksana supaya bisa segera diperbaiki. Yang kami harapkan
pembangunan ini selesai sesuai rencana dan hasilnya benar-benar baik,” ungkap
warga tersebut.
Dalam pelaksanaan program revitalisasi, pengawasan menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai tujuan. Karena pekerjaan masih berlangsung hingga batas waktu yang telah ditetapkan, berbagai aspek pelaksanaan, mulai dari tahapan pekerjaan, mutu hasil pembangunan, ketertiban lokasi, hingga keselamatan selama kegiatan, terus menjadi perhatian pihak-pihak terkait. Dengan demikian, apabila ditemukan hal yang masih memerlukan penyempurnaan, langkah korektif dapat dilakukan selama proses pekerjaan masih berjalan.
Munculnya perhatian publik terhadap sebuah kegiatan pembangunan pada dasarnya merupakan bagian dari kontrol sosial. Namun, penyampaian informasi juga perlu mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan, sehingga masyarakat memperoleh gambaran berdasarkan kondisi faktual serta penjelasan dari pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam kegiatan tersebut.Pihak pengawas, sekolah, dan pelaksana pada prinsipnya memiliki komitmen
yang sama untuk memastikan revitalisasi SD Negeri 1 Cingebul dapat diselesaikan
sesuai rencana dan ketentuan yang berlaku. Program tersebut diharapkan tidak
hanya menghasilkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga memberikan manfaat
nyata bagi proses pembelajaran dan kenyamanan peserta didik.
Dengan demikian, pelaksanaan revitalisasi SD Negeri 1 Cingebul hingga saat
ini merupakan proses yang masih berjalan dan terus mendapatkan pengawasan.
Penilaian terhadap keseluruhan hasil kegiatan tentunya akan lebih tepat
dilakukan setelah seluruh tahapan pekerjaan selesai. Selama proses tersebut
berlangsung, koordinasi, pengawasan, evaluasi, serta perbaikan terhadap setiap
aspek pekerjaan menjadi bagian penting untuk memastikan tujuan program
revitalisasi dapat tercapai secara optimal.
Posting Komentar