PURWOKERTO, INFO BANYUMAS — Pendopo Si Panji Purwokerto menjadi saksi bisu dimulainya babak baru perjalanan Gerakan Pramuka di Tanah Satria. Pada Selasa (19/5/2026), Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, S. Budi Prayitno, secara resmi melantik Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Wakil Bupati Dwi Asih Lintarti masing-masing sebagai Ketua dan Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Banyumas. Prosesi sakral tersebut segera diikuti dengan langkah taktis Ketua Mabicab terpilih, Sadewo Tri Lastiono, yang langsung melantik Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab Banyumas Masa Bakti 2026-2031 di bawah komando Agus Nur Hadie sebagai Ketua Kwarcab yang baru. Upacara pelantikan ini berlangsung khidmat dengan balutan semangat kebersamaan yang kental, dihadiri oleh segenap jajaran pengurus, andalan, pembina, hingga tamu undangan penting lintas unsur Gerakan Pramuka, termasuk Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Republik Indonesia.
Pelaksanaan momentum penting bagi dunia kepanduan di Kabupaten Banyumas ini bergerak di atas landasan hukum organisasi yang kuat. Seluruh prosesi pengukuhan dan sumpah jabatan didasarkan pada dokumen resmi yang dikeluarkan oleh struktur organisasi di tingkat provinsi. Pihak Kwartir Daerah Jawa Tengah menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelantikan tersebut dilaksanakan secara sah berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Daerah Jawa Tengah Nomor 71 Tahun 2026 tentang Pengesahan Majelis Pembimbing Cabang dan Pengurus Kwartir Cabang Banyumas.
Tidak hanya itu, legalitas pengukuhan struktur organisasi ini juga diperkuat melalui regulasi turunan yang mengatur pembagian kerja kepengurusan secara mendetail. Melalui pembacaan SK Nomor 072 tentang Susunan Pengurus dan Andalan Kwarcab Banyumas Masa Bakti 2026-2031, dipastikan bahwa roda organisasi lima tahun ke depan akan digerakkan oleh figur-figur kompeten yang siap mempertahankan reputasi emas kepanduan di Banyumas. Sinergi antara birokrat pemerintah daerah selaku majelis pembimbing dan para praktisi kepramukaan di jajaran pengurus harian ini diharapkan mampu melahirkan terobosan baru yang progresif.
Berada di puncak prestasi selama puluhan tahun tentu memberikan tanggung jawab moral yang besar bagi kepengurusan yang baru dilantik. Kwarcab Banyumas selama ini dikenal luas sebagai barometer keberhasilan pembinaan pramuka di level regional maupun nasional melalui konsistensi program-programnya.
Usai mengucapkan sumpah jabatan, Ketua Mabicab Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M., langsung memberikan arahan strategis di hadapan ratusan kader pramuka yang memadati pendopo. Dalam pidato perdananya, Sadewo menyampaikan sebuah harapan besar agar seluruh jajaran pengurus yang baru dikukuhkan mampu mengemban dan menjaga amanah organisasi ini dengan penuh rasa tanggung jawab serta dedikasi yang tinggi.
Bupati Banyumas tersebut juga memaparkan rasa syukur sekaligus kebanggaan kolektif atas capaian fenomenal Kwarcab Banyumas yang berhasil mempertahankan predikat sebagai Kwarcab Tergiat selama 35 tahun berturut-turut tanpa terputus. Menurut pandangannya, prestasi monumental tersebut bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah manis dari konsistensi, kekompakan, serta kerja keras dari seluruh elemen Gerakan Pramuka yang ada di Banyumas. Ia menekankan pula bahwa dengan kepemilikan lebih dari 41 ribu Pramuka Garuda serta kesuksesan memecahkan Rekor MURI melalui gerakan Pramuka Garuda Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah pada tahun sebelumnya, hal tersebut menjadi bukti sahih bahwa Pramuka Banyumas terus bermutasi ke arah yang positif dan semakin mendapatkan kepercayaan yang luas dari masyarakat.
Pada bagian akhir arahannya, Sadewo menitipkan pesan mendalam agar seluruh jajaran pengurus memahami secara sungguh-sungguh apa saja target sasaran serta arah kebijakan Kwarcab Banyumas untuk lima tahun ke depan, sehingga dari pemahaman tersebut dapat lahir program kerja yang nyata, taktis, dan memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.
