Menempa Jasmani dan Empati di Pangkalan SD QITA: Ikhtiar Penguatan Karakter Pramuka Jelang Ramadhan


PURWOKERTO, INFO BANYUMAS – Pangkalan Gugus Depan SD Qaryah Thayyibah (SD QITA) Purwokerto melakukan terobosan dalam pola pembinaan karakter peserta didik melalui kegiatan latihan pramuka yang dikemas secara atraktif. Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, sekolah tersebut menyelenggarakan kegiatan outbound tematik yang memadukan ketangkasan fisik dan penguatan aspek psikologis, Sabtu (14/2). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan internal sekolah dan kawasan terbuka di sekitarnya ini menjadi momentum krusial untuk menyiapkan kesiapan mental siswa dalam menghadapi rutinitas ibadah di bulan puasa.


Berbeda dengan latihan rutin mingguan yang biasanya bersifat klasikal, agenda kali ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar di luar ruangan yang dinamis. Sebanyak 75 peserta didik yang terdiri dari golongan Siaga dan Penggalang dilibatkan secara aktif dalam rangkaian simulasi lapangan. Seluruh unsur pendidik di SD QITA turut turun tangan melakukan pendampingan melekat guna memastikan setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur kependidikan dan keselamatan.


Latihan tersebut diawali dengan pelaksanaan senam pramuka bersama yang bertujuan untuk memompa semangat serta melemaskan otot-otot sebelum memasuki inti tantangan. Setelah proses pemanasan selesai, panitia penyelenggara melakukan pembagian kelompok dengan komposisi yang unik. Alih-alih memisahkan jenjang usia, setiap kelompok justru merupakan gabungan antara anggota Siaga yang lebih muda dengan anggota Penggalang yang lebih senior. Strategi penggabungan kelompok tersebut sengaja dipilih sebagai instrumen untuk menanamkan nilai-nilai hierarki positif dan solidaritas antar-generasi di lingkungan sekolah.


Dalam struktur kelompok gabungan tersebut, terlihat dinamika interaksi yang menarik di mana para siswa senior dituntut untuk mengayomi, sementara siswa junior belajar menghargai otoritas kakak kelasnya. Melalui metode tersebut, sekolah berupaya memanifestasikan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka ke dalam praktik nyata, bukan sekadar hafalan tekstual. Penggabungan dua golongan yang berbeda dalam satu kelompok tersebut diharapkan dapat mengikis sekat-sekat ego sektoral antar-tingkatan kelas dan membangun ekosistem sekolah yang lebih harmonis.


Kegiatan berlanjut pada sesi penjelajahan di mana para peserta harus melewati berbagai pos tantangan yang telah disiapkan oleh kakak pembina. Setiap pos memiliki karakteristik tugas yang berbeda, mulai dari ujian fisik, ketangkasan manual, hingga pemecahan masalah yang membutuhkan logika berpikir kritis. Kerja sama tim menjadi kunci utama karena tidak ada satu pun tantangan yang dapat diselesaikan secara individual.


Informasi mengenai teknis kegiatan tersebut menyebutkan bahwa para peserta didik harus mengerahkan kombinasi kekuatan fisik dan ketajaman strategi untuk menyelesaikan misi di setiap pos. Para pembina menekankan bahwa setiap hambatan yang diberikan merupakan metafora dari tantangan hidup yang akan dihadapi siswa di masa depan. Melalui simulasi tersebut, diharapkan tumbuh rasa percaya diri dan kemampuan adaptasi yang tinggi pada diri setiap anggota pramuka di pangkalan SD QITA.


Selain aspek ketangkasan, materi yang disampaikan di setiap pos juga disisipi dengan pesan-pesan spiritualitas. Hal ini berkaitan erat dengan momentum penyambutan bulan Ramadhan, di mana ketahanan fisik menjadi modal utama dalam menjalankan ibadah puasa sehari penuh. Dengan fisik yang terlatih melalui outbound, para siswa diharapkan tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan, melainkan tetap produktif dan bersemangat dalam beraktivitas.


Ditemui di sela-sela kegiatan, Pembina Pramuka SD QITA, Kak Salsa Amalia Ramadhan, memberikan penjelasan mendalam mengenai filosofi di balik penyelenggaraan outbound ini. Menurutnya, pendidikan kepramukaan harus mampu beradaptasi dengan kalender sosial dan keagamaan agar tetap relevan bagi peserta didik.


"Latihan kali ini memang sengaja kami kemas dalam bentuk outbound yang lebih cair namun tetap disiplin. Tujuan utamanya adalah untuk menguatkan ketahanan fisik para siswa dan sekaligus meningkatkan rasa kepedulian sosial mereka, terutama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang sudah di depan mata. Kami ingin memastikan bahwa secara jasmani dan rohani, mereka siap menyambut bulan yang penuh berkah tersebut," jelas Kak Salsa dengan antusias.


Lebih lanjut, Kak Salsa menggarisbawahi pentingnya eksperimen sosial melalui penggabungan kelompok Siaga dan Penggalang. Ia menilai bahwa kecerdasan emosional seringkali lebih efektif diasah melalui interaksi langsung di lapangan daripada sekadar teori di dalam kelas.


"Penggabungan dua golongan yang berbeda dalam satu kelompok ini bertujuan untuk menguatkan karakter empati antar sesama anggota Pramuka. Kami ingin menciptakan sebuah siklus edukasi di mana golongan Siaga belajar menghormati kakak kelasnya yang lebih tua, sementara golongan Penggalang belajar menjadi contoh dan teladan yang baik serta memupuk rasa tanggung jawab terhadap adik-adik tingkatnya. Jika nilai-nilai ini sudah tertanam, maka kerukunan di sekolah akan terjaga dengan sendirinya," tambah Kak Salsa.


Respons positif terlihat dari antusiasme para siswa yang mengikuti kegiatan hingga usai. Meskipun cuaca cukup menantang, semangat mereka tidak surut dalam menyelesaikan setiap tugas. Kehadiran seluruh tenaga pendidik sebagai pendamping juga memberikan rasa aman dan dukungan moral yang signifikan bagi para siswa, sehingga tercipta kedekatan emosional antara guru dan murid di luar konteks formalitas kelas.


Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berhenti sebagai seremoni mingguan, tetapi menjadi pemantik bagi perubahan perilaku yang berkelanjutan. Pihak sekolah meyakini bahwa penguatan fisik yang dibarengi dengan asahan logika dan empati akan membentuk profil pelajar yang tangguh secara mental dan santun secara sosial.


Menutup rangkaian kegiatan, para peserta kembali berkumpul untuk melakukan refleksi bersama atas apa yang telah mereka pelajari selama outbound. Nilai-nilai tentang pengorbanan, kepemimpinan, dan kerja keras yang dirasakan selama latihan diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya saat menjalani ibadah di bulan Ramadhan nanti. Pangkalan SD QITA berkomitmen untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran karakter, menjadikan pramuka sebagai garda terdepan dalam mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia.


Kontributor HUMASTIKA KWARAN KEDUNGBANTENG


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama