KEDUNGBANTENG – Semangat syiar Islam dan pembinaan karakter religius kembali digaungkan oleh Kwarran Kedungbanteng melalui gelaran Technical Meeting (TM) Lomba Dai Cilik tingkat Siaga se-Kwarran Kedungbanteng, Senin (9/2/2026), di Aula Pangkalan SD Negeri 1 Beji. Kegiatan yang diinisiasi Bidang Humas tersebut menjadi langkah awal menuju panggung dakwah bagi Pramuka Siaga yang siap menampilkan kemampuan terbaiknya.
Technical Meeting berlangsung hangat dan interaktif, diikuti para pembina dan pendamping dari berbagai pangkalan. Dalam forum tersebut dipaparkan secara rinci mekanisme lomba, kriteria penilaian, durasi penampilan, hingga ketentuan materi dakwah yang akan dibawakan peserta. Suasana diskusi tampak hidup, menandakan keseriusan setiap pangkalan dalam mempersiapkan wakil terbaiknya.
“Kami ingin anak-anak Siaga berani tampil, percaya diri berbicara di depan umum, serta mampu menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh. Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi panggung pembelajaran karakter dan mental keberanian bagi mereka,” ujar Waka Bidang Humas Kwarran Kedungbanteng, Kak Muammar Husni Mubarok, S.Pd.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut Humas Kwarran berupaya menghadirkan program yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan relevan dengan nilai-nilai kepramukaan. Menurutnya, pembinaan karakter religius perlu ditanamkan sejak usia Siaga agar menjadi fondasi kuat dalam perjalanan pendidikan anak.
“Pramuka adalah gerakan pendidikan karakter. Ketika anak-anak dilatih berdakwah, mereka belajar merangkai kata, menguatkan mental, dan memahami pesan moral yang disampaikan. Kami ingin mereka tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga memahami isi dan makna dari setiap pesan kebaikan yang mereka suarakan,” tambah Kak Amar.
Sementara itu, Ka Kwarran Kedungbanteng, Kak Supriyati, S.Pd., dalam arahannya menekankan pentingnya membina generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan akhlak. Ia menyebut, Lomba Dai Cilik merupakan media strategis untuk melatih keberanian sekaligus membangun karakter kepemimpinan sejak dini.
“Pramuka Siaga hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Melalui lomba Dai Cilik, kita latih mereka untuk berani menyuarakan kebaikan, menebar pesan moral, dan menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Jangan hanya mengejar juara, tetapi jadikan ini sebagai proses pembentukan karakter yang akan membekas sepanjang hayat,” tegas Kak Supriyati penuh semangat.
Ia juga mengajak seluruh pembina untuk mendampingi peserta dengan kesabaran dan kreativitas. Menurutnya, peran pembina sangat menentukan keberhasilan anak dalam memahami materi dakwah sekaligus menikmati proses pembelajaran yang dijalani. Pendekatan yang menyenangkan dinilai mampu membuat anak tampil lebih percaya diri.
“Dampingi mereka dengan hati, bukan sekadar target. Bantu mereka menemukan gaya berbicara yang sesuai dengan karakter masing-masing. Ketika anak merasa didukung dan dihargai, mereka akan tampil lebih maksimal dan menikmati setiap prosesnya,” ujarnya memberi motivasi kepada seluruh peserta TM.
Technical Meeting berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang aktif. Para pembina tampak antusias mencatat poin-poin penting, mulai dari aspek teknis penilaian hingga tata cara pengiriman video penampilan karena lomba akan digelar secara daring. Kesiapan administrasi dan teknis menjadi perhatian utama agar pelaksanaan lomba berjalan lancar.
Melalui persiapan matang ini, Lomba Dai Cilik diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai religius, keberanian, serta kemampuan komunikasi Pramuka Siaga di Kwarran Kedungbanteng. Panggung dakwah kecil itu bukan sekadar ruang lomba, tetapi wadah menumbuhkan generasi yang lantang menyuarakan kebaikan dan menebar inspirasi di tengah masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen Kwarran menghadirkan kegiatan Pramuka yang sarat makna dan pembinaan karakter.
Kontributor: HUMASTIKA KWARAN KEDUNGBANTENG
Posting Komentar