Sejak pagi, halaman sekolah telah dipenuhi calon peserta didik yang datang didampingi orang tua. Raut wajah penasaran dan antusias tampak menghiasi wajah anak-anak yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di lingkungan sekolah dasar. Tidak sedikit pula yang masih terlihat malu dan menggenggam erat tangan orang tua mereka. Namun, suasana itu perlahan berubah ketika suara alat musik drum band mulai menggema mengiringi langkah para guru yang tampil penuh percaya diri.
Penampilan drum band yang seluruh personelnya merupakan guru SD Negeri Ledug menjadi daya tarik utama dalam penyambutan tersebut. Irama musik yang enerjik dipadukan dengan kekompakan para guru menghadirkan hiburan sekaligus memberikan kesan bahwa sekolah merupakan tempat yang menyenangkan. Para siswa tampak tersenyum, melambaikan tangan, bahkan beberapa di antaranya ikut bergoyang mengikuti irama musik. Orang tua pun tampak mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Selain pertunjukan drum band, para guru juga berjajar di pintu masuk sekolah untuk memberikan salam, senyum, dan sapaan hangat kepada setiap murid yang datang. Penyambutan dilakukan secara personal sebagai bentuk penghargaan kepada setiap anak yang akan menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri Ledug. Sikap ramah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun hubungan emosional sejak hari pertama antara guru, peserta didik, dan orang tua.
Kemeriahan semakin terasa ketika panitia menyalakan kembang api sebagai simbol penyambutan peserta didik baru. Dentuman suara dan percikan cahaya menghadirkan suasana penuh sukacita yang disambut tepuk tangan para hadirin. Momen tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi anak-anak sekaligus menjadi simbol dimulainya perjalanan baru mereka di dunia pendidikan.
Setelah rangkaian penyambutan selesai, para peserta didik bersama orang tua diarahkan menuju lokasi pengumuman pembagian kelas. Dengan tertib mereka mencari nama masing-masing pada daftar yang telah disiapkan panitia. Selanjutnya, murid memasuki ruang kelas untuk berkenalan dengan wali kelas, teman-teman baru, serta mengenal lingkungan belajar yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu.
Kepala SD Negeri Ledug, Prasetiya Rini, S.Pd, menjelaskan bahwa pada tahun pelajaran 2026/2027 sekolah menerima sebanyak 106 peserta didik baru yang terbagi ke dalam empat rombongan belajar. Menurutnya, pembagian tersebut telah disesuaikan agar proses pembelajaran berlangsung lebih efektif sekaligus memberikan pelayanan pendidikan yang optimal kepada seluruh peserta didik.
Dalam keterangannya, Prasetiya Rini mengatakan, "Panitia Penerimaan Siswa Baru SD Negeri Ledug menerima 106 peserta didik yang terbagi dalam empat rombongan belajar. Mulai hari ini mereka resmi menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri Ledug dan selanjutnya akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada tanggal 13 sampai 17 Juli 2026. Pembagian rombongan belajar ini kami lakukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif serta setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang optimal."
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyambutan yang dikemas secara kreatif bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi sekolah dalam membangun pengalaman belajar yang menyenangkan sejak awal. Menurutnya, kesan pertama yang positif akan membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga mereka lebih percaya diri dan termotivasi mengikuti proses pembelajaran.
"Kami berharap melalui penyambutan yang kreatif dan penuh kehangatan ini, anak-anak merasa nyaman, bahagia, serta semakin bersemangat memulai perjalanan belajar mereka. Ketika hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang menyenangkan, maka proses adaptasi akan berlangsung lebih mudah dan anak-anak akan memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi," ujar Prasetiya Rini.
Antusiasme juga datang dari para orang tua yang mengapresiasi konsep penyambutan tersebut. Mereka menilai pendekatan yang dilakukan sekolah mampu memberikan rasa aman sekaligus menumbuhkan kepercayaan anak untuk memasuki lingkungan baru. Salah seorang wali murid, Atin Rahmawati, mengaku merasa yakin memilih SD Negeri Ledug sebagai tempat belajar putranya.
"Saya sangat terkesan dengan penyambutan yang dilakukan pihak sekolah. Suasananya hangat, meriah, dan anak-anak terlihat senang. SD Negeri Ledug memang dikenal sebagai sekolah unggulan yang sering meraih prestasi. Selain itu, lokasi rumah kami juga dekat dengan sekolah sehingga saya semakin mantap menyekolahkan anak saya di sini," ungkap Atin Rahmawati, orang tua dari Nabihan Ali Zhain.
Konsep penyambutan yang melibatkan seluruh guru tersebut juga mencerminkan semangat kolaborasi yang terus dibangun SD Negeri Ledug. Para pendidik tidak hanya berperan sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga hadir sebagai sosok yang mampu menciptakan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan menyenangkan bagi setiap anak. Nilai-nilai tersebut selaras dengan semangat pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.
Momentum hari pertama ini menjadi awal yang baik bagi pelaksanaan MPLS yang akan berlangsung pada 13–17 Juli 2026. Sekolah berharap seluruh peserta didik mampu mengenal budaya sekolah, memahami tata tertib, menjalin pertemanan, serta mengembangkan karakter positif sejak dini. Dukungan orang tua yang hadir mendampingi anak-anak juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara keluarga dan sekolah.
Melalui penyambutan yang sederhana namun sarat makna, SD Negeri Ledug menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan sekolah menghadirkan pengalaman belajar yang humanis dan membahagiakan. Penampilan drum band para guru menjadi simbol semangat melayani dengan hati, sekaligus mengawali perjalanan ratusan peserta didik baru menuju masa depan yang penuh harapan, prestasi, dan karakter yang kuat.

Posting Komentar