GUMELAR – Ratusan guru dan tenaga kependidikan se-Kecamatan Gumelar mengawali hari dengan penuh semangat kebersamaan dalam acara Silaturahmi Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Gumelar, Selasa (31/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di GOR Nimbarjaya, Desa Tlaga, ini menjadi momentum untuk mempererat ikatan kekeluargaan di antara para pendidik, sekaligus menggugah kesadaran spiritual melalui tausiyah bertajuk "Rumus 3M".
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PGRI Kabupaten Banyumas, unsur Muspika Kecamatan Gumelar, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Kehangatan terlihat jelas saat para guru yang hadir saling bersapa, melepas penat rutinitas mengajar, dan duduk bersama dalam satu majelis silaturahmi yang akrab.
Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dikemas dengan nuansa religius dan kebersamaan. Hal ini dimaksudkan agar selain memperkuat jaringan organisasi, para pendidik juga mendapatkan penyegaran rohani yang dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas mulia mereka sehari-hari.
Koordinator Korwilcam Dindik Kecamatan Gumelar, Sugito, S.Pd.SD., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan rutin ini. Ia menekankan bahwa soliditas para pendidik dan tenaga kependidikan merupakan fondasi utama dalam memajukan dunia pendidikan di wilayah Gumelar.
“Silaturahmi keluarga pendidik dan kependidikan di Korwilcam Dindik Gumelar ini harus semakin erat. Dengan kebersamaan yang kuat, kita bisa bersatu membangun Gumelar menjadi lebih baik, terutama dalam hal kemajuan pendidikan,” ujar Sugito di hadapan para peserta.
Senada dengan hal tersebut, Camat Gumelar, Septian Muhranto, S.STP., M.Si., hadir langsung memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang digagas oleh PGRI Cabang Gumelar. Ia menilai bahwa forum silaturahmi seperti ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas dan harmoni di lingkungan kerja para aparatur sipil negara di bidang pendidikan.
“Saya ingin menyampaikan betapa pentingnya silaturahmi. Hubungan yang baik antara sesama guru, dengan kepala sekolah, dengan korwilcam, serta dengan pemerintah kecamatan, akan menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif. Mari kita jaga tali persaudaraan ini,” tutur Camat Septian.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua II PGRI Kabupaten Banyumas, Eko Purnomo, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa organisasi PGRI harus menjadi rumah besar yang menaungi seluruh guru. Ia mengajak semua anggota untuk terus mengaktifkan komunikasi dan kolaborasi, karena kekuatan PGRI terletak pada kebersamaan para anggotanya.
“Menjaga silaturahmi adalah kunci utama. PGRI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah perjuangan kita. Dengan sering bertemu dan bersilaturahmi, kita bisa saling menguatkan dan mencari solusi bersama atas berbagai tantangan yang kita hadapi di lapangan,” tegas Eko Purnomo.
Mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Muhammad Robani, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru di Kecamatan Gumelar. Ia mencatat bahwa kontribusi nyata para pendidik di wilayah ini selalu terlihat dalam berbagai capaian dan prestasi di tingkat kabupaten.
“Atas nama Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk bapak/ibu guru di Gumelar. Kontribusi dan prestasi yang terus ditorehkan sangat membanggakan dan selalu menjadi kebanggaan kami di lingkup dinas pendidikan. Teruslah berkarya,” ungkap Muhammad Robani.
Puncak acara diisi dengan tausiyah inspiratif oleh Ustadzah Qurrotul Aini Farida, S.Pd.I., M.Pd. Dalam paparannya, ia memperkenalkan konsep sederhana namun mendalam yang disebut “Rumus 3M” sebagai panduan bagi seorang pendidik dalam menjalani kehidupan dan profesinya.
“Ada tiga langkah yang harus kita miliki. Pertama, Muhasabah, yaitu membuat kita sadar dan jujur pada diri sendiri. Kedua, Mujahadah, yang menggerakkan kita untuk terus memperbaiki diri. Ketiga, Muroqabah, yang menuntun kita untuk senantiasa merasakan kehadiran Allah dalam setiap langkah kehidupan kita,” jelas Ustadzah Qurrotul Aini.
Ia menambahkan bahwa dengan mengamalkan tiga prinsip tersebut, seorang guru tidak hanya akan menjadi pengajar yang kompeten secara intelektual, tetapi juga menjadi teladan (uswatun hasanah) yang mampu membentuk karakter siswa. Tausiyah tersebut berlangsung khidmat dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir.
Kegiatan silaturahmi yang berlangsung selama tiga jam ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya guru yang berbincang akrab setelah acara resmi usai, menandakan bahwa tali silaturahmi yang telah terjalin akan terus memberikan energi positif bagi kemajuan pendidikan di Kecamatan Gumelar.
Posting Komentar