Di sisi lain, Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., memberikan sudut pandang yang emosional sekaligus strategis dalam sambutannya. Sebagai putra daerah asli Banyumas, ia mengaku memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan wilayah ini dan senantiasa mengamati grafik perkembangan kepanduan lokal secara cermat.
Profesor Budi menilai bahwa Kwarcab Banyumas memiliki keistimewaan tersendiri yang jarang dimiliki daerah lain, khususnya dalam hal kelancaran proses regenerasi kepemimpinan serta adanya dukungan konkret yang luar biasa dari pihak Majelis Pembimbing Cabang, baik dalam bentuk penyediaan fasilitas fisik maupun alokasi dukungan anggaran yang memadai untuk kegiatan kepramukaan. Dirinya juga menambahkan bahwa wilayah Banyumas selama ini telah dikenal luas sebagai pusat peradaban budaya yang luhur dengan pondasi karakter "Bawor" yang mencerminkan sifat jujur, terbuka, apa adanya, namun tetap mengedepankan semangat gotong royong. Menurutnya, nilai-nilai luhur sosiologis ini harus diadopsi secara penuh untuk mengukir karakter tangguh Pramuka Banyumas yang maju dan berkeadilan.
Lebih lanjut, Ketua Kwarda Jawa Tengah tersebut mengajak seluruh elemen Gerakan Pramuka di Banyumas untuk tidak ragu menjadi pelopor utama dalam aksi-aksi nyata menjaga lingkungan hidup serta melestarikan kekayaan alam lokal, seraya memberikan apresiasi tinggi terhadap optimalisasi Bumi Perkemahan Kendalisada sebagai laboratorium alam pembinaan generasi muda. Sebagai penutup amanatnya, Prof. Budi menggarisbawahi urgensi penerapan digitalisasi dalam tubuh Gerakan Pramuka agar organisasi ini tetap relevan dengan dinamika zaman dan semakin adaptif dengan kebutuhan generasi muda masa kini, khususnya dalam menghadapi karakteristik unik dari Generasi Z dan Generasi Alfa.
“Semoga kami bersama-sama bisa membangun Gerakan Pramuka Banyumas. Keaktifan Gerakan Pramuka Banyumas luar biasa, benar-benar hidup dan memberi dampak nyata bagi pembinaan generasi muda. Dengan lebih dari 41 ribu Pramuka Garuda dan keberhasilan meraih Rekor MURI Pramuka Garuda Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah tahun lalu, ini menjadi bukti bahwa Pramuka Banyumas terus berkembang dan dipercaya masyarakat. Generasi Pramuka harus selalu semangat dan trengginas. Kwarcab Banyumas siap menyongsong Indonesia Emas,” ungkap Ketua Mabicab Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M.
“Saya orang Banyumas. Saya saksi hidup bagaimana Pramuka Banyumas sangat konstan maju. Semangat Bawor ini harus kita adopsi untuk mengukir karakter Pramuka Banyumas yang maju dan berkeadilan. Kita menghadapi Generasi Z dan Generasi Alfa yang sangat berbeda. Tugas kita adalah meramu metodologi kepramukaan agar sesuai dengan ketertarikan mereka tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar Pramuka. Kwarcab Banyumas mampu menjadi pelopor dan juara dalam bidang digitalisasi kepramukaan sehingga informasi dan kegiatan Pramuka semakin mudah diakses masyarakat luas,” pungkas Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc.
Dengan komparasi komposisi kepengurusan yang solid, legalitas yang sah, serta visi digitalisasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, pelantikan Mabicab dan Kwarcab Banyumas periode 2026-2031 ini bukan sekadar upacara seremonial perpindahan jabatan. Acara ini menjadi momentum akselerasi bagi Pramuka Banyumas untuk mempertahankan takhta sebagai kwartir tergiat, sekaligus menjadi wadah pembentukan karakter pemuda yang mandiri, berbudaya, dan melek teknologi demi menyambut Indonesia Emas.
Pewarta : Nurrina Dyahpuspita, Humas Kwarcab Banyumas

Posting Komentar