![]() |
| Foto bersama Panitia Kegiatan dengan Penilik Korwilcam Dindik Kembaran (Info Banyumas) |
KEMBARAN, INFO
BANYUMAS – Ratusan anak didik dari berbagai satuan PAUD nonformal di wilayah Korwilcam
Dindik Kembaran mengikuti kegiatan religi "Peragaan Manasik Haji"
yang berlangsung khidmat pada Sabtu (7/2/2026). Kegiatan yang dipusatkan di
satuan PAUD Bani Malik tersebut diinisiasi oleh HIMPAUDI Kec. Kembaran sebagai
upaya nyata dalam memperkenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak sejak usia
sedini mungkin.
Ketua
HIMPAUDI Kec. Kembaran, Dian Saptawati, S.Pd.Aud, dengan didampingi oleh
Penilik Korwilcam Dindik Kembaran, Sulistiyono, S.Pd.SD hadir langsung sejak
awal dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para tokoh pendidikan ini memberikan
dukungan moral bagi para pendidik dan orang tua dalam mengawal proses edukasi religi
bagi anak-anak.
Dian
Saptawati, S.Pd.Aud selaku Ketua HIMPAUDI menyampaikan bahwa kegiatan ini
merupakan agenda penting untuk menanamkan nilai-nilai religius. “Kami ingin
anak-anak mengenal sejak dini tentang ibadah haji, sehingga ketika dewasa nanti,
mereka sudah memiliki pemahaman dasar untuk menunaikan ibadah yang sesungguhnya
ke Tanah Suci,” ungkapnya di sela-sela kegiatan.
Kegiatan
yang dimulai pada pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Sri Rahayu, S.Pd selaku
Ketua Panitia Pelaksana yang memastikan seluruh alur peragaan berjalan sesuai
urutan manasik. Anak-anak yang mengenakan pakaian ihram putih tampak antusias
mengikuti instruksi para pendamping di lapangan.
Prosesi
diawali dengan simulasi perjalanan menuju Arofah, di mana seluruh peserta
berbaris rapi sembari melantunkan doa-doa talbiyah yang menggetarkan hati.
Suasana haru sekaligus bangga terlihat dari wajah para wali murid yang
menyaksikan putra-putri mereka belajar disiplin dalam beribadah.
Ketua
Panitia, Sri Rahayu, S.Pd menjelaskan bahwa persiapan teknis telah dilakukan
secara matang agar anak-anak nyaman selama prosesi berlangsung. “Kami membagi
rute dengan sangat detail, mulai dari berjalan menuju Arofah hingga berakhir di
masjid, agar alur cerita perjalanan haji ini mudah dipahami oleh logika
anak-anak PAUD,” tuturnya.
Setelah
dari Arofah, rombongan kecil ini melanjutkan perjalanan menuju Musdhalifah
untuk melakukan simulasi pengambilan batu kerikil. Aktivitas ini dirancang
sedemikian rupa agar anak-anak belajar ketelitian dan kesabaran dalam
mempersiapkan diri sebelum menuju tahapan berikutnya.
Penilik
Korwilcam Dindik Kembaran, Sulistiyono, S.Pd.SD memberikan apresiasinya
terhadap rangkaian kegiatan yang dinilai sangat edukatif dan tertib.
“Pendidikan karakter tidak hanya teori di kelas, namun melalui praktik langsung
seperti manasik ini, anak-anak belajar tentang pengorbanan dan ketaatan kepada
agama,” ujar beliau memberikan dukungan.
Langkah
kaki kecil mereka kemudian berlanjut menuju Mina untuk melakukan ritual berdiam
sejenak atau mabit. Di lokasi ini, anak-anak diajarkan sejarah mengenai
keteguhan hati dalam melawan godaan yang disimbolkan dengan melempar jumroh
Ula, Wustho, dan Aqobah menggunakan kerikil yang telah diambil sebelumnya.
Dian
Saptawati, S.Pd.Aud kembali menambahkan bahwa antusiasme tahun ini meningkat
tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Melihat semangat anak-anak saat
melempar jumroh dengan penuh keceriaan adalah bukti bahwa metode belajar sambil
praktik sangat efektif untuk usia mereka,” tambahnya dengan senyum bangga.
Rangkaian
ibadah pun berpindah ke area yang disimulasikan sebagai Ka’bah untuk
melaksanakan Thowaf, yakni berjalan mengelilingi pusat kiblat umat Islam.
Setelah putaran selesai, para peserta diarahkan menuju Maqom Ibrohim untuk
memahami sejarah penting di balik keberadaan tempat tersebut.
Sri Rahayu, S.Pd. menjelaskan lebih lanjut mengenai detail teknis setelah prosesi Thowaf yang diikuti dengan sesi beristirahat sejenak. “Setelah Thowaf yang cukup menguras energi, anak-anak diajak meminum air Zam-zam sebagai simbol keberkahan, sebelum mereka melanjutkan ke lintasan Sa'i untuk lari-lari kecil,” jelasnya merinci kegiatan.
Kegiatan
Sa'i antara Shofa dan Marwah menjadi salah satu sesi yang paling disenangi
anak-anak karena mereka bisa melakukan lari-lari kecil dengan riang. Setelah
itu, prosesi dilanjutkan dengan Tahalul atau pemotongan rambut secara simbolis
sebagai tanda berakhirnya rangkaian rukun haji.
Sulistiyono,
S.Pd.SD berharap kegiatan rutin seperti ini dapat terus dipertahankan dan
ditingkatkan kualitasnya di masa mendatang. “Harapan kami, koordinasi antara
pengurus HIMPAUDI dan satuan PAUD nonformal semakin erat agar kegiatan besar
yang bermanfaat bagi pembentukan akhlak anak bangsa ini terus berlanjut setiap
tahunnya,” ungkapnya dengan penuh harap.
Seluruh rangkaian peragaan manasik haji tersebut ditutup dengan pelaksanaan Sholat Idul Adha berjamaah di masjid yang berada di area lokasi kegiatan. Penutupan ini menandai selesainya petualangan religi anak-anak Kembaran hari itu, yang pulang dengan membawa pengetahuan baru dan senyum yang merekah.
Kontributor: Sulistiyono

Posting Komentar