KARANGLEWAS - Antusiasme luar biasa mewarnai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari keempat di SD Negeri 1 Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Kamis (16/7/2026). Kehadiran Mobil Perpustakaan Keliling milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Banyumas berhasil menyedot perhatian ratusan peserta didik. Armada yang membawa ratusan koleksi buku bacaan tersebut menjadi magnet yang menghidupkan suasana sekolah sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi para siswa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian MPLS, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya literasi sejak dini melalui kolaborasi antara sekolah dan pemerintah daerah.
Sebanyak 132 siswa bersama 10 guru dan tenaga kependidikan menyambut hangat kedatangan perpustakaan keliling. Sesaat setelah pintu kendaraan dibuka, para siswa berbondong-bondong mendekati rak-rak buku yang tersusun rapi. Berbagai jenis bacaan, mulai dari cerita bergambar, ensiklopedia anak, buku pengetahuan umum, hingga kisah inspiratif menjadi incaran mereka. Dalam hitungan menit, halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk aktivitas bermain berubah menjadi ruang baca terbuka yang dipenuhi anak-anak yang larut dalam keseruan membaca. Pemandangan tersebut memperlihatkan bahwa budaya literasi dapat tumbuh subur ketika anak-anak memperoleh akses terhadap bacaan yang menarik dan sesuai dengan usia mereka.
Kepala SD Negeri 1 Kediri, Candra Septo Rinoaji, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Dinarpusda Kabupaten Banyumas atas dukungan yang diberikan melalui layanan perpustakaan keliling. Menurutnya, kehadiran layanan tersebut menjadi energi baru bagi sekolah dalam menumbuhkan minat baca peserta didik.
“Kehadiran perpustakaan keliling ini adalah oase bagi anak-anak kita. Ini bertujuan mendasar untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Terlebih, kami berkomitmen penuh untuk terus mendongkrak capaian Rapor Pendidikan sekolah kami, khususnya pada aspek literasi yang telah kita rintis dengan baik sejak tahun 2025 lalu,” ujarnya.
Suasana literasi semakin terasa ketika para siswa mulai mencari tempat favorit untuk menikmati buku pilihan mereka. Ada yang duduk di bawah rindangnya pepohonan, ada pula yang memilih selasar kelas, teras sekolah, hingga undakan tangga sebagai tempat membaca. Tanpa ada instruksi khusus, mereka larut dalam aktivitas membaca dengan penuh rasa ingin tahu. Guru-guru turut mendampingi sekaligus memberikan motivasi kepada siswa agar menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa membaca dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan apabila didukung oleh lingkungan belajar yang nyaman dan koleksi bacaan yang menarik.
Pelayanan ramah dari petugas Dinarpusda Banyumas turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Dengan penuh kesabaran, mereka membantu siswa memilih buku yang sesuai dengan tingkat usia dan minat masing-masing. Anak-anak yang semula bingung menentukan pilihan mendapatkan rekomendasi bacaan yang tepat sehingga semakin menikmati pengalaman membaca. Interaksi hangat antara petugas dan siswa juga memperlihatkan bahwa layanan perpustakaan bukan sekadar meminjamkan buku, melainkan membangun kedekatan dengan pembaca agar tumbuh kecintaan terhadap dunia literasi.
Menurut Candra Septo Rinoaji, kegiatan perpustakaan keliling bukan sekadar pelengkap agenda MPLS, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis literasi.
“Kami ingin membangun budaya membaca yang berkelanjutan. Anak-anak harus dibiasakan mencintai buku sejak dini karena dari sanalah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan karakter belajar akan berkembang. Literasi adalah fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui rencana kerja sama antara SD Negeri 1 Kediri dengan Dinarpusda Kabupaten Banyumas. Kedua pihak tengah mempersiapkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar pelaksanaan program inovatif Layanan Silang Layan Terpadu Gutul (Siladatul). Program ini dirancang untuk memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan berkualitas dengan menghadirkan koleksi buku secara berkelanjutan langsung ke lingkungan sekolah.
Melalui program Siladatul, Dinarpusda Banyumas akan meminjamkan sejumlah koleksi buku bacaan anak kepada SD Negeri 1 Kediri selama satu tahun penuh. Buku-buku tersebut akan ditempatkan pada pojok baca sekolah sehingga mudah diakses oleh seluruh siswa. Agar koleksi tetap menarik dan tidak menimbulkan kejenuhan, pergantian buku akan dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan menghadirkan judul-judul baru. Pola layanan seperti ini diharapkan mampu menjaga antusiasme membaca sekaligus memperkaya wawasan peserta didik melalui variasi bacaan yang terus diperbarui.
Candra menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut bukan sekadar meningkatkan frekuensi membaca, melainkan membangun kemampuan literasi yang utuh.
“Harapan besar kami melalui program Siladatul ini adalah murid tidak sekadar suka membaca secara visual, tetapi juga memiliki kemampuan literasi yang mendalam, yaitu mampu memahami, mencerna, dan mengaplikasikan apa yang telah mereka baca dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang ingin kami bangun bersama Dinarpusda Banyumas,” pungkasnya optimistis.
Program literasi yang dijalankan SD Negeri 1 Kediri menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan pemerintah daerah melalui layanan perpustakaan keliling berpadu dengan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan bacaan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang gemar membaca, memiliki daya pikir kritis, serta mampu memanfaatkan informasi secara bijaksana untuk menghadapi tantangan masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kehadiran buku tetap menjadi sumber pengetahuan yang tidak tergantikan dalam membentuk karakter dan kecakapan hidup peserta didik.
Melalui semangat kolaborasi dan inovasi, SD Negeri 1 Kediri kini sedang menapaki langkah menuju sekolah yang unggul dalam bidang literasi. Kehadiran Mobil Perpustakaan Keliling pada MPLS hari keempat bukan hanya menghadirkan kegembiraan bagi ratusan siswa, tetapi juga menjadi simbol investasi pendidikan jangka panjang. Dari halaman sekolah yang dipenuhi anak-anak dengan buku di tangan, lahir harapan akan tumbuhnya generasi pembelajar yang mencintai ilmu pengetahuan, gemar membaca, serta siap menjadi insan yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing untuk masa depan Banyumas yang lebih maju.
Kontributor: Diah Panca Setiyarini, S.Pd.
Posting Komentar