Semarak Hari Santri 2026 di SDN Dawuhan Wetan Kedungbanteng: Padukan Pawai, Lomba Seni, dan Pameran Karya



KEDUNGBANTENG, INFO BANYUMAS
— SD Negeri Dawuhan Wetan yang berada di bawah naungan Korwilcam Dindik Kedungbanteng menggelar rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang mengusung tema “Merawat Nyala Santri, Menyemai Karya Negeri” pada Kamis, 22 Oktober 2026. Agenda tahunan yang memadukan nilai keagamaan, kreativitas, dan wawasan kebangsaan tersebut diisi dengan apel khidmat, pawai keliling, lomba seni rupa, hingga pameran karya siswa di kompleks sekolah setempat.


Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan Apel Peringatan Hari Santri Nasional di halaman sekolah untuk meneguhkan kembali peran sejarah para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Suasana peringatan makin semarak saat ratusan peserta didik berbusana muslim mengikuti jalan pawai edukatif mengelilingi lingkungan sekitar sekolah, yang dilanjutkan dengan kompetisi mewarnai untuk siswa kelas bawah serta lomba menggambar tokoh santri untuk jenjang kelas atas.


Penyelenggaraan Peringatan Hari Santri Nasional berbasis proyek karya seni di tingkat sekolah dasar memiliki peranan pedagogis yang sangat strategis. Di tengah gempuran arus informasi digital yang cepat, metode pengenalan sejarah dan karakter melalui eksplorasi seni visual terbukti lebih efektif menanamkan nilai kearifan lokal. Sekolah tidak hanya mentransfer pengetahuan sejarah secara abstrak, tetapi juga memberi ruang pengalaman langsung bagi anak-anak untuk mengekspresikan pemahamannya secara kontekstual.


Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Koordinator Kegiatan SDN Dawuhan Wetan, Muhamad Yasir Mutamam, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis kreativitas dipilih agar nilai-nilai kesantrian dapat terserap dengan mudah oleh anak usia sekolah dasar. Menurut beliau, penanaman karakter religius dan nasionalis harus dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak agar memberikan kesan mendalam yang membentuk perilaku harian mereka.


“Menjadi santri bukan hanya tentang belajar ilmu agama, melainkan juga tentang membentuk akhlak yang baik, menghormati guru dan orang tua, disiplin, rajin belajar, serta memberikan manfaat bagi sesama. Melalui kegiatan mewarnai, menggambar, dan pameran karya ini, kami ingin pesan keteladanan para santri dapat ditangkap anak-anak dengan gembira dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Muhamad Yasir Mutamam.


Puncak kemeriahan rangkaian HSN 2026 tersebut ditandai dengan dibukanya pameran hasil karya siswa yang memajang puluhan lembar gambar dan hasil mewarnai karakter tokoh santri. Hasil karya anak-anak tersebut menjadi bukti nyata bahwa proses pendidikan karakter di SD Negeri Dawuhan Wetan berjalan secara holistik, menggabungkan antara pemahaman spiritual, kecakapan kognitif, dan keberanian berekspresi secara positif.


Kecerian serta antusiasme yang tinggi terpancar dari raut wajah para murid selama mengikuti seluruh tahapan agenda di sekolah. Salah satu peserta didik kelas III SDN Dawuhan Wetan, Hasna Hayatun Nuvus, menyampaikan rasa gembiranya karena dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan peringatan yang dinilainya sangat seru dan berbeda dari hari-hari biasa.


“Bagi kami, kegiatan Hari Santri menjadi pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan. Apel, pawai, kegiatan mewarnai, menggambar tokoh santri, serta pameran karya memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sambil berkarya dan mengenal keteladanan para santri,” tutur Hasna Hayatun Nuvus dengan penuh semangat di sela-sela pameran.


Secara akademis dan psikologis, integrasi antara pendidikan karakter, seni, dan momen kebangsaan memberikan nilai tambah (high-value content) yang nyata bagi tumbuh kembang anak. Kegiatan ekspresif ini terbukti melatih motorik halus, mengasah kepekaan estetis, membiasakan anak menghargai karya teman, serta membangun rasa percaya diri peserta didik dalam bersosialisasi.


Melalui suksesnya penyelenggaraan Peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, SD Negeri Dawuhan Wetan membuktikan komitmennya sebagai lembaga pendidikan dasar yang seimbang dalam mengembangkan potensi akademik dan pembentukan watak siswa. Diharapkan benih-benih kebaikan dan semangat perjuangan santri yang telah ditanamkan dapat tumbuh menjadi benteng moral yang kokoh bagi generasi penerus bangsa.

Penulis: SIMAS Korwilcam Dindik Kedungbanteng

Editor: Andi Dwi Atmoko

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama