Festival Kambing Lumbir 2026: Sinergi Budaya, Peternakan, dan UMKM Semarakkan Hari Jadi Banyumas ke-455

 

Lumbir, Info Banyumas. Semarak kebudayaan, potensi peternakan, dan geliat ekonomi kerakyatan berpadu dalam Festival Kambing, Gebyar Seni, dan UMKM Kecamatan Lumbir Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Lembah Sengkala, Desa Kedunggede, Senin (16/2/2026). Kegiatan tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga ini menghadirkan rangkaian lomba dan pertunjukan yang melibatkan masyarakat lintas usia, mulai dari kontes kambing, pagelaran seni pelajar, lomba macapat anak, lomba sambung lagu TP PKK desa, hingga pameran produk UMKM serta talkshow bersama pemangku kebijakan dan pakar peternakan. Selain sebagai ajang pemberdayaan masyarakat, festival ini juga diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455, sehingga menjadi bagian dari rangkaian perayaan daerah yang mengangkat potensi lokal Lumbir.


Kegiatan tersebut dibuka dengan senam Anak Indonesia Hebat yang ditampilkan siswa sekolah dasar setempat, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni dari pelajar tingkat SMP dan SMK di Kecamatan Lumbir. Penampilan dari SMP Negeri 1 Lumbir, SMP Negeri 2 Lumbir, SMK Sriwijaya, dan SMK Negeri 1 Lumbir menambah kemeriahan suasana pembukaan. Setelah rangkaian pertunjukan pelajar, acara dilanjutkan dengan seremoni pembukaan resmi yang dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan legislatif Kabupaten Banyumas. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan bahwa festival bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari strategi pengembangan potensi daerah berbasis masyarakat sekaligus peringatan hari jadi kabupaten.


Camat Lumbir, Wardoyo, menyampaikan bahwa Festival Kambing dan Gebyar UMKM merupakan agenda rutin kecamatan yang bertujuan memfasilitasi potensi peternak lokal sekaligus mengangkat ekonomi masyarakat desa. Ia menuturkan bahwa Kecamatan Lumbir memiliki karakteristik wilayah agraris dengan banyak warga menggantungkan penghidupan pada sektor peternakan kambing. Oleh karena itu, festival ini diharapkan menjadi media promosi, edukasi, dan peningkatan kualitas budidaya ternak di tingkat peternak rakyat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, peternak, pelaku UMKM, dan masyarakat budaya menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan ekonomi lokal sekaligus memperingati hari jadi daerah dengan kegiatan produktif.


“Kegiatan ini sudah yang ketiga kalinya kami laksanakan di Kecamatan Lumbir. Harapannya, festival ini dapat memfasilitasi para peternak kambing di wilayah kami agar semakin berkembang, baik dari sisi kualitas ternak maupun pemasaran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM dan pelaku seni untuk tampil dan berkembang bersama. Momentum Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455 kami isi dengan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Wardoyo dalam sambutannya.


Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, yang hadir membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival sebagai bentuk apresiasi kepada para peternak kambing dan pelaku usaha rakyat. Ia menilai bahwa Lumbir memiliki potensi besar dalam sektor peternakan yang perlu terus didorong melalui kegiatan promosi dan pembinaan berkelanjutan. Menurutnya, festival semacam ini dapat menjadi sarana mempertemukan peternak dengan pemerintah, pasar, dan pakar sehingga terjadi pertukaran pengetahuan dan peluang usaha yang lebih luas. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda berkelanjutan yang skalanya dapat diperluas, terlebih dalam konteks peringatan hari jadi Banyumas.


“Ke depan, saya berharap kegiatan ini tidak hanya untuk masyarakat Lumbir, tetapi bisa menarik peserta dari kecamatan lain, bahkan tingkat kabupaten atau lebih luas lagi. Festival ini adalah bentuk apresiasi kepada para peternak kambing yang telah berkontribusi pada ekonomi daerah. Saya mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat dirutinkan. Saya juga membuka ruang diskusi langsung dengan saya bagi para peternak,” ungkap Sadewo Tri Lastiono sebelum secara simbolis membuka acara dengan pemukulan gong.


Kegiatan pembukaan turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Banyumas, yakni Mugiarto, Serta Budi, dan Joko Pramono, yang menunjukkan dukungan legislatif terhadap pengembangan sektor peternakan dan UMKM di wilayah Lumbir. Kehadiran para wakil rakyat tersebut memperkuat komitmen bersama antara pemerintah daerah dan kecamatan dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal. Setelah seremoni pembukaan, rangkaian lomba dan kegiatan festival segera dimulai di berbagai titik arena Lapangan Lembah Sengkala.


Kontes kambing menjadi salah satu agenda utama yang paling menyita perhatian masyarakat. Berbagai jenis kambing unggulan milik peternak lokal dipamerkan dan dinilai berdasarkan kriteria kesehatan, bobot, postur, serta kualitas perawatan. Para peternak terlihat antusias mempersiapkan ternaknya dengan perawatan khusus sebelum mengikuti penilaian. Kontes tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi mengenai standar kualitas ternak yang baik bagi peternak lainnya. Di sisi lain arena, lomba macapat anak tingkat sekolah dasar berlangsung meriah dengan peserta mengenakan busana adat Jawa, melantunkan tembang tradisional dengan penuh penghayatan.


Setelah lomba macapat, kegiatan berlanjut dengan lomba sambung lagu yang diikuti ibu-ibu Tim Penggerak PKK desa se-Kecamatan Lumbir. Lomba tersebut menghadirkan suasana penuh keakraban dan kegembiraan, sekaligus memperlihatkan partisipasi aktif perempuan desa dalam kegiatan budaya dan sosial masyarakat. Sementara itu, area pameran UMKM menampilkan beragam produk lokal seperti makanan olahan, kerajinan tangan, dan produk pertanian, yang menarik perhatian pengunjung festival. Interaksi antara pelaku UMKM dan pengunjung menjadi momentum promosi produk lokal yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan jaringan pemasaran.


Pada sesi talkshow, para peternak mendapat kesempatan berdialog langsung dengan pemerintah daerah dan pakar peternakan mengenai teknik budidaya, kesehatan ternak, hingga peluang pemasaran. Diskusi tersebut berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peternak terkait kendala yang mereka hadapi di lapangan, seperti pakan, penyakit ternak, dan akses pasar. Talkshow menjadi ruang berbagi pengetahuan praktis sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat peternak.


Rismo, salah satu peternak kambing yang juga bertindak sebagai juri dalam kontes, menyampaikan bahwa festival tersebut sangat relevan dengan karakter masyarakat Lumbir yang mayoritas berprofesi sebagai peternak. Ia menilai bahwa kegiatan semacam ini memberi motivasi bagi peternak untuk meningkatkan kualitas ternak dan memperluas wawasan budidaya. Menurutnya, kontes kambing bukan hanya kompetisi, tetapi juga media pembelajaran bagi peternak dalam memahami standar ternak unggul.


“Kegiatan ini sangat positif bagi daerah seperti Lumbir yang masyarakatnya banyak beternak kambing. Melalui kontes ini, peternak bisa saling belajar tentang kualitas ternak yang baik. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan ke depan semakin bagus, baik dari sisi peserta maupun kualitas ternak yang ditampilkan,” ujar Rismo.


Menjelang akhir acara, panitia menyelenggarakan prosesi penyerahan penghargaan kepada para juara dari berbagai kategori lomba, mulai dari kontes kambing, lomba macapat anak, hingga lomba sambung lagu PKK desa. Penyerahan hadiah dilakukan di panggung utama dengan disaksikan masyarakat dan tamu undangan. Suasana penuh kebanggaan terlihat dari para peserta yang menerima penghargaan, sementara penonton memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi. Momen tersebut menjadi puncak kegiatan sekaligus simbol penghargaan terhadap kreativitas, keterampilan, dan kerja keras masyarakat Lumbir.


Festival Kambing, Gebyar Seni, dan UMKM Kecamatan Lumbir Tahun 2026 menunjukkan bahwa pengembangan potensi daerah dapat dilakukan melalui pendekatan terpadu antara budaya, ekonomi, dan peternakan. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat identitas lokal Lumbir sebagai wilayah peternakan kambing, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM dan pelestarian seni tradisional. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Banyumas ke-455.


Melalui festival ini, Kecamatan Lumbir berupaya menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak harus selalu berbasis industri besar, tetapi dapat tumbuh dari potensi lokal masyarakat. Peternakan kambing, seni tradisi, dan UMKM desa menjadi kekuatan ekonomi sekaligus budaya yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat yang tinggi menunjukkan bahwa festival tersebut memiliki dampak sosial dan ekonomi yang nyata.


Ke depan, pemerintah Kecamatan Lumbir berharap festival dapat berkembang menjadi agenda berskala lebih luas yang mampu menarik partisipasi lintas wilayah. Dengan demikian, Lumbir tidak hanya dikenal sebagai daerah agraris, tetapi juga pusat kegiatan peternakan dan budaya yang dinamis di Kabupaten Banyumas. Festival Kambing, Gebyar Seni, dan UMKM di Lembah Sengkala pun menjadi bukti bahwa potensi lokal, ketika dikelola bersama, mampu menghadirkan kebanggaan dan kesejahteraan bagi masyarakat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam perayaan Hari Jadi Banyumas.

Kontributor: Humas Korwil Lumbir

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama