Keterbatasan Tak Surutkan Semangat, MPLS Ramah PAUD Lumbir Berakhir Sukses



LUMBIR, INFO BANYUMAS – Senyum ceria anak-anak mewarnai hari terakhir pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di Kecamatan Lumbir, Jumat (17/7). Di tengah keterbatasan sarana, prasarana, dan sumber daya lainnya, sebanyak 37 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) formal maupun nonformal berhasil menuntaskan rangkaian MPLS Ramah selama lima hari dengan tertib, aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai dengan rujukan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


Keberhasilan pelaksanaan MPLS Ramah di seluruh satuan PAUD tersebut tidak diraih dengan mudah. Para pendidik harus berjuang menyesuaikan berbagai kondisi di lapangan, mulai dari keterbatasan fasilitas belajar hingga minimnya sumber daya pendukung. Namun, semangat gotong royong, kreativitas, dan dedikasi para pendidik mampu menjawab tantangan itu sehingga seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung secara optimal.


Selama lima hari pelaksanaan, para murid baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah melalui kegiatan yang ramah anak, menyenangkan, dan bebas dari praktik perundungan maupun tekanan. Berbagai aktivitas dirancang untuk membantu anak mengenal pendidik, teman, lingkungan belajar, serta membangun rasa aman dan percaya diri sejak hari pertama memasuki dunia pendidikan.


Pelaksanaan MPLS Ramah di Kecamatan Lumbir mengacu pada Rujukan MPLS Ramah untuk Jenjang PAUD yang diterbitkan Kemendikdasmen Republik Indonesia. Pendekatan tersebut menempatkan anak sebagai pusat layanan pendidikan dengan mengedepankan pembelajaran yang menghargai karakter, kebutuhan, dan tahapan perkembangan setiap anak.


Koordinator Korwilcam Dindik Lumbir, Arifin Nur Hayadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala satuan PAUD, pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan MPLS Ramah di wilayahnya.


"Keberhasilan ini bukan semata-mata karena terselenggaranya kegiatan selama lima hari, tetapi karena seluruh pendidik mampu menghadirkan suasana yang membuat anak merasa diterima, dihargai, dan bahagia berada di sekolah. Di tengah segala keterbatasan, mereka membuktikan bahwa ketulusan dan dedikasi adalah modal terbesar dalam memberikan layanan pendidikan terbaik," katanya.




Sementara itu Penilik Korwilcam Dindik Lumbir, menambahkan bahwa para pendidik telah menunjukkan pengorbanan yang luar biasa. Mereka tidak hanya mempersiapkan berbagai aktivitas pembelajaran, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh pengalaman pertama bersekolah yang menyenangkan tanpa rasa takut maupun tekanan.


"Alhamdulillah, seluruh murid baru dapat mengikuti MPLS Ramah dengan baik sesuai rujukan dari Kemendikdasmen. Ini menjadi bukti bahwa komitmen pendidik PAUD di Kecamatan Lumbir untuk menghadirkan pendidikan yang berpihak kepada anak semakin kuat. Saya berharap budaya ramah anak ini tidak berhenti pada MPLS, tetapi menjadi karakter pembelajaran sepanjang tahun," ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kolaborasi yang erat antara satuan PAUD, orang tua, serta berbagai pihak yang terus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan penuh kasih sayang bagi anak usia dini.


Berakhirnya MPLS Ramah menjadi awal perjalanan baru bagi ratusan murid PAUD untuk mengenal dunia pendidikan secara lebih dekat. Bekal keberanian, keceriaan, dan rasa percaya diri yang tumbuh selama masa pengenalan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mengikuti proses belajar pada tahun ajaran baru.


Di sudut barat Kabupaten Banyumas, para pendidik PAUD Lumbir kembali menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh megahnya bangunan atau lengkapnya fasilitas. Ketika ketulusan, kerja keras, dan kecintaan kepada anak menjadi landasan, ruang-ruang belajar yang sederhana pun mampu menghadirkan pengalaman pertama yang hangat dan membahagiakan. Dari Lumbir, pesan itu mengalir bahwa: “pendidikan yang ramah anak selalu berawal dari hati para pendidiknya”.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama