Saka Pustaka Banyumas Bersama Duta Baca Indonesia Resmi Luncurkan "Larik-Larik Pandu Pertiwi"



PURWOKERTO — Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Banyumas melalui Satuan Karya Pustaka (Saka Pustaka) secara resmi memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda berkarakter berbasis literasi lewat peluncuran buku antologi puisi bersama yang bertajuk "Larik-Larik Pandu Pertiwi". Langkah strategis yang mengintegrasikan nilai-nilai kepanduan dengan seni sastra ini diresmikan langsung oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, dalam sebuah perhelatan akbar yang berlangsung khidmat di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpus) Kabupaten Banyumas pada Minggu, 12 Juli 2026.



Kolaborasi yang apik antara Saka Pustaka Banyumas dengan Satria Indra Prasta Publishing ini menandai sebuah momentum penting bagi dunia pendidikan dan kepanduan di wilayah tersebut. Melalui media seni sastra ini, nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, cinta tanah air, serta dasadharma Pramuka berhasil diwujudnyatakan ke dalam bait-bait puisi yang mendalam. Karya-karya yang termaktub di dalam buku tersebut merupakan buah pikiran dari para anggota Pramuka aktif serta deretan penulis lokal Banyumas yang berfokus pada tema nasionalisme, refleksi diri, serta peran krusial pemuda dalam menjaga keutuhan serta masa depan bangsa.


Terkait dengan pelaksanaan agenda kebudayaan tersebut, pihak panitia penyelenggara menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang untuk melampaui batas-batas seremoni formal belaka. Program kerja sama ini sejatinya diproyeksikan sebagai sebuah gerakan akar rumput yang masif dan berkelanjutan demi menumbuhkan minat membaca sekaligus mengasah keterampilan menulis, khususnya di dalam ekosistem gerakan kepramukaan. Melalui wadah kreativitas seperti ini, para anggota kepanduan diharapkan mampu memiliki ruang alternatif untuk menuangkan gagasan-gagasan kritis mereka.



Di samping itu, kehadiran Gol A Gong selaku Duta Baca Indonesia periode 2021–2026 dalam acara ini membawa dampak yang sangat signifikan bagi atmosfer literasi di Banyumas. Tokoh literasi tingkat nasional tersebut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap langkah inovatif yang diambil oleh Kwartir Cabang Banyumas. Pihaknya menilai bahwa konsistensi Pramuka Banyumas dalam mengawinkan gerakan kepramukaan dengan gerakan literasi nasional merupakan sebuah terobosan segar yang patut dicontoh oleh kwartir-kwartir cabang lainnya di seluruh penjuru Indonesia.


Keberhasilan jalannya acara yang berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 16.00 WIB ini juga tidak lepas dari dukungan penuh lintas sektoral. Puluhan penulis, pegiat literasi, hingga jajaran pengurus Pramuka tampak memadati ruang diskusi dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap, yang sekaligus mencerminkan sebuah identitas visual kepanduan yang solid di tengah-tengah ruang intelektual. Dari pihak birokrasi, dinas terkait juga menegaskan komitmen jangka panjang mereka untuk terus memfasilitasi, mendukung, dan menyediakan sarana prasarana yang memadai guna mewadahi kreativitas positif generasi muda di masa yang akan datang.




Keberhasilan peluncuran buku antologi puisi ini membawa pesan kuat mengenai pentingnya keseimbangan antara ketangkasan fisik dan ketajaman intelektual bagi seorang anggota Pramuka.



Ketua Pimpinan Saka Pustaka Kwartir Cabang Banyumas, Fuad Zein Arifin, S.Pd., secara gamblang memaparkan visi besar di balik lahirnya karya sastra kolektif ini 



"Buku 'Tunas Muda Penjaga Pertiwi' adalah manifestasi pikiran kritis dan ruang refleksi bagi anggota kepanduan. Kami ingin membuktikan bahwa Pramuka Banyumas tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga memiliki ketajaman intelektual dan kepekaan rasa yang dituangkan melalui karya tulis."

 

Pernyataan tersebut selaras dengan dukungan regulatif yang diberikan oleh pihak pemerintah daerah selaku pengayom gerakan pemuda di tingkat kabupaten. Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) Pustaka Kwartir Cabang Banyumas, Agus Anggraito, AP., M.Si., menyatakan kesiapan instansinya untuk terus mengawal dan menyokong penuh program-program literasi serupa:


 

"Pihak dinas akan terus memfasilitasi sarana dan program yang mampu mewadahi kreativitas generasi muda. Melalui momentum peluncuran buku ini, Saka Pustaka Kwartir Cabang Banyumas berharap dapat memicu gelombang baru gerakan literasi di berbagai daerah lain, sekaligus membuktikan bahwa literasi adalah fondasi utama bagi pembentukan karakter 'Tunas Muda' yang siap menjaga masa depan Pertiwi."

 

Melalui peluncuran "Larik-Larik Pandu Pertiwi", Saka Pustaka Banyumas sukses mengirimkan pesan berharga bahwa buku dan pena adalah senjata modern yang tidak kalah ampuh dalam membela negara, merawat nalar, dan menjaga masa depan ibu pertiwi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama