Sinergi Cepat Pemdes Cingebul dan Pramuka Peduli: Atasi Dampak Pohon Tumbang akibat Angin Kencang dan Hujan lebat.



LUMBIR, INFO BANYUMAS — Akselerasi penanganan bencana ditunjukkan secara kolektif oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Cingebul bersama Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pramuka Peduli (Pramuli) Kwartir Ranting Lumbir dalam menanggulangi dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat. Insiden pohon tumbang yang dipicu oleh angin kencang dan hujan lebat dilaporkan sempat melumpuhkan aksesibilitas serta memutus aliran listrik di kawasan RW 06 dan RW 07, Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, koordinasi taktis lintas sektor memastikan tidak adanya korban jiwa maupun kerugian materiil yang signifikan bagi warga terdampak.


Proses evakuasi material pohon yang menutup badan jalan tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip gotong royong dan respons cepat. Melibatkan personel dari Tim URC Pramuli yang dipimpin langsung oleh Agus Prihatin, pembersihan area jalan desa segera dilakukan guna memastikan mobilitas warga tidak terhambat lebih lama. Penggunaan alat pemotong mesin dan kerja bakti bersama masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam normalisasi jalur transportasi tersebut. Melalui kerja keras kolektif, sisa-sisa batang pohon yang melintang berhasil disingkirkan dalam waktu singkat, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial di area RW 06 dan RW 07 dapat kembali berjalan seperti sedia kala.


Selain gangguan pada akses jalan, insiden alam ini juga sempat mengakibatkan padamnya aliran listrik di kedua wilayah tersebut selama beberapa jam akibat tertimpa dahan pohon. Menanggapi situasi ini, pihak Pemdes segera melakukan koordinasi intensif dengan petugas PLN untuk melakukan perbaikan jaringan yang mengalami gangguan. Berkat gerak cepat tim teknis PLN di lapangan yang bersinergi dengan pembersihan lahan oleh warga, kendala kelistrikan berhasil diatasi sepenuhnya. Pulihnya sistem pencahayaan dan energi di rumah-rumah warga menjadi tanda berakhirnya masa darurat berskala kecil di Desa Cingebul pasca diterjang cuaca buruk.


Kepala Desa Cingebul menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para relawan dan kesigapan petugas dalam menghadapi situasi darurat ini. Ia menekankan bahwa koordinasi yang solid antara pemerintah desa, organisasi kepemudaan seperti Pramuka, dan instansi vertikal seperti PLN adalah modal utama dalam mitigasi bencana di tingkat desa.


“Kerja sama ini adalah bukti bahwa kekuatan gotong royong warga Cingebul dan semangat Pramuka Peduli sangat luar biasa. Kami sangat berterima kasih kepada Tim URC Pramuli dan PLN yang bergerak secepat kilat, sehingga meskipun listrik sempat padam, warga tidak perlu menunggu lama untuk kembali beraktivitas normal tanpa ada kerugian yang berarti,” ujar salah satu perangkat desa setempat mewakili narasumber di lapangan.


Sementara itu, perwakilan dari Tim URC Pramuli Kwarran Lumbir, Agus Prihatin, menegaskan bahwa kehadiran mereka di tengah bencana merupakan wujud pengabdian tanpa batas bagi masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan personel telah dilatih untuk merespons kejadian serupa, terutama saat memasuki musim penghujan dengan intensitas angin yang tinggi.


“Kami dari Pramuka Peduli selalu siap siaga kapanpun dibutuhkan masyarakat. Dalam kejadian di Cingebul ini, prioritas utama kami adalah membuka akses jalan yang tertutup pohon agar kendaraan bisa lewat dan membantu pihak PLN membersihkan jalur kabel. Alhamdulillah, sinergi dengan warga berjalan sangat baik sehingga semua beres dalam waktu singkat tanpa ada korban,” tutur Agus Prihatin saat mengoordinasi pembersihan terakhir di lokasi.


Dengan normalnya kembali arus lalu lintas dan pulihnya aliran listrik, warga Desa Cingebul diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin masih akan terjadi. Langkah antisipatif seperti pemangkasan dahan pohon yang rawan tumbang di sekitar pemukiman kini menjadi fokus edukasi lanjutan dari Pemdes Cingebul dan Pramuli Lumbir guna meminimalisir risiko serupa di masa mendatang.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama