KARANGLEWAS, INFO BANYUMAS - Suasana haru bercampur bangga menyelimuti halaman upacara SMP Negeri 3 Karanglewas pada Kamis (4/6/2026), saat pihak sekolah menggelar prosesi Purnawiyata XVII bagi siswa-siswi kelas IX Tahun Ajaran 2025/2026. Acara pelepasan kelulusan yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini menandai momentum krusial berakhirnya masa pendidikan para siswa setelah menempuh studi selama tiga tahun penuh perjuangan. Tidak hanya sekadar menjadi simbol perpisahan formal antara pihak sekolah, orang tua, dan murid, agenda tahunan tersebut sengaja dirancang sebagai ajang apresiasi tertinggi atas seluruh dedikasi, kerja keras, dan perjalanan belajar yang telah dilalui oleh para siswa selama menimba ilmu di bangku sekolah.
Halaman upacara yang biasanya digunakan untuk kegiatan rutin, pada hari itu disulap menjadi panggung ekspresi budaya yang megah. Kemeriahan purnawiyata kali ini didukung penuh oleh berbagai penampilan seni memukau dari adik-adik kelas VII dan VIII yang dengan antusias menampilkan beragam kreativitas serta bakat seni terbaik mereka. Suguhan acara dimulai dari lantunan selawat kelompook hadroh yang menyejukkan hati, disusul oleh gemulainya gerak tradisional Tari Banyumas Megot dan Tari Nayaka. Tidak ketinggalan, pertunjukan drama yang menguras emosi, dinamika gerak Tari Gejug Sorai, aksi energik Semaphore Dance, hingga penampilan megah dari grup paduan suara sekolah menghidupkan suasana. Seluruh penampilan seni tersebut berada di bawah arahan dan bimbingan langsung dari Bapak Achmad Sa'bani, yang sukses mengemas acara menjadi tontonan yang sangat menghibur. Sebagai bentuk ungkapan terima kasih yang mendalam atas segala ilmu dan kasih sayang yang diberikan, siswa kelas IX yang merayakan kelulusan turut mempersembahkan beberapa lagu perpisahan yang sukses menyentuh hati para bapak dan ibu guru serta tamu undangan yang hadir.
Di balik kemeriahan panggung seni, esensi utama dari purnawiyata ini adalah perayaan atas keberhasilan melewati fase akademis yang panjang. Kepala SMP Negeri 3 Karanglewas, Mayasari Sasmito, S.Kom., M.Kom., dalam pidato resminya menyampaikan bahwa purnawiyata merupakan salah satu momen penting dalam perjalanan hidup para siswa yang telah menyelesaikan berbagai proses pembelajaran dan evaluasi pendidikan selama menempuh pendidikan di tingkat SMP. Menurut penilaian pihak manajemen sekolah, keberhasilan anak-anak didik dalam menuntaskan kurikulum nasional di tingkat menengah pertama merupakan modal awal yang sangat berharga. Berbagai ujian, baik yang bersifat kognitif maupun pembentukan karakter, diharapkan dapat menjadi fondasi mental yang kuat bagi para siswa untuk menghadapi tantangan di lembaga pendidikan yang lebih tinggi.
Pernyataan tersebut dikuatkan langsung melalui pidato hangat dari pimpinan sekolah di hadapan ratusan wisudawan. Mayasari memberikan ucapan selamat sekaligus motivasi agar para siswa siap menatap masa depan.
“Hari ini adalah salah satu momen penting dalam perjalanan hidup kalian. Setelah menempuh proses pembelajaran selama tiga tahun, mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik, serta menyelesaikan Asesmen Sumatif Akhir Tahun, Ujian Sekolah, dan Tes Kompetensi Akademik dengan penuh tanggung jawab, kalian kini berada di gerbang menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Mayasari dalam sambutannya dengan nada penuh kebanggaan.
Lebih lanjut, Mayasari menjelaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari langkah baru yang akan membawa para siswa menuju pengalaman dan tantangan yang lebih luas di masa depan. Pihak sekolah menekankan bahwa dunia di luar sekolahan akan menuntut adaptasi yang lebih tinggi, sehingga nilai-nilai kedisiplinan yang didapat selama ini harus tetap dipertahankan.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak melupakan esensi dari kecerdasan emosional dan spiritual yang selama ini menjadi pilar utama pembelajaran di SMP Negeri 3 Karanglewas.
“Kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari petualangan baru. Tetaplah rendah hati, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Ingatlah bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter, kejujuran, kerja keras, serta kemampuan untuk menghargai orang lain,” tutur Mayasari di hadapan para siswa yang menyimak dengan saksama.
Dalam kesempatan tersebut, Mayasari juga berpesan agar seluruh lulusan senantiasa menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater serta menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. Tantangan zaman di era modern menuntut lulusan yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Beliau berharap para alumni angkatan ke-17 ini mampu menjadi agen perubahan di mana pun mereka melanjutkan sekolah nanti.
“Jagalah nama baik diri sendiri, keluarga, dan almamater SMP Negeri 3 Karanglewas. Jadilah generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, kreatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya menambahkan.
Selain membekali siswa dengan pesan-pesan moral, Kepala Sekolah juga memberikan penguatan mental terkait realita kehidupan. Lebih lanjut, ia mengingatkan para siswa agar tidak takut menghadapi kegagalan karena setiap proses kehidupan akan selalu memberikan pelajaran berharga yang mengantarkan seseorang menuju keberhasilan.
“Saya juga berpesan, jangan takut untuk gagal. Kegagalan bukanlah lawan dari kesuksesan, melainkan bagian dari proses menuju kesuksesan. Masa depan bukan ditentukan oleh dari mana kalian berasal, tetapi oleh keberanian untuk terus belajar, berjuang, dan berbuat baik kepada sesama,” ungkap Mayasari dengan penuh ketegasan.
Suasana haru semakin memuncak ketika perwakilan orang tua siswa dipersilakan memberikan sepatah kata. Kerja sama yang baik antara orang tua dan pihak sekolah selama tiga tahun ini diakui menjadi kunci utama suksesnya penuntasan wajib belajar tingkat pertama bagi anak-anak mereka.
Perwakilan orang tua siswa kelas IX, Bapak Syamsu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan yang telah mendidik, membimbing, serta mendampingi putra-putri mereka selama tiga tahun dengan penuh kesabaran dan ketulusan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing anak-anak kami dengan sabar selama tiga tahun. Kami juga memohon maaf apabila selama proses pendidikan terdapat kesalahan maupun kekurangan dari anak-anak kami maupun dari kami sebagai orang tua,” ujar Bapak Syamsu dengan suara yang bergetar menahan haru.
Menutup rangkaian sambutannya yang sarat akan makna, Kepala SMP Negeri 3 Karanglewas berharap para lulusan dapat terus mengukir prestasi, mewujudkan cita-cita, serta selalu mengenang sekolah sebagai tempat tumbuh dan belajar yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka. Sekolah akan selalu terbuka bagi para alumni untuk kembali dan berbagi cerita sukses mereka di masa yang akan datang.
“Kelak, ketika kalian membuka kembali buku kenangan ini, semoga yang teringat bukan hanya foto dan cerita, tetapi juga mimpi-mimpi yang pernah kalian tulis di SMP Negeri 3 Karanglewas, lalu berhasil kalian wujudkan menjadi kenyataan. Selamat melangkah menuju masa depan, teruslah berkarya, teruslah menginspirasi, dan jangan pernah lupakan tempat di mana kalian pernah tumbuh, belajar, dan mengukir kenangan bersama,” pungkas Mayasari sekaligus menutup prosesi Purnawiyata XVII dengan khidmat.
Kontributor: Rery Mey
Posting Komentar