PURWOJATI, INFO BANYUMAS – Di tengah tuntutan profesionalisme pendidikan yang semakin dinamis, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Jati Widya Tama Korwilcam Dindik Purwojati mengambil langkah berbeda untuk memperkuat fondasi kerja para pendidik. Pada Jumat, 20 Februari 2026, agenda rapat koordinasi (rakor) rutin bertransformasi menjadi momentum penguatan batin melalui balutan kegiatan "Jumat Religi". Bertempat di lingkungan Korwilcam Dindik Purwojati, acara ini dihadiri oleh jajaran kepala sekolah dan staf sebagai upaya mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas ke dalam manajerial pendidikan.
Kegiatan dimulai dengan suasana yang jauh dari kesan kaku. Setelah pembukaan oleh pembawa acara, gema wahyu Ilahi yang dilantunkan dengan khusyuk oleh Jaenal Abidin, S.Pd., seketika mengubah atmosfer ruangan menjadi lebih tenang dan kontemplatif. Kesyahduan tersebut semakin terasa saat Puji Iryanti, S.Pd., mendendangkan lagu religi berjudul “Rapuh” karya Opick, yang seolah menjadi pengingat bagi para peserta rakor akan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.
Memasuki inti siraman rohani, Galih Latiano, M.Pd., menyampaikan uraian mengenai hikmah puasa. Dalam paparannya, Galih menyebutkan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana krusial untuk meningkatkan keimanan, kedisiplinan, serta keikhlasan. Ia menambahkan bahwa bagi setiap pendidik, nilai-nilai tersebut merupakan modal utama dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih lanjut, Galih menekankan bahwa anjuran berpuasa, khususnya di bulan Ramadan, merupakan perintah fundamental bagi orang beriman sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang harus diimplementasikan dalam etos kerja sehari-hari.
Rakor yang dipandu langsung oleh Ketua K3S Jati Widya Tama, Juli Tarwoko, S.Pd.SD., ini tidak hanya berfokus pada sisi spiritual, tetapi juga menajamkan visi manajerial sekolah. Kehadiran Koordinator Korwilcam Dindik Purwojati, Aris Hidayatno, S.P., memberikan arahan strategis mengenai kebijakan pendidikan terkini yang harus segera diadaptasi di tingkat satuan pendidikan.
Aris menyatakan bahwa kolaborasi antara rapat dinas dengan kegiatan Jumat Religi merupakan langkah strategis untuk membangun karakter pendidik yang berintegritas. Menurutnya, profesionalisme tanpa landasan akhlak yang kuat akan kehilangan maknanya dalam dunia pendidikan. Dalam pidatonya, Aris Hidayatno menegaskan pentingnya implementasi hasil rakor tingkat kabupaten:
"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh kepala sekolah dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, menjaga kekompakan, serta menindaklanjuti hasil rakor di tingkat kabupaten terkait SPMB dengan penuh tanggung jawab. Integritas dan sinergi adalah kunci agar pendidikan di Purwojati tetap unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman," tegas Aris.
Selain aspek spiritual dan manajerial, isu digitalisasi menjadi poin penting dalam pertemuan tersebut. Pengawas SD Korwilcam Dindik Purwojati, Anis Septiani, M.Pd., memberikan sorotan tajam mengenai urgensi pengelolaan data di era modern. Anis menjelaskan bahwa di era digital saat ini, pengelolaan database dokumen secara daring bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan strategis.
Ia berpendapat bahwa peralihan dari sistem konvensional ke digital akan memangkas birokrasi yang berbelit dan meningkatkan akurasi data sekolah. Terkait hal tersebut, Anis Septiani memberikan penekanan khusus mengenai transparansi:
"Pengelolaan dokumen secara digital akan memudahkan monitoring, mempercepat pelayanan, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas sekolah. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan diharapkan mulai membangun sistem database yang tertata dan berkelanjutan agar tidak tertinggal dalam arus transformasi digital pendidikan," ungkap Anis dalam arahannya.
Kegiatan Jumat Religi tersebut pada akhirnya berfungsi sebagai momentum refleksi kolektif. Para kepala sekolah diingatkan untuk tidak hanya mengejar target administratif, tetapi juga memelihara kesehatan mental dan spiritual demi menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis. Komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Purwojati menjadi benang merah yang menyatukan seluruh peserta.
Acara ditutup dengan pelafalan hamdalah secara bersama-sama, menandai berakhirnya rangkaian agenda yang padat namun mencerahkan tersebut. Sebagai simbol soliditas, sesi foto bersama dilakukan dengan penuh keakraban, mencerminkan kesiapan para pimpinan sekolah di Purwojati untuk menghadapi tantangan pendidikan tahun 2026 dengan semangat baru.

Posting Komentar