ASTS Bukan Sekadar Soal Nilai, Korwilcam Lumbir Datang ke Kelas Bawa Pesan untuk Siswa dan Guru di Sekolah Paling Barat Banyumas


Cingebul, Info Banyumas. Pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) 1 Tahun Pelajaran 2026/2027 di SD Negeri 4 Cingebul, Kecamatan Lumbir, Banyumas, mendapat perhatian langsung dari Koordinator Korwilcam Dindik Lumbir, Arifin Nura Hayadi, S.Pd., M.Pd., Senin (28/9/2026). Bukan sekadar memantau pelaksanaan asesmen, Arifin memilih masuk dari satu kelas ke kelas lainnya untuk menyapa siswa sekaligus memberikan suntikan semangat kepada guru dan tenaga kependidikan.


SDN 4 Cingebul yang berada di wilayah ujung barat Kabupaten Banyumas tersebut menjadi lokasi monitoring pelaksanaan ASTS. Kunjungan tersebut dilakukan dengan melihat langsung suasana asesmen dari kelas 1 hingga kelas 6.


Kehadiran Arifin di ruang kelas tersebut berlangsung dalam suasana hangat. Ia tidak hanya melihat siswa yang tengah mengerjakan soal, tetapi juga menyempatkan diri berinteraksi dan menyapa mereka. Pendekatan tersebut membuat monitoring terasa lebih dekat dengan warga sekolah.


Di hadapan para siswa, Arifin memberikan motivasi agar mereka tidak menganggap ASTS sebagai sesuatu yang menakutkan. Asesmen tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan yang telah dicapai siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar.



“Anak-anak harus tetap semangat belajar. ASTS ini bukan sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi menjadi bagian dari proses untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang sudah kalian ikuti,” ujar Arifin.


Ia juga mengingatkan siswa agar tidak hanya mengejar hasil berupa nilai. Kebiasaan belajar secara konsisten dan menjaga kondisi tubuh dinilai sama pentingnya dalam mendukung keberhasilan belajar.


“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan lupa menjaga kesehatan. Kalau tubuh sehat, pikiran juga lebih siap untuk belajar dan mengerjakan setiap tugas dengan baik,” katanya.


Pesan tersebut disampaikan kepada siswa dari berbagai jenjang kelas. Kehadiran pimpinan Korwilcam Dindik Lumbir secara langsung di ruang belajar tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian terhadap proses pendidikan yang berlangsung di sekolah.


Usai berkeliling ke ruang kelas, Arifin melanjutkan kegiatan dengan memberikan pembinaan kepada guru dan tenaga kependidikan (GTK) SDN 4 Cingebul. Pembinaan tersebut menjadi bagian dari monitoring untuk melihat sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas profesional GTK.


Dalam kesempatan tersebut, Arifin mengingatkan kembali pentingnya menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Ia juga memberikan perhatian terhadap administrasi yang menjadi bagian dari tanggung jawab guru dan tenaga kependidikan.


“Tugas guru bukan hanya mengajar di kelas. Administrasi juga harus diperhatikan dan diselesaikan dengan tertib karena semuanya merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai pendidik,” tegas Arifin.


Menurutnya, proses pembelajaran yang baik perlu ditopang dengan pengelolaan tugas dan administrasi yang tertib. Hal tersebut penting agar berbagai program sekolah dapat berjalan secara terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.


Dalam pembinaan tersebut, Arifin juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah prestasi yang berhasil diraih SDN 4 Cingebul dalam beberapa waktu terakhir. Capaian tersebut dinilai menjadi gambaran adanya potensi peserta didik yang terus berkembang melalui proses pembinaan di sekolah.


Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan agar sekolah tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Prestasi siswa diharapkan dapat menjadi pemantik untuk terus memperkuat pembinaan dan memberikan ruang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan masing-masing.



“Saya mengapresiasi prestasi yang sudah diraih SDN 4 Cingebul. Ini menunjukkan bahwa pembinaan di sekolah berjalan dan anak-anak memiliki potensi yang baik. Prestasi tersebut harus menjadi pemacu untuk terus bergerak dan meningkatkan kualitas,” ungkap Arifin.


Bagi SDN 4 Cingebul, monitoring tersebut menjadi momentum penting untuk mendapatkan penguatan secara langsung dari Korwilcam Dindik Lumbir. Selain memperoleh arahan berkaitan dengan pelaksanaan ASTS, sekolah juga mendapatkan masukan mengenai tugas GTK serta pentingnya menjaga kesinambungan pembinaan peserta didik.


Kepala SDN 4 Cingebul, Suripto, menyampaikan apresiasi atas monitoring yang dilakukan Arifin. Menurutnya, kehadiran Koordinator Korwilcam Dindik Lumbir di tengah pelaksanaan ASTS memberikan motivasi tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada seluruh warga sekolah.


“Kami sangat mengapresiasi monitoring ASTS yang dilakukan Pak Korwil. Kehadiran beliau secara langsung di tengah-tengah siswa memberikan semangat tersendiri bagi anak-anak yang sedang mengikuti asesmen,” kata Suripto.


Ia menilai pesan yang disampaikan Arifin kepada siswa sejalan dengan upaya sekolah membangun budaya belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai.


“Pesan untuk rajin belajar dan menjaga kesehatan sangat relevan bagi anak-anak. Kami ingin siswa mengikuti asesmen dengan tenang, percaya diri, dan tetap menjaga kondisi tubuh agar mereka bisa mengerjakan dengan maksimal,” ujarnya.


Suripto juga mengapresiasi pembinaan kepada GTK. Menurutnya, arahan mengenai tupoksi dan administrasi menjadi pengingat bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan profesionalitas.


“Pembinaan kepada GTK juga sangat berarti bagi kami. Arahan mengenai tupoksi dan administrasi menjadi pengingat agar seluruh guru dan tenaga kependidikan semakin tertib dalam menjalankan tanggung jawabnya,” tuturnya.


Terkait apresiasi atas prestasi sekolah, Suripto menyebut capaian tersebut menjadi energi tambahan bagi SDN 4 Cingebul untuk terus melakukan pembinaan.


“Prestasi yang diraih anak-anak tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Namun, bagi kami prestasi bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus memberikan pembinaan dan membuka kesempatan bagi siswa agar berkembang sesuai potensinya,” pungkasnya.


Monitoring ASTS di SDN 4 Cingebul tersebut akhirnya tidak berhenti pada aktivitas melihat pelaksanaan asesmen. Kunjungan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan tiga hal penting dalam pendidikan: siswa yang terus didorong untuk belajar, guru yang diperkuat profesionalitasnya, dan sekolah yang diapresiasi atas proses serta prestasinya.


Dari ujung barat Kabupaten Banyumas, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa asesmen bukan semata-mata tentang angka di lembar hasil belajar. Di balik pelaksanaan ASTS, terdapat proses membangun keberanian siswa, kedisiplinan guru, kesehatan peserta didik, serta komitmen sekolah untuk terus bertumbuh.


Kontributor: Suripto

Editor: Suripto

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama