Tiga Hari Dua Malam Penuh Aksi, Jamran Cilongok 2026 Jadi Panggung Kreativitas dan Persahabatan Pramuka




CILONGOK - Tiga hari dua malam menjadi perjalanan penuh tantangan, kreativitas, dan kebersamaan bagi para peserta Jambore Ranting (Jamran) Cilongok 2026 yang digelar mulai Selasa, 22 September hingga Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang mempertemukan peserta didik dari berbagai pangkalan di Kecamatan Cilongok tersebut tidak sekadar menghadirkan perlombaan, tetapi menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah keterampilan, kemandirian, keberanian, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama. Sebanyak 14 regu tingkat SMP/MTs, terdiri atas tujuh regu putra dan tujuh regu putri, serta 53 pangkalan tingkat SD/MI turut ambil bagian. Satu peserta khusus dari PKBM Bhinneka Mandiri juga hadir menambah warna dalam kemeriahan kegiatan kepramukaan tersebut.


Sejak hari pertama, peserta langsung menghadapi rangkaian aktivitas yang memadukan keterampilan kepramukaan dengan kreativitas. Lomba pionering menjadi salah satu kegiatan pembuka yang menguji kemampuan peserta dalam membuat berbagai konstruksi menggunakan tongkat dan tali. Ketelitian, kekompakan, pembagian tugas, serta kemampuan bekerja sama menjadi modal penting untuk menyelesaikan setiap tantangan. Setelah itu, suasana kompetisi semakin semarak melalui lomba Master Chef yang memberikan kesempatan kepada setiap regu untuk menunjukkan kreativitas dalam mengolah makanan. Memasuki malam hari, peserta kembali ditantang melalui Scout Voice, fotografi, dan Iklan Layanan Masyarakat (ILM), yang mengasah keberanian berbicara, kemampuan komunikasi, kreativitas visual, serta kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.


Rangkaian kegiatan berlanjut pada Rabu, 23 September 2026, dengan penjelajahan dan lomba roket air. Penjelajahan menjadi arena bagi peserta untuk menerapkan keterampilan kepramukaan sekaligus belajar memecahkan tantangan secara bersama-sama. Sementara itu, roket air memadukan kreativitas dengan pemahaman sederhana mengenai sains melalui proses merancang dan meluncurkan roket menggunakan air. 


“Setiap kegiatan memberikan tantangan yang berbeda. Peserta tidak hanya dituntut mampu mengikuti perlombaan, tetapi juga belajar bekerja sama, berani mencoba, memecahkan masalah, dan menerapkan keterampilan yang mereka miliki. Karena itu, pengalaman selama jambore menjadi bagian penting dari proses belajar mereka,” demikian semangat yang tercermin dalam rangkaian kegiatan Jamran Cilongok 2026.


Rabu malam menjadi salah satu momentum yang paling dinantikan peserta melalui kegiatan malam api unggun. Setelah melewati berbagai perlombaan dan aktivitas sepanjang hari, peserta berkumpul dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban. Kebersamaan semakin terasa ketika para peserta dari berbagai pangkalan berinteraksi, berbagi pengalaman, dan menikmati rangkaian kegiatan malam. Pada Kamis, 24 September 2026, kemeriahan berlanjut melalui Scoutvaganza dan National Costume. Kedua kegiatan tersebut menjadi panggung untuk menampilkan keberanian, kreativitas, kemampuan berekspresi, sekaligus mengenalkan keberagaman budaya melalui penampilan para peserta.


Salah satu pangkalan yang ikut merasakan pengalaman tersebut adalah SD Negeri 2 Panusupan. Para peserta dari pangkalan ini mengikuti seluruh rangkaian Jamran selama tiga hari dua malam dengan penuh antusias. Bagi mereka, jambore bukan hanya persoalan menang atau kalah dalam perlombaan, melainkan kesempatan memperoleh pengalaman baru, bertemu peserta dari pangkalan lain, dan membangun persahabatan. Suasana kebersamaan bahkan membuat sebagian peserta merasa enggan meninggalkan lokasi kegiatan setelah seluruh rangkaian jambore berakhir. 


“Saya sangat senang dapat mengikuti jambore ranting ini. Ini bisa menjadi sejarah dalam hidup saya. Selain itu, saya juga dapat teman baru, bahkan sudah tukeran nomor HP, hehe. Rasanya enggan pulang karena betah di sini,” ujar Naura, salah satu peserta dari SDN 2 Panusupan, dengan penuh antusias.


Keceriaan peserta menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kamabigus SDN 2 Panusupan, Siti Sundari. Ia mengapresiasi semangat anak-anak yang mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai dalam kondisi sehat. Menurutnya, pengalaman mengikuti jambore memberikan pembelajaran yang tidak selalu diperoleh peserta di dalam ruang kelas. Anak-anak belajar mengatur diri, bekerja sama dalam regu, mengikuti aturan, bertanggung jawab terhadap tugas, sekaligus berinteraksi dengan teman-teman baru dari berbagai pangkalan. 


“Terima kasih kepada anak-anak yang sudah berjuang dan mengikuti kegiatan selama tiga hari dua malam. Alhamdulillah, semua anak-anak sehat, tidak ada yang sakit. Semuanya tetap semangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ungkap Siti Sundari.


Jamran Cilongok 2026 akhirnya meninggalkan lebih dari sekadar catatan perlombaan. Bagi peserta, tiga hari dua malam tersebut menjadi pengalaman yang mempertemukan tantangan, kegembiraan, persahabatan, dan proses belajar dalam satu rangkaian kegiatan. Semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” pun terasa dalam berbagai aktivitas, mulai dari lomba pionering, Master Chef, Scout Voice, fotografi, ILM, penjelajahan, roket air, api unggun, hingga Scoutvaganza dan National Costume. Dari lapangan kegiatan, para Pramuka belajar bahwa kepramukaan bukan hanya tentang menguasai keterampilan, tetapi juga tentang membangun karakter, kemandirian, disiplin, tanggung jawab, persaudaraan, serta keberanian untuk terus belajar dan berkarya.


Kontributor: Laela Isna Maziatun

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama