BANYUMAS, INFO BANYUMAS — Upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalisme guru terus dilakukan melalui berbagai inovasi pendampingan. Salah satunya dilakukan oleh Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Dra. Wiwi Parluki, M.Pd., melalui pengembangan aplikasi Si CANTIK sebagai instrumen pemantauan supervisi akademik di sekolah dampingan.
Si CANTIK merupakan sistem informasi yang dirancang sebagai instrumen supervisi dengan pendekatan Colaborative, Adaptif, Normatif, Tentatif, Inovatif, dan Kooperatif. Aplikasi berbasis Google Sites tersebut dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan supervisi akademik agar lebih terencana, sistematis, terdokumentasi, dan berkelanjutan.
Saat ini, Si CANTIK digunakan dalam pemantauan supervisi akademik pada 14 SMP negeri dan swasta yang menjadi sekolah dampingan. Kehadiran aplikasi ini diharapkan memberikan kemudahan dalam mendokumentasikan proses supervisi sekaligus membantu pengawas memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Memotret Pembelajaran Secara Utuh
Supervisi akademik melalui Si CANTIK tidak hanya berfokus pada kegiatan observasi guru ketika mengajar di dalam kelas. Prosesnya dirancang untuk memotret pembelajaran secara utuh, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi dan tindak lanjut.
Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan. Pengawas kemudian melakukan wawancara pra-pembelajaran untuk memperoleh informasi mengenai persiapan guru, tujuan pembelajaran, strategi yang akan diterapkan, serta berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum pembelajaran berlangsung.
Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan pembelajaran. Pengawas melakukan pengamatan secara langsung terhadap proses pembelajaran di kelas. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain kesiapan guru, keterlibatan peserta didik, pengelolaan kelas, penggunaan metode dan media pembelajaran, interaksi guru dengan peserta didik, serta ketercapaian tujuan pembelajaran.
Pengamatan tersebut bukan dimaksudkan untuk mencari kesalahan guru.
Sebaliknya, data hasil pengamatan menjadi bahan bagi guru dan pengawas untuk melakukan refleksi bersama, mengidentifikasi praktik yang sudah baik, sekaligus menemukan aspek pembelajaran yang masih perlu dikembangkan.
Tahap terakhir adalah evaluasi dan tindak lanjut. Setelah pembelajaran selesai, dilakukan wawancara pasca-pembelajaran untuk merefleksikan proses yang telah berlangsung.
Guru bersama pengawas mendiskusikan hal-hal yang sudah berjalan dengan baik, kendala yang dihadapi, alternatif solusi, serta rencana tindak lanjut yang diperlukan.
Supervisi dengan Pendekatan Kolaboratif
Salah satu karakter utama Si CANTIK adalah pendekatan kolaboratif. Supervisi akademik tidak ditempatkan sebagai hubungan satu arah antara pengawas dan guru, melainkan sebagai proses kerja sama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Guru diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, kendala, maupun kebutuhan dalam melaksanakan pembelajaran. Selanjutnya, pengawas memberikan pendampingan berdasarkan kondisi nyata yang ditemukan di lapangan.
Pola tersebut menjadikan hasil supervisi lebih kontekstual karena tindak lanjut yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kebutuhan guru dan sekolah.
Supervisi juga menjadi proses belajar bagi semua pihak. Guru memperoleh kesempatan untuk merefleksikan praktik pembelajarannya, sementara pengawas mendapatkan informasi yang lebih konkret mengenai kondisi pembelajaran di sekolah dampingan.
Mendukung Peningkatan Kompetensi Guru
Pemanfaatan Si CANTIK juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Hasil supervisi dapat digunakan untuk mengidentifikasi aspek pembelajaran yang telah berjalan dengan baik maupun bagian yang masih memerlukan pengembangan. Ketika ditemukan kendala dalam pelaksanaan pembelajaran, guru dapat mendiskusikannya bersama pengawas untuk menemukan alternatif solusi yang sesuai.
Dengan demikian, supervisi tidak berhenti pada pencatatan hasil pengamatan, tetapi dapat menjadi dasar pembinaan dan pengembangan profesional guru.
Menurut Wiwi Parluki, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Supervisi tidak cukup dilakukan satu kali, tetapi memerlukan pemantauan, refleksi, pendampingan, dan tindak lanjut secara konsisten.
Teknologi untuk Mendukung Pemantauan Mutu Pembelajaran
Sebagai aplikasi berbasis Google Sites, Si CANTIK memberikan ruang untuk mengelola informasi supervisi secara lebih praktis dan terdokumentasi.
Data dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga tindak lanjut dapat menjadi bahan untuk melihat perkembangan pembelajaran di sekolah dampingan.
Pemanfaatan teknologi tersebut juga membantu pengawas memantau pelaksanaan supervisi pada 14 SMP dampingan secara lebih terarah. Di sisi lain, guru memperoleh pendampingan yang berorientasi pada perbaikan praktik pembelajaran.
Pada akhirnya, Si CANTIK tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi atau media pencatatan supervisi. Lebih dari itu, Si CANTIK menjadi bagian dari upaya membangun budaya supervisi yang kolaboratif, adaptif, normatif, tentatif, inovatif, dan kooperatif.
Melalui tiga tahapan utama, yakni perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi dan tindak lanjut, Si CANTIK membantu memotret proses pembelajaran secara lebih utuh.
Hasil pemotretan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk melakukan refleksi, memberikan pendampingan, mengatasi berbagai kendala pembelajaran, serta mendorong peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Inovasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu pembelajaran, kualitas pendidikan, dan profesionalisme guru di Kabupaten Banyumas.
Dengan pendekatan tersebut, supervisi akademik diharapkan tidak lagi dipahami semata-mata sebagai kegiatan penilaian, tetapi sebagai proses pendampingan yang mendorong guru untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan layanan pembelajaran yang semakin berkualitas kepada peserta didik.
Seperti apa tampilan dan penerapan Si CANTIK? Pembaca dapat melihat secara langsung melalui laman www.wiwiparluki.site.
Penulis: Wiwi Parluki
Editor: Suripto

Posting Komentar