Kegiatan tersebut dibuka dengan senam Anak Indonesia Hebat yang ditampilkan siswa sekolah dasar setempat, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni dari pelajar tingkat SMP dan SMK di Kecamatan Lumbir. Penampilan dari SMP Negeri 1 Lumbir, SMP Negeri 2 Lumbir, SMK Sriwijaya, dan SMK Negeri 1 Lumbir menambah kemeriahan suasana pembukaan. Setelah rangkaian pertunjukan pelajar, acara dilanjutkan dengan seremoni pembukaan resmi yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan legislatif Kabupaten Banyumas. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan bahwa festival bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari strategi pengembangan potensi daerah berbasis masyarakat sekaligus peringatan hari jadi kabupaten.
Camat Lumbir, Wardoyo, menyampaikan bahwa Festival Kambing dan Gebyar UMKM merupakan agenda rutin kecamatan yang bertujuan memfasilitasi potensi peternak lokal sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat desa. Ia menuturkan bahwa Kecamatan Lumbir memiliki karakteristik wilayah agraris dengan banyak warga menggantungkan penghidupan pada sektor peternakan kambing. Oleh karena itu, festival ini diharapkan menjadi media promosi, edukasi, dan peningkatan kualitas budidaya ternak di tingkat peternak rakyat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, peternak, pelaku UMKM, dan masyarakat budaya menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal sekaligus memperingati hari jadi daerah dengan kegiatan produktif.
“Kegiatan ini sudah yang ketiga kalinya kami laksanakan di Kecamatan Lumbir. Harapannya, festival ini dapat memfasilitasi para peternak kambing di wilayah kami agar semakin berkembang, baik dari sisi kualitas ternak maupun pemasaran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku seni untuk tampil dan berkembang bersama. Momentum Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455 kami isi dengan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Wardoyo dalam sambutannya.
“Ke depan, saya berharap kegiatan ini tidak hanya untuk masyarakat Lumbir, tetapi bisa menarik peserta dari kecamatan lain, bahkan tingkat kabupaten atau lebih luas lagi. Festival ini adalah bentuk apresiasi kepada para peternak kambing yang telah berkontribusi pada ekonomi daerah. Saya mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat dirutinkan. Saya juga membuka ruang diskusi langsung dengan saya bagi para peternak,” ungkap Sadewo Tri Lastiono sebelum secara simbolis membuka acara dengan pemukulan gong.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Banyumas, yakni Mugiarto, Serta Budi, dan Joko Pramono, yang menunjukkan dukungan legislatif terhadap pengembangan sektor peternakan dan UMKM di wilayah Lumbir. Kehadiran para wakil rakyat tersebut memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah dan kecamatan dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal. Setelah seremoni pembukaan, rangkaian lomba dan kegiatan festival segera dimulai di berbagai titik arena Lapangan Lembah Sengkala.
Setelah lomba macapat, kegiatan berlanjut dengan lomba sambung lagu yang diikuti ibu-ibu Tim Penggerak PKK desa se-Kecamatan Lumbir. Lomba tersebut menghadirkan suasana penuh keakraban dan kegembiraan, sekaligus memperlihatkan partisipasi aktif perempuan desa dalam kegiatan budaya dan sosial masyarakat. Sementara itu, area pameran UMKM menampilkan beragam produk lokal seperti makanan olahan, kerajinan tangan, dan produk pertanian, yang menarik perhatian pengunjung festival. Interaksi antara pelaku UMKM dan pengunjung menjadi momentum promosi produk lokal yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan jaringan pemasaran.
Rismo, salah satu peternak kambing yang juga bertindak sebagai juri dalam kontes, menyampaikan bahwa festival tersebut sangat relevan dengan karakter masyarakat Lumbir yang mayoritas berprofesi sebagai peternak. Ia menilai bahwa kegiatan semacam ini memberi motivasi bagi peternak untuk meningkatkan kualitas ternak dan memperluas wawasan budidaya. Menurutnya, kontes kambing bukan hanya kompetisi, tetapi juga media pembelajaran bagi peternak dalam memahami standar ternak unggul.
“Kegiatan ini sangat positif bagi daerah seperti Lumbir yang masyarakatnya banyak beternak kambing. Melalui kontes ini, peternak bisa saling belajar tentang kualitas ternak yang baik. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan ke depan semakin bagus, baik dari sisi peserta maupun kualitas ternak yang ditampilkan,” ujar Rismo.
Festival Kambing, Gebyar Seni, dan UMKM Kecamatan Lumbir Tahun 2026 menunjukkan bahwa pengembangan potensi daerah dapat dilakukan melalui pendekatan terpadu antara budaya, ekonomi, dan peternakan. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat identitas lokal Lumbir sebagai wilayah peternakan kambing, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM dan pelestarian seni tradisional. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455.





.png)
Posting Komentar