BANYUMAS - Suasana penuh kegembiraan dan kehangatan menyelimuti Lapangan Desa Grujugan saat keluarga besar TK Abas Two menggelar penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027, Jumat. Kegiatan yang melibatkan seluruh peserta didik baru, orang tua, pengurus, komite, dan dewan guru itu berlangsung meriah dengan beragam permainan edukatif, doa bersama, hingga pelepasan balon sebagai simbol harapan bagi masa depan anak-anak. Penutupan MPLS tersebut menjadi penanda berakhirnya proses adaptasi peserta didik sekaligus awal terbangunnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Pemilihan Lapangan Desa Grujugan sebagai lokasi kegiatan memberikan nuansa berbeda dibanding pelaksanaan di lingkungan sekolah. Area yang luas memungkinkan anak-anak bergerak lebih leluasa mengikuti berbagai aktivitas, sementara letaknya yang berada di jalur penghubung Kota Buntu menuju kawasan wisata Pantai Widarapayung membuat suasana semakin hidup. Sejak pagi hari, para peserta hadir dengan wajah ceria dan penuh semangat, menunjukkan antusiasme untuk mengikuti rangkaian penutupan MPLS yang telah dipersiapkan panitia.
Kepala panitia MPLS, Ayun Indah Andini, mengatakan bahwa kegiatan penutupan dirancang bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara sekolah, peserta didik, dan orang tua.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak sekaligus memperkuat kebersamaan dengan keluarga. Dukungan orang tua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan di TK Abas Two," ujarnya.
Sebelum memasuki acara inti, suasana lapangan dipenuhi tawa riang anak-anak yang mengenakan kostum merah menyala sebagai lambang semangat. Mereka diajak bernyanyi bersama sambil membentuk lingkaran besar, menciptakan pemandangan yang penuh warna dan energi positif. Aktivitas sederhana tersebut berhasil mencairkan suasana sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik baru yang selama sepekan telah mengikuti rangkaian MPLS.
Selanjutnya seluruh peserta diajak menengadahkan tangan dalam doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar memohon kelancaran kegiatan. Dalam suasana yang khusyuk, anak-anak, guru, dan orang tua bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar seluruh peserta didik diberikan kemudahan dalam belajar, tumbuh menjadi anak yang cerdas, berakhlak mulia, sehat, serta mampu meraih cita-cita di masa depan. Nilai spiritual tersebut menjadi salah satu ciri khas pendidikan karakter yang terus ditanamkan di lingkungan TK Abas Two.
Komite TK Abas Two sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Tahfidzul Quran Sirau, Tukiran, menegaskan bahwa pendidikan anak tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan keluarga.
"Sekolah dan orang tua harus berjalan beriringan. Ketika keduanya saling mendukung, insyaallah anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, saleh, salehah, dan memiliki akhlak yang baik. Kami berharap kebersamaan ini terus terjalin dalam setiap program sekolah," ungkapnya.
Kemeriahan mencapai puncaknya ketika permainan estafet antara orang tua dan anak dimulai. Dalam permainan tersebut, ayah atau bunda berlari membawa bendera untuk kemudian diserahkan kepada putra-putrinya yang melanjutkan estafet dengan memasukkan bendera ke dalam botol. Gelak tawa, sorak sorai, serta tepuk tangan dari para peserta dan penonton menggema di seluruh lapangan. Permainan itu bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga melatih kerja sama, keberanian, konsentrasi, dan komunikasi antara orang tua dengan anak.
Pembawa acara, Armiyati, menjelaskan bahwa permainan estafet dipilih sebagai simbol kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak. Menurutnya, proses pendidikan merupakan estafet tanggung jawab yang harus dijalankan bersama secara berkesinambungan.
"Melalui permainan ini kami ingin menyampaikan pesan bahwa keberhasilan pendidikan anak memerlukan kerja sama yang erat antara guru dan orang tua. Semoga pengalaman hari ini menjadi kenangan indah yang selalu diingat anak-anak," tuturnya.
Menjelang akhir kegiatan, setiap peserta didik menerima balon berwarna kuning dan hijau yang menjadi simbol kebanggaan Aisyiyah. Dengan penuh antusias, anak-anak menggenggam balon sambil menunggu aba-aba pelepasan. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional karena seluruh hadirin menyaksikan ratusan balon perlahan terbang tinggi ke angkasa, menggambarkan harapan, cita-cita, dan doa agar setiap anak mampu meraih masa depan yang gemilang. Banyak orang tua tampak mengabadikan momen tersebut sebagai kenangan berharga bersama putra-putri mereka.
Dalam kesempatan itu, Tukiran kembali mengajak seluruh wali murid untuk terus menjaga komunikasi yang harmonis dengan sekolah serta mendukung seluruh program pendidikan yang diselenggarakan TK Abas Two. Ia juga berharap lembaga tersebut semakin berkembang dan terus menjadi tempat yang mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta memiliki kecintaan terhadap nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Ajakan tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta yang hadir.
Penutupan MPLS TK Abas Two akhirnya ditutup dengan ucapan terima kasih dari panitia kepada seluruh orang tua, pengurus, komite, dan dewan guru yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan selama satu pekan penuh. Kebersamaan yang terjalin sepanjang rangkaian MPLS diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun kemitraan antara sekolah dan keluarga. Dengan semangat kolaborasi tersebut, TK Abas Two optimistis mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna sehingga setiap peserta didik dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, percaya diri, serta siap melangkah menggapai masa depan yang penuh harapan.
Kontributor : Armiyati



Posting Komentar