Sumber Dokumentasi : IKA ALUMNI MAGISTER PENDAS UMP
Para peserta workshop tidak sekadar mendengarkan paparan teori dari narasumber, melainkan diajak untuk mengalami secara langsung proses pembuatan dan pengujian media helikopter kertas. Melalui alat sederhana tersebut, pendidik dapat mempraktikkan secara nyata integrasi elemen sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika secara efektif di dalam ruang kelas.
Kegiatan pelatihan edukatif ini menghadirkan pakar internasional Prof. Ong Eng Tek, Ph.D. dari UCSI University Malaysia sebagai narasumber utama. Acara tersebut turut diperkuat oleh kolaborasi akademisi UMP, yakni Dr. Ristiana Dewi P., M.Si. dan Dr. Lia Mareza, M.A., serta didukung penuh oleh jajaran program studi Magister Pendidikan Dasar UMP.
Pelatihan bertaraf regional ini diikuti secara antusias oleh ratusan peserta yang terdiri atas guru serta kepala sekolah dari Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap. Selain praktisi pendidikan, jajaran mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan mahasiswa Magister Pendidikan Dasar UMP turut serta menyukseskan agenda tahunan tersebut.
Keterlibatan aktif Ikatan Alumni Magister Pendidikan Dasar UMP sebagai panitia penyelenggara menjadi kunci kelancaran seluruh rangkaian kegiatan edukatif ini. Sinergi antara alumni, dosen, dan praktisi di lapangan membuktikan komitmen bersama dalam mendorong kualitas mutu pengajaran di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Melalui eksperimen media helikopter kertas, para peserta diajak untuk tidak hanya berfokus pada hasil akhir pembuatan produk semata. Para tenaga pendidik diajarkan untuk memicu daya kritis peserta didik dengan melempar pertanyaan hipotesis terkait faktor yang memengaruhi durasi layang helikopter di udara.
Sumber Dokumentasi : IKA ALUMNI MAGISTER PENDAS UMP
Proses eksperimen tersebut mendorong peserta untuk merumuskan hipotesis ilmiah, menentukan variabel terikat serta variabel kontrol, hingga menguji alat secara langsung. Langkah selanjutnya mencakup pencatatan waktu terbang, pembandingan data hasil uji coba, hingga penarikan kesimpulan ilmiah yang sistematis dan terstruktur.
Melalui penerapan model pembelajaran ini, konsep Deep Learning dan STEAM dapat diserap secara optimal tanpa harus menggunakan peralatan yang mahal. Pembelajaran yang mendalam dibuktikan tidak selalu berawal dari materi yang rumit, melainkan dapat dimulai dari fenomena sederhana di lingkungan sekitar.
Pengembangan metode pengajaran tersebut juga diintegrasikan secara langsung dengan siklus pembelajaran 5E yang mencakup tahap Engage, Explore, Explain, Elaborate, dan Evaluate. Pendekatan terstruktur ini membantu guru memandu siswa dari tahap penumbuhan rasa ingin tahu hingga tahapan evaluasi pembelajaran.
Pada tahap awal atau Engage, rasa penasaran peserta didik dipancing melalui fenomena menarik yang disajikan oleh pendidik di kelas. Tahap berikutnya memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi, menemukan fakta baru melalui eksperimen, serta mendiskusikan hasil temuan mereka bersama kelompok belajar.
Setelah tahap eksplorasi selesai, peserta didik diarahkan untuk menjelaskan temuan mereka dan mengembangkannya dalam konteks pemecahan masalah yang lebih luas. Seluruh rangkaian proses belajar mengajar tersebut ditutup dengan sesi evaluasi komprehensif terhadap proses eksperimen maupun pemahaman materi peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi Magister Pendidikan Dasar UMP, Assoc. Prof. Subuh Anggoro, M.Pi., M.Pd., menyampaikan bahwa proses pembelajaran modern harus memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya bagi peserta didik agar dapat mengalami proses belajar secara mandiri dan intuitif.
Ia juga menegaskan bahwa eksperimen helikopter kertas membuktikan bahwa seorang guru kreatif mampu menciptakan pengalaman belajar yang kaya dan interaktif. Pembelajaran bermakna tersebut dapat terwujud secara optimal hanya dengan memanfaatkan media serta benda-benda sederhana yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
Sementara itu, kehadiran Prof. Ong Eng Tek dari UCSI University Malaysia memperkaya wawasan para peserta melalui perspektif pengajaran bertaraf internasional. Penjelasan dari pakar global ini berpadu harmonis dengan kepakaran Dr. Ristiana Dewi P. dan Dr. Lia Mareza yang memberikan penguatan dari sudut pandang akademis.
Pertemuan lintas profesi antara akademisi, guru, kepala sekolah, dan mahasiswa ini menciptakan ruang diskusi produktif untuk merefleksikan kembali hakikat pengajaran. Forum ini menegaskan pentingnya perancangan kelas yang tak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mengajak siswa untuk berpikir dan menemukan jawaban secara mandiri.
Salah seorang peserta workshop yang juga merupakan seorang tenaga pendidik, Nurtia Lestari, mengungkapkan bahwa kegiatan interaktif ini memberikan sudut pandang dan inspirasi baru dalam merancang penyampaian materi di sekolah.
Sumber Dokumentasi : IKA ALUMNI MAGISTER PENDAS UMP
Ia menyatakan bahwa pengalaman praktik langsung ini membuat konsep pembelajaran kontekstual yang sebelumnya terasa abstrak menjadi jauh lebih mudah dipahami. Menurutnya, workshop ini membuktikan bahwa menghadirkan pengajaran bermakna di kelas tidak selalu memerlukan perangkat atau teknologi dengan biaya yang mahal.
Rangkaian acara workshop tersebut menegaskan pesan penting bagi dunia pendidikan bahwa kedalaman materi tidak ditentukan oleh rumitnya media yang digunakan. Keberhasilan pembelajaran bermakna berakar pada ketepatan pertanyaan pemantik, kualitas pengalaman belajar, serta ruang kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi ilmu secara mandiri.
KONTRIBUTOR : Nurrina Dyahpuspita
KONTRIBUTOR : Nurrina Dyahpuspita



Posting Komentar